Alternatif Pertanyaan Basa-basi

Masih lanjut dari tulisan sebelumnya nih. Biar para keluarga jauh punya bahan lain untuk memulai percakapan basa-basi dan nggak bikin kamu sakit hati, saya kasih beberapa ide nih. Tahun depan, sebelum sungkeman, daftar pertanyaan ini bisa kamu email/fax/surat/telegram/merpati pos-kan terlebih dahulu ke mereka.

“Wow kamu ganteng/cakep banget ya sekarang. Resepnya apa?”

“Kamu sudah tambah kaya ya sekarang?”

“Kamu masuk TV/majalah/koran ya beberapa bulan lalu?”

“Kamu selebtweet ya? Follower kamu berapa?”

“Baju kamu keren deh. Kamu fashionista sejati ya sekarang?”

“Saya bangga deh dengan kamu. Kamu kemarin dapet emas ya di olimpiade di Inggris sana?

“Saya dengar kamu jadi grandmaster catur tingkat RT ya bulan lalu?”

“Dengar-dengar kamu sempat menerima penghargaan di Jerman ya?”

“Kamu hebat deh sekarang. Sudah punya 5 gedung apartemen dan 10 ruko ya katanya?”

Silakan tambahkan saja pesan basa-basi lainnya. Pilihlah topik yang mengangkat harkat dan martabat kamu di antara anggota keluarga lain. Pilihlah topik yang menonjolkan kelebihan kamu dibanding keluarga jauhmu yang lain.

Ayo buat libur lebaran kamu jadi jauh lebih menyenangkan tahun depan!

Pertanyaan Menyebalkan

Maaf lahir bathin ya kakak-kakak semua!

Selain bermaaf-maafan yang selalu kita lakukan setiap Lebaran (semoga sih dari hati ya), selalu ada kebiasaan untuk sungkeman dengan keluarga yang lebih tua. Untuk banyak orang, sungkeman adalah bagian yang menyiksa, karena kita akan berhadapan dengan pertanyaan rutin yang membosankan.

Bertemu dengan anggota keluarga yang mungkin hanya setahun sekali memang bertujuan untuk menjalin silaturahmi. Karena mereka nggak kenal banget dengan kita, ujung-ujungnya yang terlontar adalah pertanyaan basa-basi. Saking basa-basinya, mereka suka nggak sadar kalau beberapa pertanyaan menyakitkan hati karena terlalu pribadi.

“Wah kamu kok gemukan ya sekarang?”

“Pipi kamu tembem ya?”

“Kapan dong pacarnya diajak ke sini?”

“Jadi kapan nikah?”

“Kapan nih dedeknya lahir?”

“Si inih nggak pengen kamu kasih adik?”

Mau disepet bales dengan pertanyaan lain kok kayaknya nggak sopan. Yang paling dilakukan cuma menganggap itu sebagai doa dan mengaminkan. Meski tetap sih dalam hati dongkol. Yah, namanya juga setahun sekali. Kalau ketemunya hampir setiap hari sih mereka kan sudah kenal dengan diri kita, dan pertanyaan basa-basi itu nggak akan muncul.

Jadi jangan dimasukkan ke hati ya!

Btw, saya sendiri sudah nggak ditanyakan lagi sih. Kalau dulu itu yang tanya hanya eyangti saya. Hihi karena si eyangti pun sudah tahu tentang cerita saya, jadi pertanyaan itu nggak muncul lagi.

Pejalan Kaki di Malioboro

54 pejalan kaki di malioboro

Hari ini saya berada di Jogja. Pagi tadi saya manfaatkan untuk berjalan-jalan mencari gambar ke Malioboro. Lumayan, banyak jepretan menarik yang menceritakan suasana jalan dan kehidupan masyarakat Jogja di Malioboro. Salah satunya foto di atas ini. Dua bapak-bapak ini berjalan di jalur lambat Malioboro. Salah satunya asyik banget bertelepon sambil berjalan kaki. f 5.6, 1/400, ISO 100.