25 Foto Replika Kejadian Star Wars: The Force Awakens

Kamu pasti sudah nonton Star Wars: The Force Awakens kan?

Di Flickr kan saya mem-follow banyak tipe fotografer. Salah satu yang saya follow adalah fotografer yang suka motret mainan. Salah satu cita-cita saya dulu ingin jago motret mainan, haha tapi apa daya ngoleksi saja nggak. Mikir-mikir selalu setiap kali mau ngeluarin duit buat belanja mainan.

Jadinya kenikmatan visual terhadap mainan ini saya dapatkan saja dari para fotografer keren ini. Mumpung film Star Wars: The Force Awakens lagi ngehits, mereka ikutan membuat serial foto berdasarkan adegan di film tersebut. Berikut ini beberapa fotonya.

Klik lanjut dong, biar bisa lihat foto-foto mainannya

What will happen tomorrow?

Here are few scenarios for 21.12.2012 judgment day tomorrow. Be prepared!

20.12.2012 aliens are hiding on the dark side of the moon.
21.12.2012 the invasion begins.

20.12.2012 humans from earth’s alternate universe cross to our side.
21.12.2012 the war begins.

20.12.2012 all planets in our solar system are in one alignment.
21.12.2012 prepare for the greatest quake of all time.

20.12.2012 warriors of Atlantis are making final preparation.
21.12.2012 war between homo sapiens and atlanteans begins.

20.12.3012 humans from future earth are desperate from lack of natural resources.
21.12.2012 attack from the future begins.

20.12.2012 creatures from demon realm are opening portals to our world.
21.12.2012 battle between good and evil starts.

20.12.2012 rise of earth’s giant elementals: earth, wind, fire, and water.
21.12.2012 and we’re trapped in the middle of their war.

20.12.2012 a biological virus is injected to several humans in different cities.
21.12.2012 zombie apocalypse begins.

Manusia Terakhir

Bumi sudah porak poranda.
Tak ada lagi yang tersisa.
Yang teringat hanya nama.
Tertanam di benak jiwa.

Si pria kembali berteriak.
Demi melepas sepi yang bergolak.
Meski ia yakin tak ada yang menyimak.
Pun biasa yang membalas hanya suara semak.

Kali ini ia salah sangka.
Jeritan perempuan terdengar membahana.

Si pria langsung berlari.
Cepat-cepat menyusur jurang tanpa tepi.
Melompat-lompat kilat tanpa henti.
Hingga ia tiba di sebuah puing puri.

Runtuhan puing menjatuhi kaki si perempuan.
Jeritan sakitnya terdengar tertahan.

Si pria berjalan mendekat.
Ia angkat runtuhan satu-satu hingga kulit berkeringat.
Kedua tangannya gemetar hebat.
Saat ia memindahkan batu terberat.

Si perempuan menatap gembira.
Harapan hidupnya kembali terbuka.

Tiba-tiba terdengar gelegar hebat.
Puing puri yang tak stabil pun bergeliat.

Si pria mempercepat aksinya.
Hanya ini kesempatan berjumpa manusia.
Ia tak ingin lagi sendiri merana.
Setelah berusaha, kaki si perempuan terbebas juga.

Si perempuan merasakan badannya terangkat.
Si pria menariknya dengan kencang dan erat.
Batu-batu puing puri tak lagi merekat.
Semua runtuh dengan sangat cepat.

Kini si pria menatap wajah si perempuan.
Sudah lama ia tak melihat senyuman.
Mata mereka lama bertatapan.
Mulut pun akhirnya menutup dengan kecupan.

Bumi boleh porak poranda.
Namun kesempatan hidup selalu ada.
Kebahagiaan manusia bermula dari jiwa.
Sampai akhirnya tercipta baru keturunan dan nama.

Bercinta dengan Makhluk Asing

Percakapan berikut diambil dari transkrip komunikasi antara seorang manusia bumi, pria, bernama Dykstra, dan seorang makhluk asing, perempuan, bernama Jaythyl.

Dykstra:
Terima kasih, Jaythyl. Kamu sungguh berbeda dengan perempuan bumi lainnya.

Jaythyl:
Fisik spesies kami memang berbeda dengan manusia. Jumlah dada kami lebih banyak, dan bisa menyesuaikan ukurannya dengan kebutuhan.

Dykstra:
Ow, pantas. Aku pikir tadi hanya perasaanku saja. Jaythyl, aku rasa aku jatuh cinta kepadamu.

Jaythyl:
Dykstra, spesies kami tak mengenal kata cinta. Kami selalu aktif berhubungan dengan lawan jenis kami setiap waktu. Bangsa kami bangsa yang sangat terbuka.

Dykstra:
Jaythyl, tahukah kamu apa yang paling aku suka? Aku merasakan kenikmatan luar biasa saat jari-jarimu tadi memegang wajahku. Aku bahkan sampai merasakan keringat dari jari-jarimu membasahi mulutku.

Jaythyl:
Jari? Oh, maksud kamu sulur-sulurku ini? Ini adalah cara kami menunjukkan perhatian lebih kami kepada pasangan. Dykstra, yang saya teteskan tadi bukan keringat, melainkan sel-sel telur.

Dykstra:
Sel telur? Untuk reproduksi maksudmu?

Jaythyl:
Betul. Aku tadi meneteskan sel telurku ke mulutmu. Sekarang janin hasil reproduksi kita sedang tumbuh berkembang di perutmu.

Dykstra:
Maksudmu? A-aku hamil?

Jaythyl:
Kurang tepat kalau dibilang hamil. Spesies kami membutuhkan inang pria agar janin reproduksi kami bisa hidup. Kamu inang yang tepat bagi janinku. Jangan khawatir, prosesnya nggak lama kok.

Dykstra:
A-apa? Aku mulai merasa mual. Perutku terasa sangat panas.

Jaythyl:
Tunggu saja, paling sebentar lagi juga selesai kok.

Dykstra:
Aarrrhhh… Arrhhh… Aggghhh… Waaarrrggghhh… *

(Suara bayi):
Owaaaa… Owaaa… Owaaaa….

Jaythyl:
Terima kasih ya Dykstra. Kamu sungguh inang yang baik. Bayi hasil reproduksi kita sungguh cantik. Semoga damai selalu menyertaimu di alam sana.

Misteri di Langit

Si Junior asyik saja di balik kemudi. Belum juga 5 tahun, ia sudah berada di balik kokpit. Ia membanting kemudi ke kiri dan ke kanan dengan cepat. Sesekali ia melakukan manuver mendadak, membelokkan pesawat naik dan turun dengan cepat. Tak ada rasa takut di mata Junior. Ia malah tertawa girang setiap kali perutnya bergejolak karena gravitasi.

Sebuah layar kecil menyala di atas kokpit. Awalnya gambar terlihat acak, namun tak lama semakin jelas. Wajah seseorang terlihat di layar. Ia tampak terlihat emosi.

“Junior!! Sudah berapa kali Papa bilang? Jangan bandel! Sudah 3 kali tahun baru, Papa ajak kamu ke bumi untuk melihat kembang api, dan kamu selalu saja kabur dengan pesawat Papa! Ayo cepat kembali!!”

Junior pun menyengir senyum, dan mengarahkan kembali pesawatnya ke kapal induk yang berada di balik bulan.

(Mudah-mudahan ini menjawab misteri di langit yang selalu terjadi di tahun baru).