JKT48 dan Nuansanya

JKT48 di Teater Pasaraya Grande

Beruntunglah saya dulu sekali pernah menyaksikan langsung konser AKB48 di Jakarta.  Meski dulu yang datang kebanyakan juga bukan anggota utama (Senbatsu), tapi setidaknya saya bisa mendapatkan gambaran aura yang diberikan saat menontonnya. Saat itu pertama kalinya juga saya melihat JKT48, grup adiknya yang di Jakarta ikutan mentas bareng di sana.

Bulan Mei kemarin pertama kalinya JKT48 melakukan pertunjukannya di teater. Dulu pertunjukan diadakan di gelanggang olah raga Nyi Ageng Serang di Pasar Festival. Saat itu saya nggak sempat menyaksikannya sama sekali. Bulan Juni kemarin JKT48 menggelar pertunjukannya lagi. Kali ini teater dipindah ke lantai 7 Pasaraya Grande Blok M. Nggak tau deh ini teater tetap atau akan pindah lagi. Saya juga nggak tahu, lantai ini dipakai apa sebelumnya. Sepertinya sih ruangan kosong yang disulap dijadikan teater pertunjukan. Entah kenapa dipilihnya di Blok M. Mungkinkah karena Blok M itu identik dengan Little Japan? Mengingat sejak tahun 1980-an di area Blok M bisa ditemukan banyak bar dan kafe Jepang.


Persiapan teater JKT48 di bulan Mei

Beruntunglah pada kesempatan ini, saya bisa menyaksikan pertunjukan teater JKT48. Hihihi dua kali malahan, di hari Jumat sore dan Sabtu sore. Kalau bisa tiga kali sih mau aja, tapi hmm.. jangan maksa kali yaa. Kesimpulan saya satu: kalau mau menikmati JKT48, jangan nonton versi live-nya di Dahsyat atau panggung lainnya, tapi mending rasakan sendiri nonton performa mereka di panggung yang mereka siapkan sendiri. Rasanya akan sangat berbeda sekali, sesuatu yang sangat unik, dan nggak akan kalian rasakan saat menonton di pertunjukan konser musik lainnya.


Sekilas cerita tentang JKT48

 

Apa yang membuatnya jadi berbeda? Beberapa poin ini mudah-mudahan bisa memberikan gambaran:

1. Teater milik sendiri

Grup kakaknya, AKB48, dikenal lebih dahulu dari aksi performa panggungnya di Akihabara, di teater yang dibuat sendiri khusus untuk performa mereka. Setelah aksi panggung, baru kemudian melebar ke rilis single dan video klip, iklan, dorama, hingga akhirnya ke konser-konser raksasa mereka. Namun soul-nya ya dari performa di panggung teater ini. Hal ini yang membuat mereka terkenal bukan sekedar girl band, tapi juga idol group. Kalau saya sih lebih cocok memadankan AKB48 (dan juga JKT48) dengan Kinarya GSP, daripada memadankannya dengan Cherrybelle dan sebangsanya.

Lightstick diayunkan

Sayangnya kasusnya sedikit berbeda dengan JKT48. Di sini, mereka lebih dahulu dikenal melalui TVC Pocari Sweat, manggung di Dahsyat dan semacamnya. Teater yang menjadi soul-nya terlambat diwujudkan. Nggak heran sih kenapa masih banyak media dan juga penonton umumnya (yang bukan fans) masih mempersepsikannya sebagai girl band ala Cherrybelle atau Princess. Saat ini teater yang dibangun pun masih bersifat temporer. Hanya 8 kali pertunjukan dalam sebulan, sementara di Akihabara sana bisa hampir setiap kali orang bisa melihat aksi performa AKB48. Semoga saja saat teater JKT48 makin terlihat permanen, persepsi seperti ini pun bisa semakin tergeser.

JKT48 di atas panggung

2. Lagu


Overture (prolog) teater JKT48

Bisa dibilang ada 2 jenis lagu yang biasa diperformakan oleh AKB48 (dan juga JKT48). Pertama, adalah setlist lagu tetap yang biasa diperformakan di dalam teater. Lalu kedua, adalah lagu yang mereka rilis dalam bentuk single dan video klip. Setiap lagu selalu dilengkapi dengan koreografinya masing-masing. Entah bagaimana caranya setiap personilnya bisa hapal ratusan koroegrafi yang melengkapi setiap lagu. Makanya saya pun yakin, setelah melihat atraksi panggung JKT48 yang sangat rapih kemarin, kerja keras yang mereka tempuh untuk mencapai itu pasti sangat luar biasa.

