Pertanyaan Menyebalkan

Maaf lahir bathin ya kakak-kakak semua!

Selain bermaaf-maafan yang selalu kita lakukan setiap Lebaran (semoga sih dari hati ya), selalu ada kebiasaan untuk sungkeman dengan keluarga yang lebih tua. Untuk banyak orang, sungkeman adalah bagian yang menyiksa, karena kita akan berhadapan dengan pertanyaan rutin yang membosankan.

Bertemu dengan anggota keluarga yang mungkin hanya setahun sekali memang bertujuan untuk menjalin silaturahmi. Karena mereka nggak kenal banget dengan kita, ujung-ujungnya yang terlontar adalah pertanyaan basa-basi. Saking basa-basinya, mereka suka nggak sadar kalau beberapa pertanyaan menyakitkan hati karena terlalu pribadi.

“Wah kamu kok gemukan ya sekarang?”

“Pipi kamu tembem ya?”

“Kapan dong pacarnya diajak ke sini?”

“Jadi kapan nikah?”

“Kapan nih dedeknya lahir?”

“Si inih nggak pengen kamu kasih adik?”

Mau disepet bales dengan pertanyaan lain kok kayaknya nggak sopan. Yang paling dilakukan cuma menganggap itu sebagai doa dan mengaminkan. Meski tetap sih dalam hati dongkol. Yah, namanya juga setahun sekali. Kalau ketemunya hampir setiap hari sih mereka kan sudah kenal dengan diri kita, dan pertanyaan basa-basi itu nggak akan muncul.

Jadi jangan dimasukkan ke hati ya!

Btw, saya sendiri sudah nggak ditanyakan lagi sih. Kalau dulu itu yang tanya hanya eyangti saya. Hihi karena si eyangti pun sudah tahu tentang cerita saya, jadi pertanyaan itu nggak muncul lagi.

#JodohUntukPitra

Sekali-sekali nulis yang agak narsis dan pribadi di sini. Hashtag di atas dimulai oleh teman saya, Nico Alyus, yang entah kesambit apa, tiba-tiba bikin serial kultwit semalam. Isi kultwitnya ya bercerita tentang saya (mempromosikan diri saya sih tepatnya). Baca saja sendiri di bawah ini rangkumannya ya.

Terkait dengan tweet di atas, ada beberapa yang kayaknya juga perlu saya tambahi dan koreksi sedikit, karena kok kayaknya jadi berlebihan ya :))

  • Dulu memang benar banget saya di ranah Twitter itu suka sepik sana-sini. Kayaknya semua orang pun tahu. Saya yakin banyak orang lalu berpikiran kalau di dunia nyata, saya aslinya seperti itu. Saya ngerti banget kok tentang pencitraan. Untuk orang yang belum kenal, pasti akan selalu mengasosiasikan karakter asli seseorang itu dari setiap tweet yang disampaikannya. Nggak salah juga sih. Itulah makanya benah-benar diri sudah coba saya lakukan. Sejak awal tahun 2012 ini saya sudah (berusaha) mengurangi sepik sana-sini di Twitter, karena memang nggak ada gunanya juga kok. Kalau masih ada yang tersisa, ya namanya kebiasaan ya, mohon maafkan. Mudah-mudahan lama-lama hilang 🙂
  • Saya juga bukan pebisnis handal (banget). Itu pun bagian dari pencitraaan, karena memang di kantor, untuk urusan eksis di online, memang nama saya yang suka dimunculkan. Saya punya rekanan yang sama luar biasanya di kantor saya di Stratego. Untuk teman-teman yang sudah kenal, pasti ngeh kalau teman saya itu dalam hal bisnis jauh lebih luar biasa daripada saya. Hahaha, saya sih ngikut saja. 🙂
  • Kalau ngomongin rejeki, ya Alhamdulillah selalu ada. Ini si @alderina suka ngasih saya embel-embel #horangkayah hahaha, padahal sih nggak segitu-segitunya. Yang penting semua kebutuhan bisa tercukupi. Apalagi saya bukan orang yang punya banyak keinginan (belanja misalnya), jadi duitnya ya tersimpan gitu aja. Mau makan pun, masih punya kebiasaan yang sama dengan tahun-tahun lalu, suka cari makanan yang murah meriah (kecuali kalau terpaksa lagi meeting bareng klien). Sekarang sudah kapok juga pakai mobil, makanya sekarang lebih irit pula karena kemana-mana pakai angkutan umum. Duit yang tertabung palingan dipakai untuk jalan-jalan backpackeran, 2-3 kali dalam setahun.
  • Saya bukan tipikal orang yang gampang naksir orang. Beneran. Makanya bisa dihitung deh berapa banyak perempuan yang pernah dekat dengan saya, yang saya berani cerita apapun ke dia. Tapi seperti kata Nico di atas, ya betul, kalau memang saya suka, itu artinya saya serius banget dengan dia. Serius dalam artian saya melihatnya sebagai calon pasangan hidup. Ya memang sih, kenyataannya nggak selalu benar yang diseriusin itu ditakdirkan akan jadi jodoh saya ya. Hahaha kalau benar begitu, saya nggak single sekarang. Namun, percaya deh, untuk kamu yang pernah saya dekati sebelumnya, saya nggak pernah main-main kok, apalagi memikirkannya sebagai sekedar hal iseng belaka.
  • Oh ya mau tanya-tanya tentang saya yang sebenarnya, silakan tanya ke orang yang benar, dan jangan percaya 100% apa kata Twitter. Boleh tanya ke @NCLYS, boleh tanya ke @alderina atau ke @tikabanget. Atau ke rekanan sekalian sobat bisnis saya @fedifianto. Plus tanya orang tua saya (meski kalau ini susah kayaknya ya, jadi nggak usah dicoba deh). Mereka kalau dikombinasikan adalah saksi hidup karakter saya yang sebenarnya.

