Kisah Peri Hati

Peri Hati menjalankan misi. Ia kini mendarat di bumi. Matanya menelusuri kutub, mencari kepingan rasa sayang yang jatuh dari nirwana.

Peri Hati tak bisa kembali, sebelum tugas ini ia lunasi. Ia lalu berjalan menuju hutan salju, bertanya kepada setiap makhluk, apakah ada yang melihat rasa sayang?

Peri Hati semakin gundah. Tak ada yang bisa membantunya. Ia menggerus-gerus salju, berharap tiba-tiba rasa sayang terengkuh dalam genggaman tangannya.

Peri Hati mengambil nafas panjang. Saat itulah terdengar sebuah bisikan menyebut namanya. Ia mencari-cari sumber suara, siapakah yang memanggilnya?

Peri Hati menurunkan badannya, mencari-cari di antara dedaunan putih. Sumber suara semakin mendekat. Ternyata bisikan itu datang dari suara Peri Gajah.

Peri Hati mendengarkan Peri Gajah bercerita. Katanya, kepingan rasa sayang tak akan bisa ditemukan tercecer di hutan salju, apalagi di seluruh kutub.

Peri Hati menangis putus asa. Peri Gajah lanjut berkata, kepingan rasa sayang itu telah berubah bentuk. Ia telah menjadi rasa cinta, yang berbentuk penuh dan tidak lagi berkeping.

Peri Hati tersenyum. Ia berterima kasih kepada Peri Gajah. Kecupan manis diberikan, sebelum ia melayang pergi meninggalkan kutub.

Peri Hati kembali ke nirwana. Ia melapor ke Permaisuri Kasih kalau sebaran rasa sayang telah membuahkan hasil. Sayang telah berubah menjadi cinta.

Peri Hati melihat Permaisuri Kasih tersenyum bahagia. Dunia akan kembali nyaman dalam rasa suka, karena cinta pun terbangun di antara penghuninya.

67-cerita-bidadari-990x662

Tentang Serangan Liliput

69 serangan liliput

Kali ini saya mencoba menggunakan semua stok foto dari Deviantart untuk menyajikan satu cerita baru. Rumput saya ambil dari sini. Kapal yang melayang diambil dari sini. Langit dan planet dari sini, serta latar belakang dari sini. Lalu model perempuan yang terbaring diambil dari sini. Lalu para prajurit kurcaci itu diambil dari sini, sini, sini, dan sini. Hasilnya ya seperti di atas. Bagaimana?

Tentang Sahabat Lama

68 sahabat lama

Kita tentu tak akan mudah melupakan sahabat lama, meski sudah puluhan tahun tak berjumpa. Bayangkan betapa gembiranya saat kita tiba-tiba berjumpa dengan si sahabat di tempat yang terduga. Mungkin begitulah pesan yang mau saya ceritakan di gambar di atas. Foto si perempuan ini saya ambil curi-curi di salah satu pantai di Bali (mudah-mudahan yang empunya foto nggak lihat). Lalu awan saya ambil dari beragam koleksi awan dan dikocok-kocok lagi secara digital. Gambar kuda saya ambil dari sini, serta tanduknya dari sini. Selamat menikmati!

Tentang Cerita Bidadari

67 cerita bidadari

Seorang bidadari mencari petunjuk dari seekor tetua gajah dari suku terpencil. Ia menanyakan arah pulang ke negeri eksotika. Ok, ini sih cerita ngawur. Yang penting saya suka bikin-bikin visual seperti ini saja. Yang agak surreal, imajinatif, dan seksi (kebetulan saja sih punya stok foto ini bekas jepretan IIMS tahun lalu). Foto-foto lainnya saya ambil dari stok foto DeviantArt. Sayap dari sini. Rumput-rumputnya dari sini. Gajah dari sini. Latar belakang dari sini, dan salju dari sini. Selanjutnya, olah digital yang berperan utama.

Tentang Silva

66 silva

Belakangan ini saya tiba-tiba tertarik lagi melihat-lihat foto dan ilustrasi yang diolah digital. Takjub melihat karya-karya orang yang bertebaran di internet. Cek Pinterest saya saja deh untuk beberapa foto keren yang pernah saya lihat. Gara-gara itu, tangan saya ini jadi gatal ingn membuat hal serupa. Sudah lama banget sih saya nggak bikin-bikin seperti ini, makanya kalau percobaan pertama ini masih biasa-biasa saja ya, mohon maklumi ya.

Di ilustrasi digital di atas, saya menggunakan model Silva, yang dulu memang pernah saya foto saat pertama kali membuat foto levitasi.  Foto langit biru juga berasal dari koleksi pribadi. Untuk ilustrasi sayap dan potongan-potongan jubah serta mesin di belakang itu saya ambil dari koleksi stock di DeviantArt. Sayap dari sini, sementara jubah/mesin dari sini. Sisanya, editing pencahayaan dan manipulasi fotonya murni dilakukan digital.