Di teater JKT48 kemarin, para personil yang berjumlah 18 orang (dari total 24) menggunakan setlist Pajama Drive, yang berisikan (kalau nggak salah) 16 lagu selama 2 jam penuh. Setlist ini mengadaptasi setlist yang dinyayikan Team B dari AKB48. Semua lagu versi aslinya diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia. Salah satu lagu anthem Team B, “Wasshoi B!” yang teks lagu aslinya memperkenalkan nama-nama personil Team B dari AKB48, diterjemahkan menjadi “Wasshoi J!” yang dipakai untuk memperkenalkan Team J dari JKT48.


Wasshoi B! versi AKB48


Wasshoi J! versi JKT48

Setelah setlist usai, untuk encore-nya, JKT48 menutup dengan lagu-lagu yang dirilis untuk iklan-iklan TVC lokal. Hari Jumat kemarin, yang menjadi encore adalah lagu Aitakatta! (yang dipakai untuk iklan Yamaha Mio) dan Ponytail no Shushu (yang dipakai untuk iklan terbaru Biore). Sementara hari Sabtu kemarin, ada 3 lagu yang menjadi encore, yakni lagu Kimi no Koto ga Suki Dakara (yang dipakai untuk iklan Laurier), lalu Heavy Rotation (yang pernah dibuat video klip dan dipakai juga di iklan Pocari Sweat), dan terakhir adalah lagu yang sama, Ponytail no Shushu.


TVC Jepang yang menggunakan JKT48

 

3. Gaya para personil

Sepertinya saat juragan utama grup 48 ini, Yasushi Akimoto membentuk AKB48 pertama kalinya, ia sangat tahu bagaimana memancing para penggemar baru untuk terus tertarik dengan setiap personil grupnya. Setiap individu harus punya karakternya masing-masing, yang dijelaskan dalam biografi setiap personilnya. Saat sesi perkenalan di panggung pun, dengan gaya cute-nya masing-masing, mereka mengenalkan diri mereka dan kesukaan mereka (sampai ke topik yang mungkin tidak penting sama sekali).

Saat performa JKT48 kemarin, di hari Jumat para personil bercerita tentang makanan kegemaran mereka. Di hari Sabtu, mereka bercerita tentang personil AKB48 favorit mereka. Setiap kali mereka bercerita, para penonton pun ikut bersorak menyemangati. Bahkan ada yang sudah hapal dengan kegemaran dan karakter masing-masing individu personil. Saya pas dengarnya cuma geleng-geleng heran saja sih.

Hal yang khas dengan performa AKB48 (dan juga JKT48) adalah “seragam sekolah”-nya. Kalau sudah pernah melihat video dan konser AKB48, kalian pasti bisa tahu betapa banyaknya “seragam sekolah” yang mereka punya. Setiap seragam khas dengan badge sekolah dan rok pendeknya. Nggak berbeda jauh, JKT48 pun menerapkan konsep serupa (meski dengan rok yang lebih panjang dibanding grup kakaknya).

Pasti punya seragam deh

 

4. Fans

Terkait dengan fans ini ada istilah yang dikenal dengan Wota. Duh, saya nggak terlalu bisa menceritakannya secara detil arti Wota, namun situs fan JKT48 ini bisa menjelaskannya secara historikal. Grup AKB48 hidup dengan penggemarnya. Konsep yang mereka usung adalah “idols you can meet.” Seorang artis hidup bersama penggemarnya, mendapat masukan dan kritikan dari para penggemarnya. Tujuannya, supaya mereka bisa menjadi lebih baik dan tidak mengecewakan penggemarnya.

Saat saya menonton pertunjukan JKT48 kemarin, aura para fans ini yang membuatnya berbeda sekali dibanding saya menonton pertunjukan musik lainnya. Kebanyakan memang (bisa dibilang 90%) yang datang ke pertunjukan ini cowok. Nggak beda juga sih dengan AKB48 di Jepang sana. Saat personil JKT48 menyanyi dan menari di panggung, para fans ini ikut menyahuti hampir di setiap baitnya sambil mengayunkan lightstick mereka bersamaan. Kadang menyebut nama personil yang maju menjadi center di panggung, kadang menyebut kata-kata tertentu.

