Memotret Java Jazz Festival 2016

Setelah absen 3 tahun, akhirnya minggu kemarin saya datang lagi ke perhelatan Java Jazz Festival. Hihihi karena tiket hariannya gratis, makanya jadi datang. Meski saya punya tiket harian untuk hari kedua dan ketiga, akhirnya saya hanya datang di hari kedua saja. Saya berikan ke teman saya saja untuk yang hari ketiga.

Di hari Sabtu 7 Maret 2016 itu, saya sudah di JIExpo Kemayoran sejak pukul 4 lewat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hall diubah namanya menjadi nama brand sponsor. Repotnya, di website tidak disebutkan nama hall ini identik dengan hall nomor berapa. Jadi mesti keliling dulu untuk tahu hall mana yang mewakili brand mana. Ada sih informasinya di LCD yang tersebar di seluruh area. Hanya sayang informasi ini kurang diupdate di website. Itu hanya kasus minor sih, dibandingkan kesenangan yang saya dapatkan saat memotret malam itu.

IMG_2902
RAN
Lihat perform artis lainnya yuk

#WonderfulEclipse: Mengamati Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta

Saya masih kecil waktu gerhana matahari tahun 1983 dulu banget. Namun masih membekas di ingatan betapa pemerintah saat itu memberi peringatan keras supaya kita tidak melihat gerhana matahari langsung. Alasan kesehatan mata tentunya. Akhirnya lebih banyak yang mengamati melalui TVRI saja. Saya salah satunya. Akibat larangan itu, saya pun dilarang untuk keluar rumah.

Tahun 2016 tentu berbeda. Sekarang malah pemerintah gencar mempromosikan gerhana matahari supaya turis berdatangan ke propinsi-propinsi yang mengalami gerhana matahari total. Banyak teman dan saudara saya yang terbang ke Palembang dan Bangka Belitung demi bisa menyaksikannya langsung.

sekuens//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Yuk lihat proses gerhana matahari yang terjadi

Publikasi tentang Faint★Star

Japan Wave Expo diselenggarakan pada tanggal 26-28 Februari 2016 lalu di Central Park Mall Jakarta. Di hari pertama hanya ada event terbatas yang ditujukan untuk para media saja, yang diadakan di Hotel Pullman. Lalu hari kedua dan ketiga, event terbuka diselenggarakan di Tribeca Park, taman terbuka di tengah Central Park Mall.

Teenebelle jadi salah satu bintang utama di event itu. Artinya, saya bisa leluasa mendokumentasikan isi acara selama ada Teenebelle, termasuk di event tertutup di hari Jumat.

Kebetulan juga sejak kedatangan Faint★Star ke Jakarta beberapa bulan lalu, saya mulai menjalin komunikasi dengan manajernya. Hal itu dimulai ketika manajer mereka meminta beberapa foto saya untuk kebutuhan publikasi Faint★Star di media Jepang sana. Saat itu malah saya belum berkenalan dengan mereka. Secara resmi saya baru bertemu dan berkenalan di hari Jumat minggu lalu di Japan Wave Expo.

_MG_1041
Lanjut baca cerita tentang Faint★Star di Jakarta

Foto Panorama Klenteng 180 Derajat

Saat perayaan Imlek 8 Februari 2016 kemarin, bersamaan dengan event jalan-jalan ke Pecinan, saya menyempatkan untuk memotret klenteng dengan kamera Kodak Pixpro SP360.

Hasil kamera ini memang half-sphere (setengah bola). Aplikasi desktop dari Kodak Pixpro SP360 ini memungkinkan untuk mengkonversi foto/video akhir menjadi berbagai macam format 360. Sayangnya setelah dikonversi menjadi format panorama, ternyata informasi gambarnya ada yang dihilangkan. Kalau versi tangkapan foto/video, saya bisa mendapatkan gambar langit-langit klenteng, namun setelah diubah menjadi panorama, langit-langitnya ternyata hilang :(.

panorama
Lihat 4 foto panorama klenteng di Pecinan