Arah Kisah Kita

Hari Jumat minggu lalu, saya dan beberapa rekan blogger diundang ke event Opera Indonesia. Brand ini baru saja merilis film pendek di YouTube berjudul Arah Kisah Kita. Pemerannya Genrifinadi Pamungkas (Okta Andromedha, penulis buku) dan Clairine Clay (Olivia Samudera, pencinta sejarah). Film pendek yang disutradarai Salman Aristo, dan ditulis oleh Gina S. Noer dan Diva Apresya ini terasa banget digarap serius. Meski sudah muncul di YouTube sejak beberapa minggu, namun saya baru sempat lihat di hari itu.


Lanjut lihat sekuelnya

Launching Iklan Pariwisata Indonesia di Bioskop

Kemarin pagi saya sudah ada di fX Sudirman. Bukan, bukan ke lantai 4 (sudah lama banget sejak mampir ke sana sebetulnya). Saya langsung menuju Cinemaxx Theater di lantai 7. Meski ke bioskop, tujuan kedatangan saya bukanlah untuk menonton premiere suatu film.

Adalah suatu hal baru, datang ke bioskop untuk melihat penayangan perdana iklan Pesona Indonesia. Iya, iklan. Bukan film. Iklan promosi terbaru wisata Indonesia ini nantinya akan tayang di 55 bioskop di 14 kota besar di Indonesia.

Siapa saja yang datang?

Raisa, Sang Brand Ambassador Elevenia

Kemarin siang menjelang berangkat ke kantor (iya, kok siang ya berangkatnya?) saya tiba-tiba mendapat undangan untuk event Elevenia. Karena lokasi nggak terlalu jauh dari kantor, saya pun menyempatkan mampir. Katanya akan ada kejutan untuk para media yang diundang saat itu.

Saya tiba di lokasi acara, Exodus Lounge Kuningan City, dan sempat menunggu di hall bersama banyak rekan media, sebelum akhirnya dijemput oleh teman saya yang mengundang untuk ikutan ke lantai atas. Hoo.. ternyata bersama beberapa rekan lainnya, saya diajak makan siang terpisah… bareng dengan tamu rahasia acara itu. Ya, tamu rahasia itu adalah Raisa Andriana, yang mulai kemarin resmi menjadi brand ambassador Elevenia terbaru.

IMG_1207

Lanjut baca cerita tentang Raisa dan Elevenia

Augmented Reality Mustika Puteri

Prinsip augmented reality adalah menggabungkan unsur nyata dengan unsur virtual. Orang di dunia nyata bisa merasakan dirinya berada atau berinteraksi dengan sesuatu di dunia virtual.

Kantor saya, Stratego, sudah sempat beberapa kali mengembangkan aplikasi augmented reality untuk brand. Salah satu yang pernah kami kerjakan adalah untuk Nutrilon Royal. Di aplikasi ini, anak-anak bisa melihat diri mereka di komputer dengan baju virtual menutupi baju mereka. Baju virtual yang dipakai waktu itu adalah astronot, dokter, polisi, dan banyak lagi profesi lainnya. Hasilnya bisa dicetak dan mereka bawa pulang.

Pekerjaan terakhir kami yang berhubungan dengan augmented reality adalah untuk brand Mustika Puteri. Hingga September 2015 kemarin Mustika Puteri menggandeng JKT48 sebagai brand ambassador-nya. Untuk kebutuhan kampanye brand tersebut di sekolah-sekolah, kami membantu membuatkan aplikasi augmented reality yang memungkinkan peserta di sekolah untuk joget bareng member JKT48.

Lihat video hasil dan foto behind the scene-nya yuk

Life with XL

Sudah entah berapa tahun lamanya saya menggunakan nomor XL. Mungkin saking lamanya kali ya. Secara perlahan, identitas nomor XL ini mulai menggantikan nomor lama saya, mengingat hanya nomor ini sajalah yang saya pakai untuk kebutuhan akses data. Artinya, semua akses komunikasi mobile saya melalui email, WhatsApp, Line, Twitter, dan Facebook, hanya nomor XL ini sajalah yang saya pakai.

