Indonesia Comic Con

Hari Sabtu dan Minggu kemarin ada perhelatan besar di JCC, di mana para pelaku dunia komik, karakter, mainan, cosplay berkumpul. Event Indonesia Comic Con ini pertama kalinya diadakan di Jakarta. Akhir September kemarin juga ada event bernama mirip, Jakarta Comic Con, dengan penyelenggara yang berbeda.

Hari pertama saya datang sekitar pukul 13:00 siang. Antrian pembelian tiket terlihat cukup panjang, namun ternyata saya tidak perlu mengantri lama. Selain dibeli di tempat, tiket katanya dijual pula di Indomaret dan Kiostix. Sayangnya saat saya mencoba datang ke Indomaret dekat rumah sebelumnya, nama event Indonesia Comic Con tidak muncul di data di kasir. Hmm, entah apakah ini terjadi di lokal dekat rumah atau berlaku untuk setiap cabang Indomaret.

Setelah membeli tiket, ternyata untuk masuk pun harus kembali mengantri untuk pengecekan. Tepat banget saya masuk ke dalam ruangan ketika bintang tamu Kenji Ohba muncul di panggung utama. Beliau adalah pahlawan saya waktu kecil dulu, saat era video bajakan Betamax mudah disewa di mana-mana. Kenji Ohba adalah pemain utama Uchu Keiji Gavan yang populer di tahun 1980-an. Di panggung, Kenji bercerita tentang pengalaman hidupnya menjadi beragam tokoh hero di banyak serial Jepang. Beliau juga memamerkan gerakan perubahan menjadi Gavan, yang sering saya ikuti dulu waktu kecil.

IMG_0271-0273

Yuk lihat hal lain yang menarik di Indonesia Comic Con

Piknik Asik di Taman Situ Lembang

Seminggu ini saya ke taman dua kali. Kalau Sabtu kemarin saya ke Taman Cattleya di Tomang, maka hari Minggu ini saya ikutan lagi acaranya Piknik Asik, yang kali ini diadakan di Taman Situ Lembang.

Saya sudah beberapa kali melewati Taman Situ Lembang sebelumnya. Setiap kali lewat yang terlihat adalah taman dengan danau di tengahnya. Hijau tapi biasalah seperti taman umumnya di Jakarta, miskin perawatan. Namun kini pandangan saya berubah sama sekali. Taman Situ Lembang, yang berlokasi tak jauh dari Taman Senopati Suropati ini kali ini sudah direnovasi total.

Danau (situ) di jalan Lembang ini dikelilingi oleh paving yang landai. Orang bisa berjalan atau bersepeda berkeliling taman dengan nyaman. Yang menarik, banyak sekali tempat bermain untuk anak di sini. Dari ayunan, perosotan, hingga tempat anak kecil latihan memanjat. Di tepian tempat bermain ini terdapat batu-batu alam yang dipasang berdekatan. Biasanya ini dipakai untuk terapi kaki. Orang tinggal melepas alas kakinya dan berjalan di batu-batu ini.

Saat saya datang tadi pagi sekitar pukul 9, taman ini sudah ramai. Ramai tapi masih tetap nyaman. Di tengah danau, air mancur menyala kencang, menyibak bunga-bunga teratai yang tersebar di tengah danau. Di sekeliling danau banyak orang yang terlihat memancing. Saya sempat tanya ke bapak-bapak yang kelihatannya sudah sering berada di situ. Katanya ia bisa dapat ikan mujaer atau lohan di sana (entah ya ini bohong atau tidak).

Saat saya sudah berkumpul dengan teman-teman Piknik Asik, tiba-tiba air mancurnya berhenti. Tanya-tanya, termyata air mancur ini hanga menyala 3 kali dalam sehari, pagi jam 9, siang jam 12, dan sore jam 4. Memang benar, saat saya di sana hingga siang, air mancur pun kembali menyala jam 12 lewat.

Hiburan di Piknik Asik kali ini adalah cupcake dan tiramisu. Hahaha yang bawa makanan enak banyak. Saya sih cuma ikut ngehabisin saja. Selain itu ada pula teman-teman Levitasi Hore yang melakukan photowalk bertema levitasi. Untunglah hari ini cuaca sangat cerah, sehingga kegiatan Piknik Asik bisa berlangsung hingga lewat siang hari.

