Tips Mengajak Seseorang untuk Difoto

Tulisan ini untuk lebih melengkapi cerita saya di Twitter kemarin, tentang pedekate dengan calon model. Untuk mengajak seseorang yang kita ingin foto untuk kebutuhan Portrait Photography, akan lebih baik kalau sebelumnya kita juga sudah punya portfolio atau contoh karya. Mungkin nggak harus bagus, tapi memadai dan nggak jelek-jelek amat. Namanya juga jualan, kalau barang yang dijual jelek, mana ada yang tertarik kan?

_MG_5601
Apa aja ya tipsnya?

Refleksi Cantik di Cermin

Pada saat sesi foto di studio atau di backstage sebelum performance, biasanya selalu ada cermin. Baik si model di studio atau artis yang mau mentas butuh cermin untuk dandan dulu. Kadang-kadang, kalau rejeki bagus, bisa menemukan cermin bersih yang besar dengan lampu-lampu meja rias menyala di tepiannya. Kalau melihat yang seperti ini, jangan lewatkan kesempatan untuk memotret si model atau artis pada saat persiapan.

Biasanya saat memotret refleksi seseorang di cermin, saya selalu fokuskan pada hasil refleksinya, membiarkan figur aslinya out of focus. Pastikan kaca cermin dalam keadaan bersih, agar hasil jepretan terlihat tajam. Memotretlah dari sisi agak samping dan hindari frontal persis di depan cermin, supaya badan si fotografer tidak terlihat di refleksi cermin.

IMG_9616
Aya Anjani, di A Studio Jakarta.
Foto-foto lainnya di depan cermin

Memotret di Rooftop

Salah satu keuntungan punya apartemen di Westmark adalah akses ke rooftop (atap). Biasanya banyak gedung apartemen yang menutup pintu menuju rooftop. Syukurlah apartemen Westmark tidak.

Lokasi apartemen ini berada persis di sudut persimpangan tomang. Lokasinya persis berhadapan dengan Mal Taman Anggrek. Satu sisi apartemen menghadap ke mal, sementara sisi sebaliknya menghadap ke jalan tol yang menuju merak. Gedung apartemen ini terdiri dari 35 lantai (dipotong semua lantai yang menggunakan angka 4 dan 13). Hanya penghuni yang bisa naik. Itu pun hanya bisa ke lantai tempat tinggal huniannya.

_MG_1278
Melihat Jakarta dari ketinggian

Hiburan Bigo Live

Sekarang kalau menganggur, saya suka iseng buka aplikasi mobile Bigo Live. Suatu dunia social media yang berbeda dibanding yang biasa saya lihat. Melalui aplikasi ini, setiap orang bisa siaran streaming. Nggak cuma itu, ada unsur gamificaton juga di dalamnya. Semakin sering siaran, mendapat gift, atau apresiasi lainnya, si host penyiar akan semakin tinggi experience-nya. Seperti game, ketika mencapai experience tertentu, ia akan naik level.

Screenshot_2016-07-22-06-29-32_sg.bigo.live

Screenshot_2016-07-22-06-27-45_sg.bigo.live
Lanjut ngobrolin Bigo Live

Aya Anjani – Wraps & Rolls

Berawal dari saya menemukan foto restoran Wraps & Rolls di Instagram teman saya. Lalu saya tawarkan ke Aya Anjani untuk bikin sesi foto di sana. Gayung bersambut, dan Aya pun bersedia. Maka berangkatlah kami ke Pantai Indah Kapuk, mencoba sajian makanan di restoran ini. Tentunya tidak melupakan tujuan utama, yakni foto-foto.

Kalau biasanya memotret di suatu restoran atau kafe itu dilarang, kalau di Wraps & Rolls ini malah dianjurkan. Tiga lantai tempat makan tersedia dengan dekorasi interior yang penuh warna. Saat masuk kami diminta untuk langsung memesan makanan. Setelah pesan, kami akan diberikan pager. Nanti setelah pager bergetar dan menyala lampunya, saya diminta untuk mengambil makanan. Semuanya self service.

_MG_1549
Lihat foto-foto Aya Anjani di Wraps & Rolls