Terkekung Diam

Sudah lama aku terkekung diam. Bertahun-tahun tangan-tanganku tak bisa bergerak. Tak terhitung berapa malam kaki-kakiku tertanam keras. Aku selalu dalam kurungan, tak bisa menggoyangkan tubuh, tak bisa melirik, tak bisa bersuara. Duniaku hanya sekitarku. Imajinasi untuk berkelana menyentuh seluruh permukaan dunia hanya mimpi. Tak bisa terwujud. Tak akan pernah bisa terwujud.

Cerita tentang dunia hanya bisa kudengar dari para teman mungilku. Mereka yang berkelana ke langit luas, dan berbagi perjalanannya kepadaku. Tak jarang aku sedih, tak jarang aku menangis, tak terhitung berapa kali aku iri mendengarnya. Para teman kecilku yang baik. Mereka selalu menemaniku setiap hari dan malam. Nyanyian mereka setiap pagi menyejukkan batinku. Temanku, sahabatku, keluargaku, peneman hidupku seutuhnya. Sejak aku masih berukuran tunas hingga kini aku menjadi sebuah beringin raksasa.

Menawarkan Kredit

“TIIT”

5 Oktober 2010, 10:41 [083870325525]
Maaf sebelumnya. Boleh saya tawarkan pinjaman KREDIT TANPA AGUNAN dari Bank Asing 11-200jt bunga 1,5%/bulan dengan syarat mudah. Jika berminat, hubungi saya, Panji 08568758314.

“Duh ini lagi, ini lagi,” kataku sambil membaca pesan SMS di ponsel. Sudah beberapa kali aku mendapat SMS sampah seperti ini. Menawarkan kredit tanpa kejelasan bank peminjam. Mungkin para telemarketer kredit bank itu sudah kehabisan cara untuk mengejar konsumen. Permainannya sekarang membajak data bank lain lalu memborbardir pelanggannya dengan SMS seperti ini. Lalu pikiran iseng muncul di kepalaku.

“Hmm, tunggu dulu deh, siapa tahu aku dapat SMS serupa lagi hari ini.”

“TIIT”

5 Oktober 2010, 12:16 [083898252882]
Nikmatilah fasilitas KTA (kredit tanpa agunan) bagi pengguna KARTU KREDIT. Info lebih lanjut hubungi/SMS Yuni, 08999749370. Abaikan pesan ini bila tidak berminat.

“Ahaa,” aku pun tersenyum. Aku catat nomor telepon mereka masing-masing. Hmm, baru aku tersadar ada yang aneh dengan setiap SMS ini. Nomor pengirim selalu tidak sama dengan nomor yang tertulis di SMS.

“Nggak apa-apa,” pikirku. “Aku coba saja ke semua nomornya.”

Lalu akupun memainkan jari jemariku di atas ponsel, mengetik SMS.

Mas Panji, saya sedang tidak membutuhkan pinjaman, tapi silakan coba tawarkan ke rekan saya. Namanya Yuni, nomornya 08999749370. Ia lagi butuh pinjaman cepat.

SMS itu pun kukirimkan ke 083870325525 dan ke 08568758314.

Lalu aku mengetik SMS kedua.

Mbak Yuni, terima kasih atas tawarannya. Saya sedang tidak membutuhkan pinjaman. Coba mbak kontak teman saya, Mas Panji 08568758314. Ia butuh modal tambahan untuk tokonya.

SMS itu pun kukirimkan ke 083898252882 dan ke 08999749370.

Mudah-mudahan saat Panji dan Yuni nanti berkenalan, mereka bisa saling membantu menawarkan kreditnya satu sama lain.

Aku Rindu Padamu

Rasanya sudah lama aku tak berjumpa denganmu. Selama bulan Ramadan, 30 hari kemarin aku berusaha menghindarimu. Sebelas bulan aku selalu bersamamu, menemanimu. Apalah arti waktu sebulan? Aku toh akan menjumpaimu kembali di bulan berikutnya.

Kini aku berhadapan lagi denganmu. Harummu menjadi godaan rayu yang tak bisa kutinggalkan. Bibirku pun mulai menyentuhmu. Aku mulai menahan nafas. Kubuka mulutku, kujulurkan lidahku, dan kumasukkan mie instan idamanku ini ke dalam mulutku.

Kenalan Baru di Facebook

Aku baru berkenalan dengan seorang perempuan cantik di Facebook. Namanya Nadila. Orangnya sungguh ramah. Ia selalu bercerita tentang diri dan keluarganya kepadaku. Aku suka sekali melihat gayanya saat berfoto di Facebook. Selalu terlihat cantik dengan gaun dan sepatu mahalnya. Nadila memang dari keluarga kaya. Foto hunian megahnya ia pajang berkali-kali di Facebook. Nadila memang sering berfoto di hampir semua sudut rumahnya. Beragam dekorasi mahal menghiasi isi ruang rumahnya.

Nadila bisa dibilang orang yang sangat eksis di media sosial. Facebook, Twitter, Foursquare, nggak pernah lepas darinya. Setiap saat ia tak penah lupa meng-update statusnya. Aku pun mengikuti aktivitasnya dimana-mana. Aku tahu kapan ia belanja baju baru di Zara atau Metro. Aku juga tahu kapan ia berburu sepatu boot di toko-toko online. Setiap kali belanja baru, Nadila tak lupa memfoto dirinya. Puluhan fotonya bisa banyak kujumpai di Twitpic. Aku juga tahu persis di mana rumahnya, karena Nadila selalu tak lupa checkin di Foursquare saat ia sampai di rumah. Bisa dibilang, Nadila ini satu-satunya orang yang kukenal yang sangat eksis di internet.

Nadila pernah bercerita kepadaku kalau ia dan keluarganya selalu berlibur ke luar negeri di akhir tahun. Tahun lalu ke Hong Kong, tahun sebelumnya ke Jerman, tahun sebelumnya lagi ke Inggris. Setiap kali ia bercerita, aku hanya bisa berdecak kagum. Betapa beruntungnya seorang Nadila. Punya kesempatan menjelajah dunia tanpa ada batasan dana.

Akhir tahun ini Nadila berencana pergi ke Australia. Tiket sudah dibeli. Saat tadi kami chat, Nadila cerita kalau penjaga rumahnya akhir tahun ini pulang kampung. Hingga saat ini keluarganya belum menemukan penggantinya. Ia bertanya kepadaku, apakah aku punya kenalan yang bisa membantu. Aku bilang, “Ada! Nanti aku carikan.” Aku pun tersenyum senang bisa membantu Nadila.

Seselesainya kami chat, aku segera menelepon temanku.

“Bro, ada target baru nih. Rumahnya di Pondok Indah, kosong akhir tahun ini. Orangnya tajir berat. Banyak barang bagus yang bisa kita garap. Elo entar gw samarin jadi penjaga rumahnya ya!”