Refleksi Cantik di Cermin

Pada saat sesi foto di studio atau di backstage sebelum performance, biasanya selalu ada cermin. Baik si model di studio atau artis yang mau mentas butuh cermin untuk dandan dulu. Kadang-kadang, kalau rejeki bagus, bisa menemukan cermin bersih yang besar dengan lampu-lampu meja rias menyala di tepiannya. Kalau melihat yang seperti ini, jangan lewatkan kesempatan untuk memotret si model atau artis pada saat persiapan.

Biasanya saat memotret refleksi seseorang di cermin, saya selalu fokuskan pada hasil refleksinya, membiarkan figur aslinya out of focus. Pastikan kaca cermin dalam keadaan bersih, agar hasil jepretan terlihat tajam. Memotretlah dari sisi agak samping dan hindari frontal persis di depan cermin, supaya badan si fotografer tidak terlihat di refleksi cermin.

IMG_9616
Aya Anjani, di A Studio Jakarta.
Foto-foto lainnya di depan cermin

sen·su·ous 2

Siang tadi saya mengikuti event foto hunting model di MGK Kemayoran (ini mall sepi amat ya?). Judul hunting kali ini adalah “Sexy Bikini Carwash at Shopping Center” karena memang diadakannya di dalam mall. Awalnya saya sempat mengira event-nya dilakukan di ruang luar mall, namun ternyata diselenggarakan di lantai atas mall yang memang kosong.

Selain memotret model dengan gaya umum (yang menampilkan pose dan ekspresi wajah model), kali ini saya coba sekalian eksplorasi cropping. Saya berusaha menyajikan foto yang tanpa memperlihatkan wajah model, atau hanya memperlihatkan sebagian anatomi tubuh saja. Biarkan sisa imajinasi yang bermain. Foto-foto versi cropping ini sudah ditambahkan ke album sen·su·ous di Flickr. Untuk mengaksesnya, kalian harus login di Flickr dan menonaktifkan safe search di setting.

Berikut adalah beberapa preview fotonya.

IMG_8270

IMG_8326

IMG_8340

IMG_8410

IMG_8462

The Walk

See u bye bye Malang ??? #Novichibi #cherrybelleaudition2015 #vscocam ? by: @pitra

A photo posted by Novi Chibi (@noviherlina) on

She walks in beauty, like the night
Of cloudless climes and starry skies;
And all that’s best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes;
Thus mellowed to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.

One shade the more, one ray the less,
Had half impaired the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o’er her face;
Where thoughts serenely sweet express,
How pure, how dear their dwelling-place.

And on that cheek, and o’er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days in goodness spent,
A mind at peace with all below,
A heart whose love is innocent!

Lorn Byron, 1814 (from Hebrew Melodies, 1815)

Memotret di Kegelapan

Semalam saat makan-makan bareng usai event audisi Cherrybelle di Malang Town Square, ada kebutuhan untuk foto-foto dan rekaman video, karena ada yang barusan ulang tahun. Masalahnya, kita semua makan di ruang luar, dengan cahaya yang seadanya. Nggak mungkin motret dan rekam video dalam kondisi ini. Nggak akan kelihatan apa-apa. Saya sih bisa pakai flash (meski sebetulnya saya menghindari banget pakai flash). Namun tetap saja, untuk video akan butuh lampu tambahan.

Untunglah pihak pengelola bersedia meminjamkan lampu yang bisa dipasang fleksibel. Haha baguslah, jadinya nggak gelap total. Saya tetap memotret tanpa flash.

Foto-foto ini pasti akan diminta saat itu juga untuk di-share di social media. Jadi saya perlu mengantisipasi tone warnanya. Untuk lebih mengurangi warna yang terlalu jingga (yang biasanya terjadi kalau motret malam), saya set white balance di tungsten light 3200K. Biasanya sih saya selalu pakai AWB (auto white balance) lalu saya edit belakangan di Lightroom. Namun karena ini diminta cepat, dan saya nggak bawa notebook, antisipasi awal sebaiknya sudah saya lakukan di kamera. ISO saya set di 8000 dan f 4. Saya usahakan supaya masih bisa memotret di kecepatan 1/125. Untuk di social media, saya nggak terlalu memikirkan noise, karena toh nggak akan terlalu kelihatan untuk ukuran kecil. Setelah foto saya pindahkan ke ponsel, saya edit tone dan angkat sedikit warnanya menggunakan aplikasi VSCO.

Hasilnya seperti apa? Ini beberapa di antaranya.

Update: berikut ini video ulang tahun Angel Chibi 🙂

sen·su·ous

“I believe in the imagination. What I cannot see is infinitely more important than what I can see.” ~Duane Michals, Real Dreams.

That quote probably would represent the photo galleries below. Taken few months ago on the islands at northern part of Jakarta. See more of them at this Flickr gallery. You need to have a Flickr account first before accessing the gallery. And please check your back, don’t let your boss or your parents see this one.

IMG_5429

IMG_7203

IMG_7105

IMG_5587