Situ Patenggang

11 situ patenggang

Masih di hari yang sama, setelah saya dan keluarga ke Kawah Putih, kami lalu lanjut ke Situ Patenggang, yang berlokasi sekitar 10 menit dari sana. Pagi masih cerah, langit biru tak berawan, dan mentari bersinar. Waktu itu masih belum pukul 8 pagi, dan kami pun sudah berada di atas perahu sewa, mengelilingi telaga yang kini sedang penuh air. Sudah beberapa kali sebetulnya saya ke sini, tapi belum pernah saya datang saat kondisi cuaca sebagus ini. Biasanya selalu mendung, gerimis, atau musim kemarau saat air surut.

Baru kali ini juga saya tahu, kalau ada pengemudi perahu yang masih anak kecil. Dengan lihainya ia mendayung dan mengarahkan perahunya. Pastinya ia juga sudah hapal titik-titik mana di sekitar telaga yang penuh batu atau dangkal.

11 situ patenggang 2

Kawah Putih

10 kawah putih

Akhir pekan kemarin bertepatan dengan tanggal cantik 10-10-2010, saya dan keluarga berakhir pekan di Bandung coret, tepatnya di Ciwidey. Sabtu malam kami sudah tiba di penginapan Kampoeng Strawberry, sekitar 1 kilometer sebelum gerbang masuk kawasan wisata Kawah Putih. Tujuannya, agar kami bisa menikmati pesona Kawah Putih di Minggu pagi. Saat libur Idul Adha tahun lalu kami sempat datang terlalu siang, dan antrian masuknya penuh, sehingga kami pun akhirnya mengurungkan niat untuk menikmati wisata di dalamnya.

Sejak beberapa bulan lalu, Kawah Putih, yang berada di wilayah Perum Perhutani, menarik biaya yang sangat tinggi untuk masuk. Setiap kendaraan roda empat akan dikenakan biaya Rp. 150.000, dan setiap kepala manusia dikenakan biaya Rp. 15.000. Alternatifnya, kita bisa menumpang kendaraan angkutan resmi yang mereka sebut dengan ontang-anting. Per kepala dikenakan biaya Rp. 26.000. Sangat mahal sebenarnya untuk kelas wisata lokal. Sisi positifnya, kawasan wisata ini terlihat sangat terawat dan bebas dari pedagang asongan. Kawasan wisata resmi dibuka pukul 7 pagi, meski kami ternyata bisa langsung masuk sekitar pukul 6 lewat.

Setelah membayar di loket masuk, perjalanan menuju kawasan wisata Kawah Putih bisa ditempuh dalam 10 menit. Sangat kebetulan kondisi cuaca pagi itu cerah. Langit tak berawan, matahari bersinar cerah, sungguh surga bagi seorang fotografer lansekap. Di pagi hari saat suhu udara mulai berganti, kami masih bisa melihat uap panas merayap di atas telaga belerang ini. Saking cepatnya pergantian suhu udara, kami sempat melihat puting beliung skala sangat kecil bergerak di atas telaga, sebelum lalu menghilang.

Sekedar tips kalau hendak berwisata ke Kawah Putih di pagi hari: pakailah jaket tebal, sarung tangan, kaus kaki, sepatu, dan penutup telinga, karena suhu udaranya luar biasa dingin di sana. Hal ini akan membantu kita untuk lebih berkonsetrasi saat menjepretkan gambar. Jangan sampai seperti saya, yang merasakan kebekuan di buku-buku jari karena tak memakai sarung tangan. Hihi, saya kemarin juga hanya mengenakan sandal. Sempat musibah juga, saat kaki saya menginjak pasir basah bercampur belerang, dan sandal saya terbenam di dalamnya. Walhasil, saya sempat nyeker kedinginan sambil berupaya membersihkan sandal dengan tissue basah.

10 kawah putih 3

10 kawah putih 2