Dulu saya agak enggan memberikan nomor yang saya pakai untuk WhatsApp ke klien. Nomor ini hanya saya berikan ke keluarga dan teman-teman dekat saja. Saya selalu berupaya memberikan nomor lama saya ke klien, sehingga mereka hanya bisa mengontak saya melalui SMS. Hahaha, tapi akhirnya saya yang menyerah terhadap kecepatan zaman. Beberapa klien (yang baik) saya bagi nomor XL saya. Komunikasi melalui chat di WhatsApp nggak dipungkiri lebih cepat dan praktis. Di sisi buruknya, kalau dapet omelan juga jadi lebih cepat ya hahaha…

Saya termasuk pengkonsumsi internet yang cukup berat, bahkan mungkin bisa dibilang adiktif. Adalah suatu keajaiban jika saat saya di luar rumah atau kantor, dan saya tidak sedang melakukan aktivitas khusus, mata saya tidak menatap ponsel lebih dari 5 menit. Jari-jari saya menggeser layar ponsel, mengganti-ganti antara Twitter, WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, dan Flickr. Padahal ujung-ujungnya saya hanya men-scroll dan membaca, tapi tidak mem-post sesuatu. Apalagi bila ada cerita atau berita menarik yang menjadi percakapan di Twitter. Sepertinya kalau percapakannya sudah terjadi lewat dari satu jam, sudah menjadi hal yang basi untuk diikuti.

Saya bisa menggunakan koneksi kabel yang cepat baik di rumah atau kantor. Namun saat di perjalanan, andalan saya hanya satu ponsel yang menggunakan koneksi XL, yang mau nggak mau harus saya terima dalam kondisi apapun (kayak jodoh aja ya). Saat dalam perjalanan naik bus Trans Jakarta dari rumah ke kantor pun saya sudah hapal titik mana yang sinyal XL-nya kuat, dan titik mana yang tidak ada data masuk sama sekali. Biasanya saat mendekati jembatan Semanggi, saya menghentikan aktivitas saya di depan ponsel, karena di situlah titik terlemah sinyal XL selama perjalanan saya. Melewati jembatan Semanggi, sinyal XL akan kembali menguat.

Hingga saat ini saya selalu rutin menggunakan paket HotRod 3G+ bulanan 3 GB seharga Rp. 49.000. Ini sudah sangat cukup (sebetulnya), karena ini hanya dipakai saat saya mobile. Kenyataannya sih, baru sampai 3 minggu sekarang sudah selalu kehabisan kuota. Lebih dari 80% pemakaian data saya ada di aplikasi Twitter. Bisa jadi ini akibat semakin banyaknya konten visual di Twitter, terutama semakin didukungnya fitur Animated GIF dan video di Twitter.

Saya jarang membeli paket bulanan 5,1 GB seharga Rp 99.000, karena dengan nilai rupiah yang hampir sama, lebih baik saya membeli paket 2 x 3 GB daripada 5,1 GB. Hihihi betul kan? Pembelian paket 5,1 GB baru saya lakukan bila saya membutuhkan akses roaming di luar negeri. Karena kalau hanya untuk perjalanan 1-2 hari, masih lebih murah dan praktis menggunakan nomor XL (terutama untuk negara-negara yang operatornya sudah bekerja sama dengan XL dan Axiata group ya).

Saya mungkin termasuk orang yang agak susah untuk mengganti nomor. Buat saya, mengganti nomor telpon bisa menghilangkan kesempatan yang akan muncul. Jadi hingga saat ini sepertinya saya masih akan terus menggunakan nomor XL. Saya yakin semua operator, mau warna apapun, punya kekuatan dan kelemahan. Tidak ada operator yang bisa kuat di semua lini. Yang ada hanyalah, kekuatan apa yang dimiliki si operator yang memang cocok dengan kebutuhan kita saat ini.  Buat kebutuhan saya saat ini, apa yang ditawarkan XL melalui paket datanya sudah sangat memadai.

Semoga saja di tahun ke-19-nya ini, XL Axiata bisa semakin kuat. Selamat ulang tahun XL Axiata!

DSCF2852