Tentang Levitasi Bagian III

Lanjut lagi ya tentang foto levitasi. Ini ceritanya saya dan teman-teman kembali melanjutkan sesi foto levitasi. Kali ini di Episentrum Walk. Hari pertama di sana kami sempat dilarang satpam untuk foto-foto, sampai akhirnya kami semua mengajukan keberatan ke akun Episentrum Walk di @epiwalk. Hahaha, ternyata memang boleh kok foto-foto di sana. Cek tweet ini saja, dan simpan sebagai favorit sebagai buktinya. Beberapa hari berikutnya kami kembali datang ke Episentrum Walk dan dengan cueknya foto-foto. Begitu ditegur satpam, bilang saja kalau pengelola Episentrum Walk sudah mengizinkan. Beres deh!

Di sesi pemotretan ini, yang jadi model teman-teman saya lainnya. Ternyata eh ternyata, nggak semua orang bisa dengan mudah meloncat tinggi. Sepertinya semakin berat orang tersebut, semakin pendek pula loncatnya. Bahkan dengan mengambil sudut pemotretan foto dari bawah pun, masih belum terlihat tinggi. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan foto levitasi adalah: ekspresi wajah sebaiknya tetap datar (seperti tidak terjadi apa-apa), saat meloncat kedua kaki sebaiknya melenting ke belakang (jangan satu kaki diangkat), dan rambut panjang sebaiknya diikat (supaya tidak memberi kesan si model jatuh, bukan terbang). Yang paling enak sih ya kalau beneran si model bisa meloncat tinggi.

Foto pertama diambil di luar Grand Indonesia, dengan model Silva. Foto kedua dan seterusnya diambil di Episentrum Walk, dengan model Hanny, Atri, Eva, serta Taufik dan Lily. Semua dijepret dengan kecepatan 1/500.

63 levitasi 1 63 levitasi 5 63 levitasi 4 63 levitasi 3 63 levitasi 2

 

 

 

 

Tentang Levitasi Bagian II

Masih lanjut tentang foto levitasi. Ide pemotretan ini tercetus saat melihat koleksi foto-foto di blog ini. Memang hampir sebagian besar foto tersebut dibuat oleh fotografer profesional. Pengerjaannya pun tidak sederhana. Kebanyakan menggunakan pemotretan studio. Tripod dipasang. Sekali memotret latar belakang. Sekali lagi memotret model yang “melayang” di atas ganjelan kursi. Lalu memasuki proses editing digital dengan menghapus bagian kursi di foto kedua dan menggantikannya dengan foto latar belakang dari foto pertama.  Ya kalau punya studio boleh lah dicoba-coba trik seperti ini.

Alternatif lebih murah dan mudah adalah mengikuti trik yang disampaikan di video YouTube ini. Si fotografer mendapatkan referensinya dari situs ini. Cara ini yang saya kerjakan bersama teman saya, Goenrock dan Ipi. Nggak susah kok. Hihihi asal si model mau untuk diminta loncat berulang-ulang, sisanya sih nggak ada masalah berarti. Cek saja portfolio si fotografer tadi untuk melihat referensi levitasi versinya. Yang jadi model di foto-foto ini juga teman-teman sendiri, namanya Silva dan Dana. Semua foto menggunakan kecepatan 1/500, dengan diafragma dan ISO menyesuaikan pada kondisi cahaya normal. Koleksi hasil foto levitasi juga bisa ditemukan di blog ini.

62 levitasi 1 62 levitasi 5 62 levitasi 4 62 levitasi 3 62 levitasi 2

 

 

 

 

Tentang Levitasi Bagian I

Hari ini saya bersama teman saya Goenrock dan Ipi, mencoba bereksperimen foto baru. Setiap orang pasti bermimpi untuk bisa terbang. Eksperimen ini memang tidak membuat orang terbang dalam arti sesungguhnya, tapi setidaknya merekam kesan kalau orang tersebut bisa terbang.

Praktiknya nggak susah kok. Cari seorang teman yang mau dikorbankan menjadi model. Minta ia melompat pendek. Jepret saat ia berada di udara. Gunakan kecepatan tinggi (saya pakai 1/500), supaya si teman terlihat freeze di udara. Diafragma dan ISO menyesuaikan saja ya.  Untuk membuat kesan lompatannya terlihat tinggi, cobalah ambil sudut pandang dari agak bawah. Gunakan properti untuk membuat “terbang”-nya menjadi lebih bercerita. Yang menjadi peraga di foto ini adalah: Silva dan Dana. Koleksi hasil foto levitasi juga bisa ditemukan di blog ini.

61 levitasi 1 61 levitasi 4 61 levitasi 2 61 levitasi 3

 

 

 

Perempuan dan Sirion

60 perempuan dan sirion 1

Kemarin Sabtu saat berkunjung ke IIMS (Indonesia International Motor Show), saya tentu nggak melewatkan memotret mobil dan “penjaga”-nya. Nah, pas banget lewat area Daihatsu, yang ternyata sedang ada lomba foto. Daihatsu sudah menyiapkan 5 (?) model yang siap dijadikan subjek pemotretan. Saya sih bukan salah satu pesertanya, tapi dengan modal cuek, tetap ikutan motret sana-sini. Yang saya tampilkan di sini adalah foto seorang model dengan mobil Daihatsu All New Sirion di belakangnya. Foto atas dan bawah: f 5, 1/40.

60 perempuan dan sirion 2

Kebersihan Truk

59 kebersihan truk 1
59 kebersihan truk 2

Kalau postingan sebelumnya dijepret dengan iPhone, maka postingan ini menyajikan gambar-gambar yang dijepret menggunakan Nikon D80. Masih menampilkan foto-foto Car Wash Angels, 10 model cantik yang berbasah-basahan di atas truk pickup. Satu hal yang menyenangkan saat menggunakan DSLR adalah lensa zoom-nya, sehingga saya nggak perlu mepet-mepet terlalu dekat dengan para model untuk dapat wajahnya. Foto kedua dari atas ini juga tak mungkin saya ambil dengan menggunakan iPhone karena posisi model yang berada di atas truk, terlalu jauh dari posisi para fotografer. Semua foto ini sudah melewati proses editing digital. Foto atas: f 5, 1/640, ISO 200. Foto kedua dari atas: f 5, 1/800, ISO 200. Foto paling bawah: f 5, 1/320, ISO 200.

59 kebersihan truk 3