Mencoba Kamera 360 Derajat

Yang saya maksud di sini bukan aplikasi Camera 360 yang bikin semua selfie jadi cantik ya. Kamera 360 derajat yang saya maksud adalah hemispheric camera, alias kamera yang bisa menangkap gambar dengan sudut super lebar. Anggaplah seperti kita menjepret foto dalam bentuk panorama yang disambung-sambung, tapi dengan kamera ini cukup dengan satu jepretan saja. Selain itu, kamera juga bisa dipakai untuk merekam video dengan sudut yang super lebar. Format video semacam ini sekarang sudah didukung oleh YouTube dan Facebook. Saat kita melihat videonya, kita bisa menggeser-geser sudut pandang hingga 360 derajat keliling.

Kamera semacam ini sebetulnya sudah lama ada, namun harganya masih sangat mahal. Versi consumer dengan harga masuk akal yang saat ini ada hanyalah keluaran dari Kodak (seri Pixpro SP360) dan Ricoh (seri Theta m15 dan Theta S). Seri Pixpro SP360 hanya merekam setengah bola (180×360), sementara Ricoh bisa merekam satu bola penuh (360×360). Karena ini masih teknologi baru, jangan terlalu berharap bisa mendapatkan kualitas video HD untuk versi consumer-nya, meski lumayan memadai untuk dokumentasi seru-seruan.

DSCF3514

Bagaimana hasil rekamannya? Ayo baca terus –

Kei Andinta – Allure

Suatu pagi bersama Kei (alias Kezia Putri Andinta).

Photobook digital ini mengambil setting di jalur trotoar Cikini, dan sebuah kafe yang berada di tepian trotoar tersebut. Menyusuri satu sudut kota Jakarta yang digarap cukup indah, tapi tak banyak yang mengetahuinya. Memasuki sebuah bangunan lama yang kini direnovasi untuk fungsi baru.

sen·su·ous 2

Siang tadi saya mengikuti event foto hunting model di MGK Kemayoran (ini mall sepi amat ya?). Judul hunting kali ini adalah “Sexy Bikini Carwash at Shopping Center” karena memang diadakannya di dalam mall. Awalnya saya sempat mengira event-nya dilakukan di ruang luar mall, namun ternyata diselenggarakan di lantai atas mall yang memang kosong.

Selain memotret model dengan gaya umum (yang menampilkan pose dan ekspresi wajah model), kali ini saya coba sekalian eksplorasi cropping. Saya berusaha menyajikan foto yang tanpa memperlihatkan wajah model, atau hanya memperlihatkan sebagian anatomi tubuh saja. Biarkan sisa imajinasi yang bermain. Foto-foto versi cropping ini sudah ditambahkan ke album sen·su·ous di Flickr. Untuk mengaksesnya, kalian harus login di Flickr dan menonaktifkan safe search di setting.

Berikut adalah beberapa preview fotonya.

IMG_8270

IMG_8326

IMG_8340

IMG_8410

IMG_8462

Bee dan Yohana

Hari Minggu kemarin saya bersama beberapa teman ikut meramaikan event hunting di Taman Langsat, untuk penggalangan dana bantuan untuk seorang rekan fotografer bernama Denta Ramdani Siregar. Saya baru pertama kalinya ikutan event hunting bertema seperti ini. Fotografer yang ikutan diminta untuk memberikan donasi minimal Rp. 100.000,00. Banyak model yang juga berdatangan. Mereka berpartisipasi menjadi model tanpa dibayar. Semua dana yang terkumpul akan langsung didonasikan ke yang bersangkutan. Dengar-dengar dari salah satu model, katanya berhasil terkumpul dana 40 juta rupiah.

Sepanjang hari Minggu itu, sejak jam 10:00 hingga sore hari, banyak model dan fotografer yang datang dan pergi. Silakan datang dan lakukan aktivitas foto, tanpa ada batasan waktu dan sesi. Sepanjang yang difoto masih kuat, dan yang memotret juga masih kuat, silakan saja lanjut terus. Saya sendiri hanya memotret hingga jam 13:00. Saat saya pulang, masih terlihat banyak sekali fotografer dan model tersebar di beragam penjuru Taman Langsat.

Meski banyak model yang bisa dipilih, tidak banyak yang kena di hati saya untuk memotretnya. Namanya motret suka-suka kan tetap dong pakai hati. Kalau nggak sreg, nanti motretnya jadi nggak niat. Hahaha..

IMG_7836

IMG_7849

IMG_7884

Akhirnya saya menemukan satu model yang saya sangat suka karakteristik wajahnya. Ia menyebut namanya Bee. Lumayan banyak shot saya habiskan untuk memotret Bee. Anaknya juga asyik. Senyum dengan gigi yang terlihat sedikit itulah yang bikin saya (dan juga banyak fotografer lain) tertarik untuk memotretnya. Nama lengkapnya Beckha Widya. Ia baru kembali lagi di dunia model setelah vakum 2 tahun.

Usai cukup banyak memotret Bee, saya kembali berkeliling. Hingga akhirnya saya melihat beberapa fotografer melakukan pemotretan di salah satu jembatan kecil di taman. Nama modelnya Yohana Kristiani. Senyum tipis dan tubuhnya yang langsing memang menarik perhatian. Apalagi ia sempat mengenakan kacamata saat pemotretan. Siapa sih yang nggak luluh lihat perempuan manis berkacamata?

IMG_8017

IMG_7992

IMG_8029

Saya menggunakan lensa manual Helios untuk sebagian besar shot pemotretan. Hitung-hitung buat nambah jam terbang penggunaan. Repotnya kamera Canon adalah sulit melihat ketajaman fokus melalui viewfinder. Orang-orang sih menyarankan untuk melihatnya melalui live view dan di-zoom 10x. Kalau untuk motret landscape yang diam saja sih nggak masalah pakai cara itu, tapi kalau untuk motret subjek yang bergerak kan repot kalau harus pakai live view. Akhirnya saya mengandalkan mata saja. Hahaha alhasil ya begitu deh, ada banyak yang tidak fokus. Paling sulit itu mengukur fokus bila subjek berada lebih dari 2 meter, karena nggak terlalu jelas di viewfinder.

Untuk seluruh foto Bee bisa dicek di album Flickr ini, dan untuk seluruh foto Yohana juga bisa dicek di album Flickr ini.

The Walk

See u bye bye Malang ??? #Novichibi #cherrybelleaudition2015 #vscocam ? by: @pitra

A photo posted by Novi Chibi (@noviherlina) on

She walks in beauty, like the night
Of cloudless climes and starry skies;
And all that’s best of dark and bright
Meet in her aspect and her eyes;
Thus mellowed to that tender light
Which heaven to gaudy day denies.

One shade the more, one ray the less,
Had half impaired the nameless grace
Which waves in every raven tress,
Or softly lightens o’er her face;
Where thoughts serenely sweet express,
How pure, how dear their dwelling-place.

And on that cheek, and o’er that brow,
So soft, so calm, yet eloquent,
The smiles that win, the tints that glow,
But tell of days in goodness spent,
A mind at peace with all below,
A heart whose love is innocent!

Lorn Byron, 1814 (from Hebrew Melodies, 1815)