Foto yang Dipublikasikan di Akun Instagram Lain

Setiap kali saya memotret aksi panggung (dan backstage-nya), saya sering mempublikasikannya pertama kali di Twitter. Saya selalu tag subjek performer yang saya foto. Lumayan, biasanya saya bisa berkenalan dengan mereka sekalian setelah itu. Nggak semuanya juga sih. 🙂 Untuk yang saya sudah kenal, ada beberapa foto yang saya kirim lewat email.

Lalu kalau ada foto saya yang mereka anggap bagus (entah bagus beneran, atau bagus karena nggak ada yang lain yang motretin), mereka suka reshare kembali fotonya di Instagram mereka. Saya sih senang-senang saja. Buat saya, saat memotret seseorang, adalah hak dia juga untuk menggunakan fotonya di social media. Ada yang menuliskan kredit nama saya, ada yang men-tag saya di Instagram, ada juga yang tidak. Kalau foto itu asalnya dari Twitter, pasti sudah saya berikan watermark, jadi tidak masalah bagi saya ketika di-reshare, saya tidak di-tag lagi. Cuma kadang yang bikin sebal adalah, jumlah likes mereka bisa lebih banyak daripada saya hahaha…

Saya mau embed beberapa foto jepretan saya yang di-repost beberapa hari belakangan ini. Hehe, tapi saya nggak usah tunjukin yang di-reshare member Cherrybelle dan Teenebelle ya, nanti terlalu banyak. Ini performer lainnya saja.

Rissa Gunawan – Juwita Band


Lanjut lihat foto-foto lainnya

Memotret Teenebelle dengan Kostum Terbarunya

Saya sudah lumayan sering datang memotret di Dahsyat RCTI. Biasanya selalu diadakan di studio 1, namun sejak beberapa minggu ini berpindah ke studio 8. Studionya kini lebih besar tapi berbagi setting dengan acara Baper.

Kalau yang difoto Teenebelle atau Cherrybelle, biasanya saya akan ikut ke backstage. Menunggu di sana sambil ngobrol. Atau kadang memotret anak-anak Teenebelle atau Cherrybelle saat sedang menunggu segmen mereka masuk.

Saat di studio 1 dulu, yang dijadikan backstage adalah ruang di belakang studio. Nggak ada latar menarik sih di situ untuk dijadikan background foto. Pencahayaannya juga terbatas. Lebih baik menggunakan flash kalau memotret di sana.

A photo posted by Pitra (@pitra) on


Lanjut lihat jepretan lainnya

Raisa di Majestic

Hari Minggu, minggu lalu, saat saya memutuskan untuk nggak lanjut datang ke Java Jazz Festival karena kecapekan, saya tidak sepenuhnya beristirahat di rumah. Nggak tahan juga ternyata.

Siang itu usai acara kumpul-kumpul keluarga di daerah Kembangan, saya langsung ngebut dengan Gojek menuju Kota Kasablanka. Lumayan jauh ya ternyata. Sudah buru-buru, ternyata si pengemudi gojek harus mengisi bensin terlebih dahulu. Hfft…

Saya pun akhirnya tiba di Kota Kasablanka pukul 3 lewat. Saat itu live performance Raisa sudah dimulai. Penyanyi ini memang menjadi puncak event Majestic – Jakarta’s Creative Clothing & Music Festival, yang berlangsung hampir seminggu di mal itu. Pengunjung yang amat padat menyesaki salah satu atrium mal yang tidak terlalu besar itu. Sungguh tidak mungkin bisa menerobos masuk untuk melihat Raisa lebih dekat.

IMG_3423
Lalu bagaimana saya memotret Raisa?

Memotret Java Jazz Festival 2016

Setelah absen 3 tahun, akhirnya minggu kemarin saya datang lagi ke perhelatan Java Jazz Festival. Hihihi karena tiket hariannya gratis, makanya jadi datang. Meski saya punya tiket harian untuk hari kedua dan ketiga, akhirnya saya hanya datang di hari kedua saja. Saya berikan ke teman saya saja untuk yang hari ketiga.

Di hari Sabtu 7 Maret 2016 itu, saya sudah di JIExpo Kemayoran sejak pukul 4 lewat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hall diubah namanya menjadi nama brand sponsor. Repotnya, di website tidak disebutkan nama hall ini identik dengan hall nomor berapa. Jadi mesti keliling dulu untuk tahu hall mana yang mewakili brand mana. Ada sih informasinya di LCD yang tersebar di seluruh area. Hanya sayang informasi ini kurang diupdate di website. Itu hanya kasus minor sih, dibandingkan kesenangan yang saya dapatkan saat memotret malam itu.

IMG_2902
RAN
Lihat perform artis lainnya yuk

Teenebelle, Cherrybelle, Setos dan Lekker Story

Akhir pekan kemarin ceritanya saya ke Semarang, ngintilin Teenebelle di hari Sabtu dan Cherrybelle di hari Minggu. Mereka memang perform di event World of Gaming (WOG) di mal Setos Semarang. Kami semua menginap di MG Suites, hotel di sebelahnya.

Sungguh hotel dan mal yang aneh, baik secara site plan, maupun akses koneksi satu dengan lainnya. Baik Setos maupun MG Suites tidak berada di pinggir Jl. Gajah Mada (jalan besar dekat situ). Untuk masuk ke mal, pengunjung harus melewati jalan sekunder yang diapit oleh sungai kotor dan perumahan semi permanen. Katanya tidak ada parkir mobil pula, sehingga mal menyediakan shuttle bus yang mengantar pulang pergi dari tempat parkir utama ke mal.

Lihat isi Setos dan acara WOG yuk!