Jadi begitulah sedikit tentang diri saya!

(Ini kok jadi beneran promosi diri ya? Biarin ini toh blog saya sendiri juga).

Quotes Set #1

Kemarin sempat menemukan kata-kata ini. Kutipan pertama saya temukan saat membaca subtitle lagu AKB48  yang berjudul “Shoujo Tachi yo” yang bercerita tentang perjuangan sekelompok perempuan untuk meraih prestasi dan penghargaan. Sementara dua kutipan berikutnya sih memang saya karang sendiri spontan. Silakan loh, kalau mau di-pin-kan di Pinterest. 🙂

Menemukan Koleksi Masa Lalu

Siapa di sini yang suka menyimpan barang klasik? Minggu lalu ceritanya di rumah lagi dipasang lemari baru. Kalau tahu kebiasaan nyokap, itu artinya akan ada perombakan isi lemari lainnya secara besar-besaran. Yang diganti satu lemari, tapi efeknya ke banyak lemari lainnya. Haha ya jadi PR bersama satu rumah bongkar-bongkar.

Nah gara-gara bongkaran itu, jadi nemu beberapa barang masa lalu yang lupa pernah disimpan di situ. Bukan, bukan foto bekas pujaan hati. Namun koleksi mainan dan barang berbau teknologi nan klasik. Kayak gini nih sukaannya om @pinot. Makanya saya waktu itu jadi foto barang-barang yang saya temukan.

Yang paling banyak ditemukan adalah koleksi kaset lama saya, dan nyokap saya. Eh tau kan yang namanya kaset? Jadi ya adik-adik, dulu itu jauh sebelum kenal dengan MP3, ada yang namanya Compact Disc. Sebelumnya lagi ada yang namanya kaset. Lagunya direkam di atas pita analog. Ada dua sisi, Side A dan Side B. Jadi satu album kaset itu akan dikasih keterangan lagu-lagu apa yang direkam di masing-masing sisi.

20120330-091827.jpg

Selain kaset untuk audio, ada yang namanya juga kaset video. Format yang dulu terkenal ada dua: VHS dan Betamax. Ada yang bisa dipakai merekam selama 30 menit hingga 120 menit. Dulu saya suka merekam ke video dari Laser Disc. Tau gak Laser Disc? Itu adalah DVD era masa lalu. Bentuknya juga cakram tapi besar. Ada dua sisi juga, jadi bisa diputar bolak-balik. Dulu adalah eranya penyewaan film Laser Disc. Biasanya beberapa film bagus, saya rekam dulu dari Laser Disc ke video VHS. Sekarang kaset-kaset rekaman itu teronggok begitu saja karena saya sudah tak punya video player-nya.

Selain itu saya juga menemukan dus-dus program yang masih menggunakan disket. Adik-adik pasti gak kenal yang namanya disket. Seperti kaset, disket menyimpan data digital dalam bentuk pita yang berbentuk cakram. Satu disket ukuran 3.5 inci itu cuma muat 1.44 Megabytes. Haha bayangkan saja dengan USB flash disk yang sekarang bisa menyimpan sampai 8 Gigabytes.

20120330-092045.jpg

Jadi dulu kalau saya main game itu saya harus bolak-balik ganti disket, karena satu jenis game itu bisa punya 3-10 disket, tergantung kompleksitas game-nya. Apalagi dulu hard disk adalah barang mewah. Ukuran 20 Megabytes saja bisa dibilang mahal. Beruntunglah kala itu untuk mereka yang punya hard disk, game bisa dikopi dulu ke situ, jadi nggak perlu bolak-balik ganti disket.

Ngomong-ngomong disket, saya menemukan disket original Windows 3.1 dan DOS 6.2 Upgrade. Saya juga menemukan game klasik Rex Nebular dan Quest for Glory I dan II. Game original ini dulu dibelikan di Singapura. Dulu ingin tahu juga sih apa bedanya beli game bajakan dan original versi disket. Ya sama aja sih sebetulnya. Bedanya yang original lebih mahal aja. Jadi? Lebih murah beli bajakan. Hahaha apalagi dulu modelnya sistem copy game. Per copy-nya bayar Rp.1.000,00. Murah ya?

20120330-091914.jpg

20120330-091937.jpg

20120330-092007.jpg

Benda klasik lain yang saya temukan saat bongkar lemari adalah koleksi komik lokal lama. Saya nemu lengkap satu seri Putri Ular karya Djair. Gambar sampulnya aduhai sekali. Susah ngedapetin komik lama yang lengkap seperti ini. Saya dulu membelinya di sebuah pameran buku, lupa tapi persisnya kapan dan di mana.

20120330-091755.jpg

Tahun 2000-an saya bersama beberapa teman pernah membuat serangkaian komik, ada yang independen, ada yang bekerja sama dengan penerbitan. Dari puluhan komik yang pernah kami buat, tidak semuanya saya masih punya komik versi cetaknya. Bersyukurlah saya, karena saat bongkar-bongkar ini, saya bisa menemukan sebagian komik-komik tadi. Suatu kenangan tersendiri bisa memegang komik-komik karya sendiri ini lagi.

Akhir kata, semua koleksi ini saya pisahkan. Yang memang sudah tak terpakai, namun memiliki rasa sentimentil yang kuat, tentu saya simpan. Selebihnya, akan bersatu dengan sampah-sampah lainnya.

Kalau kamu, benda nostalgia dan sentimentil apakah yang dari masa lalu yang masih kamu simpan?

20120330-091723.jpg

20120330-091701.jpg