Herannya, para fans yang berlatar belakang yang berbeda-beda ini bisa satu suara dalam melakukan teriakan chanting-nya. Jujur saja, saya masih nggak paham apa yang mereka ramai-ramai ucapkan dan kapan saat yang tepat harus diucapkan. Seorang teman memberikan tautan ini, kalau saya mau belajar tentang itu. Mungkin kalian mau belajar juga?

Para fans yang datang jauh-jauh dari Makassar. Perhatikan kaos mereka yang bertulisan personil JKT48 favorit mereka masing-masing.

5. Merchandize

Hal menarik dari karakter para fans adalah mereka juga kolektor. Umumnya mereka penyuka anime dan saat terlahir di dunia ini sudah langsung kenal dengan anime dan budaya Jepang. Kalau di Jepang sana, para fans penggemar AKB48 akan sangat rela mengoleksi semua merchandize dan semua varian single mereka, berapapun harganya. Meski di sini belum segila di Jepang sana, namun menarik juga kemarin melihat para fans ini membeli foto-foto dan poster personil JKT48 yang dijual resmi.

Fans yang bertukar koleksi merchandize

Tshirt resmi dijual Rp.100.000, lightstick Rp.50.000 (cuma bisa dipakai sekali), paket berisi acak 4 foto Rp.40.000, dan poster Rp.25.000. Belum lagi pin, stiker, dan merchandize resmi lainnya yang harganya lebih miring. Para fans ini lalu saling bertukar koleksi foto dengan teman-teman mereka, supaya bisa mendapatkan lengkap foto seluruh personil. Ada yang katanya habis lebih dari Rp.250.000 demi memborong merchandize resmi ini. Para fans ini juga merasa malu kalau mereka tidak membeli versi resminya. Sesuatu yang sangat jarang dijumpai pada para penggemar grup musik lainnya, yang cuek saja beli poster dan tshirt bajakan yang tidak mendatangkan keuntungan bagi personil band-nya.

Poster yang bisa dibeli dengan harga Rp.25.000

 

6. Handshake / high five

Jabat tangan atau kadang high five antara personil dan penonton adalah keunikan sendiri dari aksi teater atau konser yang selalu mereka lakukan. Konsep ini memang bertujuan untuk mendekatkan diri mereka dengan para penggemar. Saat performa JKT48 kemarin usai, setiap penonton sebelum bubar keluar teater, mereka bisa berjabat tangan langsung dengan total 24 personil JKT48.

Hihihi, cuma ya, jangan kaget loh ya kalau salaman dengan mereka. Mereka sepertinya sudah dilatih untuk menggenggam kedua tangan kita dengan erat, menatap mata kita langsung, lalu dengan pitch suara yang agak tinggi berucap, “terima kasih yaa. Besok datang lagi yaaa.” Apalagi untuk kalian yang beneran nerd dan nggak pernah menatap mata perempuan dekat-dekat (tanpa digampar), kalian pasti bisa shock mendadak setelah bersalaman dengan 24 perempuan imut-imut seperti personil JKT48.


Pusing nggak sih melihat mereka semua senyum seperti ini?

 

Wuih panjang juga ya tulisan blog ini. Ya semoga saja, dengan keterbatasan saya yang baru 3 bulan menyelami dunia AKB48 dan keluarganya, saya bisa menjelaskan sebaik-baiknya. Oh ya, jangan lupa follow board Pinterest saya ya terkait dengan AKB48 dan keluarganya! 

AKB48xJKT48

Waduh, ini postingan sebenarnya telat banget. Jadi 2 minggu lalu, 25 Februari 2012, saya sempat nonton gratisan konser AKB48xJKT48. Itu loh tim dari Akihabara, Jepang yang isinya puluhan gadis cantik yang menamakan grupnya AKB48 datang ke Jakarta. Di Kartika Expo, bersama dengan adik-adik terbarunya di Jakarta, JKT48, menyelenggarakan show perdananya di Indonesia.

Sayangnya yang datang dari AKB48 kebanyakan bukan yang populernya (halah, sudah syukur datang dan bisa nonton gratisan, masih nggak puas juga). Di antara yang datang, yang saya kenal wajahnya cuma dua: si Minami Takahashi dan Ami Maeda. Lainnya nggak kenal. Haha, soalnya saya cuma familiar yang cakep-cakep dan populer saja sih.