Saya sendiri harus pulang duluan tadi. Pasti saya akan datang ke Taman Situ Lembang lagi kapan-kapan. Tentunya dengan mengajak keponakan. Di mana lagi ada tempat anak bermain di ruang terbuka yang nyaman dan gratis? Mudah-mudahan saja sih taman yang keren ini tetap terurus dan terpelihara keindahannya. Supaya Jakarta beneran bisa punya banyak ruang hijau yang benar-benar hidup dan membuat nyaman warganya.

Piknik di Taman Tebet

Kayaknya belum lama ada piknikasik di Taman Senopati, kok sekarang sudah piknik lagi ya? Ya memang rencananya sebulan sekali sih. Katanya kali ini serempak di banyak kota. Piknikasik di Jakarta diselenggarakan di Taman Tebet – Honda. Sempet ragu juga untuk berangkat, karena hujan deras mendera seharian penuh. Hujan pun baru menghilang setelah jam 10, dan saya pun baru berangkat jam 12 siang. Hahaha, telat ajalah pokoknya.

Pernah dengar sih tentang taman ini. Setidaknya pernah ada yang berkomentar tentang keberadaan taman ini di tulisan ini. Hehehe, makanya baru tahu. Cek googling sejenak, ternyata taman ini sudah ada sejak setahun lalu. Saya tahu sih memang sejak dulu di antara perbatasan Tebet Barat dan Tebet Timur itu ada area hijau luas. Namun baru ngeh kalau salah satu bagiannya telah direnovasi menjadi taman yang lebih nyaman. Mungkin karena renovasinya disponsori oleh Honda, makanya nama tamannya menggunakan nama Honda.

Sesampainya di Taman Tebet – Honda ini langit sudah terang, setelah hujan mengguyur seharian. Para peserta piknikasik sudah nongkrong lama sambil ngobrol ngalur ngidul seperti biasanya. Silaturahmi sejenak, berkenalan dengan yang belum kenal, menyapa yang sudah kenal.

Saya sempat berkeliling mengamati siapa saja yang datang ke taman ini. Asyik juga, ada sekumpulan anak yang belajar beraksi sepeda di area perkerasan luas yang berada di tengah taman. Kayaknya semalam ada acara pula di taman ini, karena saya melihat kursi-kursi yang ditumpuk di bawah tenda.

Saya melewati jembatan dengan air sungai kecil di bawahnya. Wah, asyik juga. Sungainya bersih dan nggak bau. Saya pun melihat beberapa orang yang asyik mojok. Ada pula entah kelompok apa yang sedang melakukan pemanasan lari keliling taman. Di salah satu area juga terlihat tempat bermain anak.

Yang unik adalah, pedagang kaki lama hanya berjualan di luar taman, tak jauh di pintu masuk. Tidak ada yang masuk ke taman menawarkan dagangannya. Entahlah apa karena ini dilarang atau tidak. Namun di sudut lain taman, saya melihat seorang ibu yang berjualan nasi dan minuman. Tempat untuk ibu ini memang sengaja disiapkan lokasinya. Jadi tidak berdagang liar seperti yang biasa kita lihat di trotoar-trotoar jalan di Jakarta.

Taman Tebet – Honda ini asyik. Beruntunglah warga Tebet punya tempat seperti ini untuk melepas lelah dan pikiran. Mudah-mudahan sih akan semakin banyak tempat seperti ini di seputar Jakarta. Tempat yang bukan sekedar area hijau, tapi juga menjadi tempat warga berkumpul dan bersosialisasi.

Muktamar BYAR|PET dan Negro Boncel Award

Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, di jumat malam sebelum Pesta Blogger berlangsung, teman-teman blogger BHI membuat acara Muktamar Blogger. Karena tahun ini, Pesta Blogger berubah namanya menjadi ON|OFF, maka wajarlah bila Muktamar Blogger pun ikutan tren dan mengubah namanya pula. Kini menjadi Muktamar Blogger BYAR|PET.

Acaranya? Ya seperti tahun-tahun dulu.. cuma ngobrol ngalur ngidul dengan teman-teman blogger lain. Undangannya untuk siapa saja, mau dari kota manapun silakan mampir, lalu berkenalan dan silaturahmi.

Tempatnya? Mengikuti tradisi teman-teman blogger BHI yang (dulu saat mereka masih muda semua), ngumpulnya Jumat malam di pelataran Plaza Indonesia. Pelataran loh ya, bukan di dalam mall-nya, karena berada di dalam mall itu nggak keren. πŸ˜€ Karena di depan Bunderan HI, maka mereka menamakan dirinya komunitas blogger BHI. BYAR|PET pun serupa, diadakannya di pelataran Plaza Indonesia. Acaranya sederhana saja. Toh yang penting ngumpul dan ngobrol-ngobrolnya.

