Sabina Altynbekova

Sebenarnya nggak ada bahan posting, tapi blog ini terlalu berkarat kalau nggak ada isinya. Topik sore ini di Twitter ramai dengan 2 hal: 1) seorang atlit voli bernama Sabina Altynbekova (hadeuh nulisnya susah) dan 2) Prabowo tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya dari pemilihan capres, padahal sebentar lagi KPU akan mengumumkan siapa pemenangnya. Yang satu bahasannya santai banget, yang satu serius banget. Dua topik ini bikin trending topic worldwide. Pemicunya? Mana lagi kalau bukan dari para pengguna Twitter Indonesia.

Hahaha.. biar gak serius isinya, maka postingan kali ini tentang Sabina Altynbekova saja yaaa…

Cewek cantik (bangeeet) asal Kazakhstan ini adalah atlet voli yang tiba-tiba menarik perhatian wajah dunia (tepatnya 9 Gag sih) karena parasnya yang luar biasa. Campuran Eropa Timur Iran kuno dan Asia memang mantap ya? Sabina lahir 5 November 1996 (masih 17 tahun — belum legal guys, dan gw biasanya diomelin kalo ngomongin dedek-dedek lucu di fX). Berat 59 kg dan tinggi 182 cm (tuh kalian siapin dingklik kalau mau ngobrol dengan Sabina).

Ini profil social media-nya:

Facebook: https://www.facebook.com/altynbekovas
Ask.fm: http://ask.fm/AltynbekovaS
VK: http://vk.com/altynbekova11
Instagram: http://instagram.com/altynbekova_11

Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova Sabina Altynbekova

Berterima kasihlah kepada warga Tiongkok (katanya mesti nyebut Tiongkok sekarang, bukan Cina) yang banyak mendokumentasikan dedek Sabina ini di kompetisi Asian Women Volleyball U19.

Berikut ini beberapa video rekaman tentang dek Sabina.


Behind the scene interview


Hasil interview

Ada banyak fancam bisa ditemukan di channel YouTube ini http://www.youtube.com/user/glaylioutw


Sabina ngasih kissbye


Sabina siap-siap tanding

Different Values from Different Communities of My Followers

Rasanya Dapat Mention Bertubi Itu…

Pada tanggal 9 Juni kemarin, saya untuk kedua kalinya dapat “hadiah” dari @MentionKe. Seperti biasa, tweet kiriman dari akun itu, dengan menempelkan akun Twitter saya membuat tab mention saya di Tweetdeck dan Tweetbot banjir. Seperti dulu pertama kalinya saya dapat “hadiah” tanggal 10 Januari lalu, efek mention nggak berhenti berhari-hari. Bahkan setelah 11 hari berlalu, saya masih saja menerima efeknya. Untungnya saya tinggal mute keyword saja, biar nggak muncul lagi di tab mention saya.

Versi 10 Januari:

Versi 9 Juni:

Namun seumur-umur saya di Twitter, belum pernah saya dapat kejadian yang terjadi 18 Juni kemarin. Ceritanya pagi itu saya baca koran Kompas seperti biasa. Ada artikel yang menarik perhatian saya, tentang hitung-hitungan subsidi BBM. Lalu saya cari versi online-nya, dan kebetulan Kompas.com pun menyediakan artikel serupa. Seperti biasanya kalau saya melihat berita menarik, saya akan share dong di Twitter.

Ini tweetnya:

Ternyata banyak yang tertarik dengan tweet saya itu lalu melakukan Retweet (baik resmi maupun manual) dan menekan Favorit. Jujur saja, ini mungkin tweet pertama saya yang bisa mendapatkan lebih dari 500 Retweet resmi dan 125 Favorit. Saya nggak menghitung berapa banyak yang melakukan Retweet manual.

Saya kira, mungkin karena momennya tepat dan beritanya relevan, tweet ini mendapat banyak Retweet. Lalu saya cek juga ternyata juga banyak orang yang men-tweet tautan yang sama, namun tidak mendapatkan Retweet sebanyak ini. Di sini saya mengetahui kalau cara penulisan tweet menjadi penting untuk meraih perhatian orang. Kalau di iklan sih namanya Call to Action ya, yang akhirnya memicu orang untuk melakukan engagement terhadap iklan. Dengan memasukkan kata “mahasiswa”, “demo”, dan “melek” memicu orang untuk melakukan engagement.

Hal lain yang saya rasakan saat mendapat hujan Retweet ini adalah mendapatkan respon dari akun-akun Twitter yang emboh itu siapa lalu memberikan argument berbeda terhadap tautan saya. Bahkan sampai ada yang mengasih rentetan kultwit ke saya. Saya sih cenderung mengabaikan semua komentar dari mereka. Lagi pula saya hanya berbagi tautan, dan nggak juga menguasai topik yang dibahas. Nggak beda dengan seperti biasanya saya berbagi tautan video YouTube atau info tentang JKT48. Lucunya pula, saat saya mengecek beberapa akun yang rajin menguliahi saya itu, akun-akun itu relatif baru dan belum punya banyak follower.

Mungkin ini yang dirasakan para politisi di Twitter kali ya? Menyampaikan tentang suatu hal, lalu dihujani banyak kritikan dan kultwit. Capek nggak sih? Hihi tapi itu pilihan mereka sendiri saat berada di Twitter. Saya sih nggak kebayang kalau harus melayani mereka yang mengkritik dan menghujat.

Pilihan saya di Twitter? Hidup damai saja, karena pekerjaan di dunia nyata sudah cukup bikin stres. Nggak ingin berdebat. Twitter buat saya adalah sumber informasi, hiburan, dan mencari teman sebanyak mungkin. Bukan ngajak perang atau debat nggak jelas dengan orang yang tidak jelas identitasnya.

English Rambling