Belajar dari Konsep JKT48

Sudah beberapa kali saya menulis tentang JKT48 di blog ini, baik itu murni sebagai fans, atau karena memang kagum dengan pemasarannya yang unik. Bulan Februari dulu saking penasarannya dengan reaksi para fans, akhirnya saya mencoba membuat survei singkat dengan mereka sebagai respondennya. Detil tentang survei ini bisa dibaca di blog satunya.

Setelah survei itu berakhir, pembelajaran saya terhadap strategi yang mereka lakukan masih berlanjut. Saya sempat berdiskusi juga dengan beberapa teman yang berlatar belakang advertising, yang juga mengikuti perkembangan JKT48. Berikut ini beberapa poin yang saya tangkap dari apa yang telah mereka lakukan, dan hal-hal yang pernah kami diskusikan.

Storytelling

Hal menarik dari AKB48 dan diadaptasi di JKT48 adalah membangun cerita, yang dilengkapi dengan kejutan. Di AKB48 misalnya. Cerita tentang member terpopuler mereka, Maeda Atsuko, terlihat banget dibangun. Mulai dari pengumuman kalau ia akan lulus, yang bikin member lain kaget dan menangis, karena mereka tidak ada yang tahu. Hingga konser terbesar AKB48 di Tokyo Dome dengan satu hari terasa banget dikhususkan untuk Maeda.

Di JKT48 sendiri, meski skalanya tidak semasif AKB48, cerita seperti itu sudah mulai terasa dibangun beberapa bulan belakangan ini. Kejutan diberikan di akhir setiap pertunjukan yang dianggap khusus. Isu dihembus dengan adanya single baru, tapi dibuat tetap misterius single apa yang dimaksud. Fans dibiarkan penasaran supaya pembicaraan di social media terus berlangsung.

Saat konser spesial Heavy Rotation akhirnya disebutkan kalau yang dimaksud adalah single River, misalnya. Atau saat tiba-tiba diumumkan show JKT48 Trainee akan berakhir. Seketika saja booking tiket di show terakhir di hari Minggu kemarin meningkat tajam mencapai 5.000 pemesanan. Padahal sebelumnya, kalau mau nonton JKT48 Trainee bisa dibilang sangat gampang, karena tak banyak yang melakukan booking.

Cerita akan selalu dimunculkan di setiap eventnya, demi memancing rasa penasaran fans untuk melihat show-show dan kejutan berikutnya. Semakin penasaran, semakin ramai dibicarakan di social media.

Everlasting Brand

Ada yang pernah bertanya ke saya, apakah grup JKT48 ini bisa bertahan lama? Apa yang terjadi kalau member yang paling populer keluar, apakah grup ini bubar? Hal yang lumrah memang mendengar kalau ada grup musisi yang cekcok, tak lama kemudian grup itu bubar jalan. Atau saat vokalis sebuah grup hengkang, meski grup itu sudah digantikan dengan vokalis lain, tetap terasa ada rasa yang berbeda. Grup ini memang sangat tergantung dengan individunya. Lalu apakah JKT48 akan demikian juga?

Saya belum bisa menjawabnya ya. Namun kalau saya amati brand AKB48 di Jepang sana tetap bisa hidup sejak dibentuk pertama kali tahun 2005. Bahkan sampai member paling populernya (yang saya duga juga ikut mendukung popularitas AKB48 belakangan ini), Maeda Atsuko lulus (atau keluar), ternyata brand AKB48 tetap hidup. Tidak ada tanda-tanda ditinggalkan oleh fans-nya.

Menjelang Maeda Atsuko lulus, Team 4 AKB48 yang sudah mandiri tiba-tiba dibubarkan dan dilebur dalam 3 team utama. Beberapa member muda tiba-tiba diangkat dan dikenalkan dengan banyak cara. Ada Paruru (Haruka Shimazaki) yang tiba-tiba didaulat jadi center, muncul di banyak video klip, dan bahkan bersama generasi muda lainnya main di film seri Majisuka Gakuen 3. Wajah-wajah mereka ditampilkan sesering mungkin, untuk menggaet fans-fans baru. Akhirnya brand AKB48 pun bisa tetap hidup dengan wajah-wajah muda dimunculkan.

