Hai kamu yang…

Hi Kamu!

#JodohUntukPitra

Sekali-sekali nulis yang agak narsis dan pribadi di sini. Hashtag di atas dimulai oleh teman saya, Nico Alyus, yang entah kesambit apa, tiba-tiba bikin serial kultwit semalam. Isi kultwitnya ya bercerita tentang saya (mempromosikan diri saya sih tepatnya). Baca saja sendiri di bawah ini rangkumannya ya.

Terkait dengan tweet di atas, ada beberapa yang kayaknya juga perlu saya tambahi dan koreksi sedikit, karena kok kayaknya jadi berlebihan ya :))

  • Dulu memang benar banget saya di ranah Twitter itu suka sepik sana-sini. Kayaknya semua orang pun tahu. Saya yakin banyak orang lalu berpikiran kalau di dunia nyata, saya aslinya seperti itu. Saya ngerti banget kok tentang pencitraan. Untuk orang yang belum kenal, pasti akan selalu mengasosiasikan karakter asli seseorang itu dari setiap tweet yang disampaikannya. Nggak salah juga sih. Itulah makanya benah-benar diri sudah coba saya lakukan. Sejak awal tahun 2012 ini saya sudah (berusaha) mengurangi sepik sana-sini di Twitter, karena memang nggak ada gunanya juga kok. Kalau masih ada yang tersisa, ya namanya kebiasaan ya, mohon maafkan. Mudah-mudahan lama-lama hilang 🙂
  • Saya juga bukan pebisnis handal (banget). Itu pun bagian dari pencitraaan, karena memang di kantor, untuk urusan eksis di online, memang nama saya yang suka dimunculkan. Saya punya rekanan yang sama luar biasanya di kantor saya di Stratego. Untuk teman-teman yang sudah kenal, pasti ngeh kalau teman saya itu dalam hal bisnis jauh lebih luar biasa daripada saya. Hahaha, saya sih ngikut saja. 🙂
  • Kalau ngomongin rejeki, ya Alhamdulillah selalu ada. Ini si @alderina suka ngasih saya embel-embel #horangkayah hahaha, padahal sih nggak segitu-segitunya. Yang penting semua kebutuhan bisa tercukupi. Apalagi saya bukan orang yang punya banyak keinginan (belanja misalnya), jadi duitnya ya tersimpan gitu aja. Mau makan pun, masih punya kebiasaan yang sama dengan tahun-tahun lalu, suka cari makanan yang murah meriah (kecuali kalau terpaksa lagi meeting bareng klien). Sekarang sudah kapok juga pakai mobil, makanya sekarang lebih irit pula karena kemana-mana pakai angkutan umum. Duit yang tertabung palingan dipakai untuk jalan-jalan backpackeran, 2-3 kali dalam setahun.
  • Saya bukan tipikal orang yang gampang naksir orang. Beneran. Makanya bisa dihitung deh berapa banyak perempuan yang pernah dekat dengan saya, yang saya berani cerita apapun ke dia. Tapi seperti kata Nico di atas, ya betul, kalau memang saya suka, itu artinya saya serius banget dengan dia. Serius dalam artian saya melihatnya sebagai calon pasangan hidup. Ya memang sih, kenyataannya nggak selalu benar yang diseriusin itu ditakdirkan akan jadi jodoh saya ya. Hahaha kalau benar begitu, saya nggak single sekarang. Namun, percaya deh, untuk kamu yang pernah saya dekati sebelumnya, saya nggak pernah main-main kok, apalagi memikirkannya sebagai sekedar hal iseng belaka.
  • Oh ya mau tanya-tanya tentang saya yang sebenarnya, silakan tanya ke orang yang benar, dan jangan percaya 100% apa kata Twitter. Boleh tanya ke @NCLYS, boleh tanya ke @alderina atau ke @tikabanget. Atau ke rekanan sekalian sobat bisnis saya @fedifianto. Plus tanya orang tua saya (meski kalau ini susah kayaknya ya, jadi nggak usah dicoba deh). Mereka kalau dikombinasikan adalah saksi hidup karakter saya yang sebenarnya.

Jadi begitulah sedikit tentang diri saya!

(Ini kok jadi beneran promosi diri ya? Biarin ini toh blog saya sendiri juga).

#hujan

Rangkaian tweet dari seorang pejalan kaki di trotoar Jakarta:

“Aku berlindung di balik sebuah payung. Melihat butiran #hujan berjatuhan kencang di hadapan wajahku. Memecah jalan yang kutempuh kini.”

“Aku menatap ke langit. Melihat #hujan yang semakin menderas. Aku menatap ke depan. Melihat bercak air yang mengumpul di jalan.”

“Aku melompat. Terus melompat. Menjaga kaki jauh dari basah #hujan. Menjaga tubuh agar tetap jauh dari lubang-lubang trotoar yang menganga.”

Sebuah tweet dari pejalan kaki lainnya:

“Astaga! Dalam #hujan seorang pria terjatuh ke dalam lubang galian. Payungnya terlepas. Ia tak terlihat lagi. Apakah ia hanyut terbawa arus?”