Semalam itu BYAR|PET bikin award-awardan. Tiba-tiba ujug-ujug Cisca, Dila, saya, dan Paman Tyo diminta maju. Award yang namanya Negro Boncel Award ini diberikan kepada Cisca sebagai blogger pendatang baru terbaik, Dila sebagai tweple tergalau, saya sebagai tweple jago speak, dan Paman Tyo sebagai blogger rauwis-uwis. Halaaah.. πŸ˜€

Errr.. mengenai award-nya sendiri, saya kok ngeri ya ngelihatnya. Boneka ala Barbie disemir hitam, ditempel di atas kaleng oli bekas. Semua engselnya bisa diputar, dan bonekanya sudah diposekan dalam gerakan yang tak mungkin dilakukan manusia. Haha, mudah-mudahan nggak ada jelangkungnya :D. Oh ya, saya dapat kaos keren juga loh dari Paman Tyo.

Terima kasih loh Mas Bahtiar (juragan BHI), Paman Tyo, dan teman-teman BHI lainnya. Semoga saya dikaruniai jodoh ya, nggak cuma speak doang (loh kok curcol).

Sekarang, ini boneka enaknya saya apain ya?

Ikutan Eksperimen Flashmob

Hari Jumat malam lalu, terkait dengan Sumpah Pemuda, saya tertarik untuk ikutan acara yang saya tahu infonya hanya dari Facebook.Β Ini baru sebenar-benarnya flashmob, karena semua yang ikut serta benar-benar atas keinginan sendiri dan tanpa bayaran. Sebenarnya saya suka malas mengikuti acara yang ujung-ujungnya ditunggangi brand. Makanya saya coba tanya sana sini dulu, memastikan kalau perhelatan flashmob ini tidak disponsori brand tertentu. Sejauh yang saya tahu saat itu, memang tidak ada.

Di flashmob ini, semua peserta yang mau ikutan harus terlebih dahulu mengunduh MP3 berdurasi 25 menit. Kita hanya boleh memutar MP3 ini pukul 19:00 tepat di Central Park. Selama 25 menit itu, nantinya akan ada petunjuk melalui rekaman MP3 kegiatan apa yang harus kami lakukan. Peserta yang datang harus mengenakan kaos putih dan merah, sesuai tanggal kelahirannya di angka ganjil atau genap. Peserta juga harus membawa senter dan membawa jaket atau rompi untuk menutupi kaos yang kita pakai.

Barisan Merah dan Putih

Di Central Park saya bertemu dengan Rahne dan Muty (dan temannya yang saya lupa namanya). Ternyata hanya bermodal undangan di Facebook, yang disebar dari mulut ke mulut, banyak sekali yang berdatangan. Hujan rintik-rintik nggak membuat minat para peserta mengendur.

Jam 19:00 tepat kami semua memainkan MP3 di ponsel kami masing-masing. Petunjuk di MP3 mengajak kami semua untuk freeze (diam di tempat), jongkok, meloncat-loncat, mengayun-ayunkan senter ke langit, membentuk bendera Merah Putih berdasarkan kaos yang kami pakai, menyanyikan beberapa lagu wajib, hingga membaca bersama Sumpah Pemuda.

Muty, Rahne, dan temannya Muty

Sayangnya memang meski melalui Facebook, kita sudah diminta untuk mencocokkan waktu di jam kita masing-masing, kenyataannya di lapangan, sinkronisasi susah dilakukan. Saya misalnya, telat memencet tombol play, sehingga ketinggalan dibanding peserta lainnya. Di tengah-tengah aksi flashmob, saya akhirnya mempercepat petunjuk supaya bisa sinkron dengan peserta lainnya.

Di akhir acara, flashmob ini sungguh menyenangkan. Fun yang jelas. Saking besarnya energi para peserta yang ikutan berpartisipasi, hingga acara flashmob berakhir pun, mereka masih asyik berkumpul beramai-ramai spontan di tengah taman di Central Park.

Hmm.. buat saya yang ikut merasakan langsung di dalamnya, aksi flashmob ini sungguh eksperimen sosial yang sangat menarik. Betapa banyaknya orang yang antusias ikutan, meski dalam kemisterian tindakan apa yang harus dilakukan di lapangan. Kegiatan ini pun tanpa promosi heboh, namun bisa mendatangkan lebih dari 100 orang untuk terlibat aktif berpartisipasi.

Siapa yang sudah pernah ikutan flashmob serupa sebelumnya?

Foto-foto usai bubaran flashmob