#WonderfulEclipse: Mengamati Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta

Saya masih kecil waktu gerhana matahari tahun 1983 dulu banget. Namun masih membekas di ingatan betapa pemerintah saat itu memberi peringatan keras supaya kita tidak melihat gerhana matahari langsung. Alasan kesehatan mata tentunya. Akhirnya lebih banyak yang mengamati melalui TVRI saja. Saya salah satunya. Akibat larangan itu, saya pun dilarang untuk keluar rumah.

Tahun 2016 tentu berbeda. Sekarang malah pemerintah gencar mempromosikan gerhana matahari supaya turis berdatangan ke propinsi-propinsi yang mengalami gerhana matahari total. Banyak teman dan saudara saya yang terbang ke Palembang dan Bangka Belitung demi bisa menyaksikannya langsung.

sekuens//embedr.flickr.com/assets/client-code.js
Yuk lihat proses gerhana matahari yang terjadi

Tentang 500px

IMG_0392

Blog ini sudah semakin jarang diupdate. Sebagian karena memang saya malas, sebagian alasan lainnya karena saya kini lebih fokus memanfaatkan situs 500px.com untuk memajang galeri foto terakhir saya. Kebetulan pula saat  itu ada diskon 50% untuk akun Awesome (yang paling mahal), sehingga akhirnya saya putuskan untuk berlangganan dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.

500px.com bisa dibilang situs social network khusus untuk para fotografer semi pro dan pro, setidaknya untuk mereka yang tidak memotret menggunakan ponsel (meski tidak ada larangannya sih). Setiap foto yang diunggah bisa langsung otomatis diketahui metadata foto tersebut, seperti speed, diafragma, ISO, bukaan lensa, dll. Kita bisa vote, favoritkan, dan kirim komentar setiap foto. Semakin banyak foto kita mendapat likes (votes), semakin besar nilai Affection kita. Melalui 500px.com juga kita bisa mengkomersialkan karya kita, dari sekedar untuk diunduh ukuran wallpaper hingga cetak di kanvas.

Selain sebagai galeri foto, 500px.com juga menyediakan fitur Stories, yakni tempat kita menyajikan serangkaian foto dalam cerita. Stories tak beda dengan photo blog, dengan desain dan penempatan foto yang sudah diatur. Akhirnya saya merasa lebih nyaman menyampaikan photo blog di sana, daripada di blog ini.

Di 500px.com saya bisa ditemukan di sini:

IMG_0651

Bulan

49 bulan

Tengah malam tanggal 20 maret 2011 katanya bulan akan menunjukkan penampakan terbesarnya di bumi. Fenomena ini hanya terjadi sekitar 18 tahun sekali. Di Jakarta katanya bisa dilihat sekitar jam 1-3 pagi (asal cuaca cerah). Kebetulan saya masih melek jam 2 pagi, dan memutuskan keluar rumah. Kebetulan bulan sedang tak tertutup awan. Memang kelihatan lebih besar sih, meski nggak sebesar yang saya bayangkan. Saya foto 2 kali. Satu kali dengan f 5.6, 1/50, ISO 400 (dengan kecepatan rendah supaya tekstur awan di sekitar bulan masih terlihat). Satu kali lagi dengan f 5.6, 1/500, ISO 400 (dengan kecepatan tinggi supaya tekstur bulannya lebih terlihat). Dua foto itu saya tumpuk dan edit digital. Hasilnya seperti di atas.

Pohon dan Langit

37 pohon dan langit

Satu hal yang suka saya lakukan saat berjalan-jalan ke tempat yang penuh dengan pepohonan adalah melihat ke atas. Terkadang saya mendapatkan cahaya matahari yang lewat menembus dedaunan pohon. Terkadang saya melihat bentuk siluet cabang-cabang pohon dengan sinar matahari kuat memancar di belakangnya. Atau terkadang seperti yang saya dapatkan di foto ini saat saya berjalan-jalan ke kebun binatang Ragunan kemarin. Bentukan awan menarik terkombinasikan batang pohon tunggal yang menyendiri naik ke langit. f 7.1, 1/800, ISO 200.

Ciwidey

12 ciwidey

Saat pulang dari kawasan wisata Kawah Putih, jangan buru-buru ngebut turun. Perhatikan deh di sisi kanan, nanti akan ada satu spot dimana kita bisa melihat lembah dan pegunungan di sekitar Ciwidey. Biasanya spot ini dipakai untuk nongkrong. Kalau langit cerah (seperti di foto), kita bisa melihat siluet gunung berlapis-lapis dengan kabut asap di kejauhan. Dijepret dengan f 5.3, 1/640, ISO 100.