Di show ini, AKB48 banyak membawakan lagu-lagu populer di 2010-2011. Plus, ada pula JKT48 yang ikut beraksi di panggung. Di akhir show, AKB48 dan JKT48 menutup show dengan lagu andalannya, Heavy Rotation.

Baru kali ini saya nonton konser yang beraroma Jepang, dan rasanya sungguh berbeda dibandingkan nonton konser artis Amerika (padahal ya nontonnya sama-sama juga di Indonesia). Kalau biasanya kita di konser itu mengikuti nyanyi si artis (sing a long), nah kalau konser Jepang itu beda. Yang ada malah si penonton (yang biasanya disebut dengan Wota) yang membalas dengan nada tertentu setelah sebaris kalimat diucapkan si artis. Agak-agak mengganggu sebetulnya, haha tapi ya ini ciri khas kok ya dinikmati saja. Apalagi yang namanya Wota ini kebanyakan cowok. Seperti konser AKB48 di Jepang yang isinya memang didominasi oleh penonton cowok, di konsernya di Jakarta ini ya serupa.

Saya lumayan mengikuti perkembangan AKB48 cukup lama, dan karena sudah menonton hampir semua video dan konsernya di YouTube, jadi tahu kalau setiap lagu mereka itu punya koreografinya masing-masing. Mau siapapun anggota tim yang terlibat dalam show (mau yang utama atau bukan), koreografinya tetap sama. Entah bagaimana caranya setiap anggota ini bisa mengingat semua gerakan ya. Lagunya banyak banget soalnya. Belum lagi kekompakan dalam koreografi itu juga kompak pula dalam hal vokal. Entah pelatihan dan gaya disiplin seperti apa yang membuat mereka semua bisa terlatih seperti itu ya.

Mengena show AKB48xJKT48 sendiri, saya sempat mengarsipkan live tweet dari berbagai sumber. Silakan baca saja berikut ini:

Untuk foto-fotonya, silakan cek di bawah ini (terima kasih Suprie untuk koleksinya).

AKB48 dan JKT48

Tahu kan iklan baru Pocari Sweat? Nggak, buset kebangetan banget sih. Kalau suka dede-dede unyu harus lihat iklannya. Pocari Sweat memang lagi menggandeng grup JKT48sebagai bintangnya. Nggak tau JKT48? Baiklah, simak saja dulu iklannya. Yang ini versi 30 detik.

Dan yang ini versi terbarunya, yang 1 menit.

Mau yang lebih panjang? Nah, yang ini dinyanyikan oleh JKT48 di salah satu acara televisi.

Ayo puter terus lagunya, sampai lirik “I Want You! I Need You! I Love You” nya jadi racun di otak. Nah, lagu yang dibawakan ini berjudul “Heavy Rotation” yang liriknya bisa dibaca di sini. Yang menyanyikan aslinya dalah grup dede-dede unyu dari Jepang yang bernama AKB48.

Kalau kata wikipedia sih, AKB48 itu kepanjangan dari Akihabara, dan grup ini memang dikonsepkan aslinya sebagai kelompok idol yang melakukan performa teater di Akihabara, Tokyo, Jepang. AKB48 terbagi menjadi 4 kelompok, dan totalnya terdiri dari berapa orang, saudara-saudara? 59 ORANG!

Lagu Heavy Rotation versi AKB48 bisa dilihat videonya di sini. Hati-hati, videonya agak-agak bikin ketagihan untuk memutarnya terus-menerus. Penuh dengan dede-dede unyu berpakaian lingerie dan bergaya seksi. Duh, seandainya saja JKT48 ikutan pakai kostum serupa seperti video di sini.

Belum puas? Ini ada lagi nih video AKB48 yang mengenakan bikini seksi. Lagunya berjudul Everyday.

Kalau mau lihat anggota AKB48 berjoged asyik di sekolah, bisa cek lagu Happy Birthday.


Lalu kalau mau melihat AKB48 berganti baju di locker sekolah dan basah-basahan di bawah shower, bisa lihat video yang saya nggak tahu judulnya ini.

Masih banyak sih video mereka. Cek saja sendirilah ya di channel mereka di YouTube. Kalau masih belum puas, bisa buka (hampir) semua profil mereka di Google+  atau site resmi mereka.

Heh.. jangan mimisan ya!