Menjadi Pengguna Metro Mini atau Kopaja

Siapa yang masih menjadi pengguna Metro Mini atau Kopaja?

Saya sendiri sudah jarang menggunakan jasa mereka. Kebetulan memang trayek yang saya tempuh setiap hari sudah tergantikan dengan bus Trans Jakarta. Namun tetap ada kalanya saya terpaksa menggunakan Metro Mini atau Kopaja. Biasanya saat antrian bus Trans Jakarta terlalu panjang sementara di luar jalur sana terlihat banyak Kopaja lalu lalang. Demi efisiensi waktu, saya pun terpaksa beralih ke Kopaja.

Ada kalanya juga saya pakai Metro Mini atau Kopaja untuk menyusuri jalur yang memang tidak dilewati bus Trans Jakarta. Itu sih mau nggak mau. Sekarang memang ada pilihan bagi saya untuk menggunakan Go-jek atau Grab Bike, tapi tentu dengan konsekuensi ongkos yang lebih mahal. Ada bagusnya juga sih sekarang Pemda DKI mulai mengakomodir pengelola Kopaja untuk ikut meramaikan trayek bus Trans Jakarta. Pilihannya jadi lebih banyak, meski belum bisa menjawab kebutuhan semua trayek.

DSCF3605

Hal menyebalkan saat menggunakan mini bus tersebut

Medan Merdeka Barat di Pagi Hari

Hari Rabu pagi kemarin saya ke gedung RRI Jakarta di Jl. Medan Merdeka Barat, untuk mendokumentasikan Teenebelle yang siaran di sana. Saat itu pukul 8 lewat. Masih ada banyak waktu sebelum acara dimulai, karena saya sampai di halte bus Monas kepagian. Sambil menunggu, saya duduk cukup lama di dalam halte dan mengamati sekitar.

Menyenangkan sekali suasana pagi saat itu. Cerah. Lalu lintas di sekitar Monas sepi. Lebih banyak bus Trans Jakarta yang lalu lalang daripada mobil yang berlalu. Coba ya setiap sudut kota Jakarta bisa sesepi ini. Enak rasanya menikmati hawa Jakarta seperti ini. Saya pun beranjak ke luar dari halte.

_MG_8400

Perjalanan pun berlanjut

Jalan-jalan Menyusuri Cikini

1452833876284

Hari minggu kemarin saya ikutan event jalan-jalan yang diselenggarakan oleh @JKTGoodGuide. Rute jalan-jalan (dengan kaki ya) ini menyusuri Cikini. Event ini gratis, meski diharapkan kalau kalian puas dengan guide yang diberikan, kalian bisa memberinya tips.

Selain rute Cikini, ternyata @JKTGoodGuide sebelumnya juga sudah pernah mengadakan event serupa dengan rute pusat kota Jakarta, kota tua, Pecinan Glodok, dan Menteng. Semuanya kawasan historis yang punya cerita. Para guide ini mengaku kalau mereka bukan historian. Jadi mereka tidak paham dengan detil cerita yang terjadi di suatu situs. Namun setelah mendengar mereka bercerita, jelas mereka lebih banyak tahu daripada saya hahaha..

Terus jalan-jalannya kayak gimana?

Tahun Baru Bersama JKT48 di Alam Sutra

Kalian bermalam tahun baruan minggu lalu di mana? Biasanya saya sih di rumah. Terakhir jalan ke luar dua tahun lalu rasanya. Namun di penghujung 2015 kemarin saya ikut dengan keramaian di halaman luar Mall @ Alam Sutra.

Karena biasanya di sana jam 6 sore sudah macet, maka saya dan teman-teman berangkat sejak jam 2 siang. Sekalian nyobain untuk pertama kalinya pakai Uber. Lumayan, Tomang – Alam Sutra ternyata cukup Rp.72.000 saja. Sesampai di sana, sambil menunggu waktu, kami makan siang, eh sore. Bahkan kami masih sempat dulu nonton bioskop di sana.

Pohon natal raksasa menghiasi area luar mal, menjadi latar belakang panggung acara. Seperti biasanya, para pejuang fotografer JKT48 sudah nongkrong di lokasi sejak sore, meski JKT48 baru akan mulai perform jam 21:00. Kali ini saya nggak pengin ngoyo kayak biasanya. Mau motret santai saja. Dari tengah belakang, pakai bangku.

IMG_7394

Kemeriahan tahun barunya baru dimulai nih

Mencoba Kamera 360 Derajat

Yang saya maksud di sini bukan aplikasi Camera 360 yang bikin semua selfie jadi cantik ya. Kamera 360 derajat yang saya maksud adalah hemispheric camera, alias kamera yang bisa menangkap gambar dengan sudut super lebar. Anggaplah seperti kita menjepret foto dalam bentuk panorama yang disambung-sambung, tapi dengan kamera ini cukup dengan satu jepretan saja. Selain itu, kamera juga bisa dipakai untuk merekam video dengan sudut yang super lebar. Format video semacam ini sekarang sudah didukung oleh YouTube dan Facebook. Saat kita melihat videonya, kita bisa menggeser-geser sudut pandang hingga 360 derajat keliling.

Kamera semacam ini sebetulnya sudah lama ada, namun harganya masih sangat mahal. Versi consumer dengan harga masuk akal yang saat ini ada hanyalah keluaran dari Kodak (seri Pixpro SP360) dan Ricoh (seri Theta m15 dan Theta S). Seri Pixpro SP360 hanya merekam setengah bola (180×360), sementara Ricoh bisa merekam satu bola penuh (360×360). Karena ini masih teknologi baru, jangan terlalu berharap bisa mendapatkan kualitas video HD untuk versi consumer-nya, meski lumayan memadai untuk dokumentasi seru-seruan.

DSCF3514

Bagaimana hasil rekamannya? Ayo baca terus –