Hiburan Bigo Live

Sekarang kalau menganggur, saya suka iseng buka aplikasi mobile Bigo Live. Suatu dunia social media yang berbeda dibanding yang biasa saya lihat. Melalui aplikasi ini, setiap orang bisa siaran streaming. Nggak cuma itu, ada unsur gamificaton juga di dalamnya. Semakin sering siaran, mendapat gift, atau apresiasi lainnya, si host penyiar akan semakin tinggi experience-nya. Seperti game, ketika mencapai experience tertentu, ia akan naik level.

Screenshot_2016-07-22-06-29-32_sg.bigo.live

Screenshot_2016-07-22-06-27-45_sg.bigo.live
Lanjut ngobrolin Bigo Live

Mencoba Kamera 360 Derajat

Yang saya maksud di sini bukan aplikasi Camera 360 yang bikin semua selfie jadi cantik ya. Kamera 360 derajat yang saya maksud adalah hemispheric camera, alias kamera yang bisa menangkap gambar dengan sudut super lebar. Anggaplah seperti kita menjepret foto dalam bentuk panorama yang disambung-sambung, tapi dengan kamera ini cukup dengan satu jepretan saja. Selain itu, kamera juga bisa dipakai untuk merekam video dengan sudut yang super lebar. Format video semacam ini sekarang sudah didukung oleh YouTube dan Facebook. Saat kita melihat videonya, kita bisa menggeser-geser sudut pandang hingga 360 derajat keliling.

Kamera semacam ini sebetulnya sudah lama ada, namun harganya masih sangat mahal. Versi consumer dengan harga masuk akal yang saat ini ada hanyalah keluaran dari Kodak (seri Pixpro SP360) dan Ricoh (seri Theta m15 dan Theta S). Seri Pixpro SP360 hanya merekam setengah bola (180×360), sementara Ricoh bisa merekam satu bola penuh (360×360). Karena ini masih teknologi baru, jangan terlalu berharap bisa mendapatkan kualitas video HD untuk versi consumer-nya, meski lumayan memadai untuk dokumentasi seru-seruan.

DSCF3514

Bagaimana hasil rekamannya? Ayo baca terus –

sen·su·ous 2

Siang tadi saya mengikuti event foto hunting model di MGK Kemayoran (ini mall sepi amat ya?). Judul hunting kali ini adalah “Sexy Bikini Carwash at Shopping Center” karena memang diadakannya di dalam mall. Awalnya saya sempat mengira event-nya dilakukan di ruang luar mall, namun ternyata diselenggarakan di lantai atas mall yang memang kosong.

Selain memotret model dengan gaya umum (yang menampilkan pose dan ekspresi wajah model), kali ini saya coba sekalian eksplorasi cropping. Saya berusaha menyajikan foto yang tanpa memperlihatkan wajah model, atau hanya memperlihatkan sebagian anatomi tubuh saja. Biarkan sisa imajinasi yang bermain. Foto-foto versi cropping ini sudah ditambahkan ke album sen·su·ous di Flickr. Untuk mengaksesnya, kalian harus login di Flickr dan menonaktifkan safe search di setting.

Berikut adalah beberapa preview fotonya.

IMG_8270

IMG_8326

IMG_8340

IMG_8410

IMG_8462

sen·su·ous

“I believe in the imagination. What I cannot see is infinitely more important than what I can see.” ~Duane Michals, Real Dreams.

That quote probably would represent the photo galleries below. Taken few months ago on the islands at northern part of Jakarta. See more of them at this Flickr gallery. You need to have a Flickr account first before accessing the gallery. And please check your back, don’t let your boss or your parents see this one.

IMG_5429

IMG_7203

IMG_7105

IMG_5587

Kompetisi Foto Model Popular

Sebetulnya event ini sudah terjadi tanggal 14 Februari 2015 lalu. Tanggal segitu sih orang-orang ngerayain Valentine, saya malah ikutan kontes foto yang diselenggarakan oleh majalah Popular di lokasi Batik Semar, Tomang. Sebenarnya kegiatan foto model seperti sangat banyak di Jakarta. Setiap minggu pasti ada aja yang bikin event serupa, tinggal mau bayar yang murah atau mahal aja. Biasanya yang saya lihat, siapa modelnya dan bagaimana temanya. Saya belum pernah juga saya memotret model dengan pakaian batik yang seksi. Makanya, tema ini menarik. Makanya akhirnya saya ikutan. Kata si panitia, baru 2 minggu pendaftaran, slot yang terisi langsung penuh. Banyak juga ya yang ikutan.

Event pemotretan terbagi 2 sesi. Siang dengan tema bikini batik, lalu sore dengan tema sporty. Gedung Batik Semar ternyata punya interior yang menarik. Rooftop-nya apalagi. Banyak spot yang asyik dipakai untuk pemotretan (asal nggak hujan aja ya). Untunglah ada lokasi pemotretan yang terkena langsung cahaya matahari. Hehe, kalau sudah motret di dalam bangunan (interior), lalu terpaksa mengandalkan flash, saya biasanya langsung males. Nggak jago dalam menggunakan flash soalnya. Apalagi kalau pakai flash, resiko bayangan yang jatuh di belakang si model jadi terlihat keras. Nggak enak dilihatnya.

Sesi pertama saya habiskan di dalam ruangan, dengan flash seadanya. Ujung-ujungnya flash malah saya matikan, lalu motret dengan ISO tinggi saja. Pasti noise akan terlihat sih, meski sebetulnya masih bisa ditolerir. Sesi kedua baru saya all out, karena dilakukan di rooftop. Ada pula ruangan di lantai atas yang juga langsung terkena cahaya matahari. Nah, yang kayak seperti ini asyik nih. Bisa bikin backlight.

Lalu gimana hasilnya? Setelah saya mengirimkan 3 foto, ternyata ada 1 foto yang dipilih masuk dalam Editor’s Choice. Hahaha, ini nggak dapet duit sih. Cuma dapet kaos dan majalah Popular terbaru. Pemenangnya ternyata adalah yang juga menang di kompetisi Popular tahun lalu. Langganan banget ya. Mungkin memang seleranya sudah sama dengan selera jurinya.

Koleksi fotonya bisa dicek di album Flickr ini ya.

IMG_3747
Yang terpilih masuk Editor’s Choice

IMG_3877
Foto yang sebetulnya saya jagokan, tapi nggak menang. Minimal fotonya sekarang dipakai si model di header Twitter dan Line.

IMG_3773Foto ini juga saya jagokan sih, tapi nggak lolos.