Saya yakin JKT48 akan melakukan hal serupa bila suatu waktu nanti Melody, Nabilah, Kinal, Shania, atau member lainnya harus lulus dan mencari kesempatan lain. Manajemen pasti sudah akan menyiapkan antisipasi member-member generasi berikutnya untuk menggantikannya.

Gimmicks

Saya dulu termasuk yang nggak pernah percaya kalau jualan merchandise resmi itu bisa laku di Indonesia, karena ujung-ujungnya orang akan cari bajakannya. Sampai akhirnya saya mengalami sendiri sistem penjualan yang dilakukan oleh manajemen JKT48.

Melihat sendiri fans meramaikan booth merchandise di teater saja sudah luar biasa. Melihat fans bertukar koleksi merchandise photo pack, dan bahkan menjualnya dengan harga tinggi, demi bisa menonton teater juga sudah hal yang biasa. Hal ajaib seperti merchandise kaos dengan desain oleh member sendiri (yang jujur saja menurut saya desainnya nggak banget ituh) pun laku dibeli oleh fans.

Di tulisan sebelumnya saya cerita kalau saya antri membeli CD single River yang rilis minggu lalu. Antrian yang nggak diduga ternyata berlangsung selama hampir 5 jam. Melelahkan dan menyebalkan pastinya. Namun semua orang yang antri pada saat itu sudah nggak peduli lagi. Semua dilakukan demi gimmick tiket handshake 1 Juni mendatang. Demi handshake pula ada yang membeli 5 CD, 10 CD, bahkan 50 CD.

Tujuan membeli CD bukan lagi untuk menikmati lagu, namun untuk mengumpulkan gimmick. Karena kalau untuk sekedar menikmati lagu, tak lama setelah single rilis, MP3-nya sudah langsung beredar di jagad internet. Fans nggak lagi membeli CD karena suka dengan lagunya, namun karena ada hal menarik lainnya yang jadi perhatian fans.

Organic Fans

Seorang teman ada yang pernah bertanya juga, itu fans-nya beneran bukan sih? Fans-nya dibentuk oleh Dentsu sebagai agency-nya JKT48 bukan? Saya jelaskan ke teman saya itu, kalau setahu yang saya kenal, fans JKT48 benar-benar asli dan terbentuk secara organik. Banyak dari mereka yang benar-benar mendukung member dengan beragam cara. Baik itu sekedar datang nonton pertunjukan live-nya, nonton di teater, beli merchandise, atau bahkan memberikan gift dan fan letter sebagai bukti dukungannya.

Awalnya saya menduga kalau mayoritas fans JKT48 adalah penyuka AKB48 juga sebelumnya. Ternyata dari survei yang saya sebar waktu itu, malah kebanyakan dari mereka nggak terlalu tahu apa itu AKB48. Kalau pun tahu, nggak pernah dengar lagu mereka juga.

Keberadaan teater tetap di FX-lah yang menjadi penarik utamanya. Fans-fans baru bermunculan karena mendengar cerita menarik dari teman-temannya yang sudah pernah berkunjung ke teaternya. Teater menjadi sanctuary bagi mereka. Kafe dan food court di FX menjadi tempat berkumpul menjelang dan setelah teater. Yang dibicarakan? Ya tentang JKT48.

Saya awalnya mengira perkembangan fans yang organik ini hanya terjadi di Jabodetabek, karena kedekatan aksesnya ke teater. Namun hal luar biasa terjadi saat JKT48 beberapa bulan lalu manggung di Jogja. Saya tidak di sana, namun dari video rekaman fans yang beredar di YouTube, antusias fans JKT48 di sana luar biasa. Ratusan lightstick menyala memenuhi stadion yang dipakai konser. Mereka pun kompak meneriakkan chant mix saat lagu dibawakan. Luar biasa.

Saya yakin di luar hasil survei dan pengamatan yang saya tulis di postingan ini, akan banyak hal luar biasa lagi yang akan mereka lakukan di masa datang. Sesuatu yang mengejutkan, yang membuat para fans hanya bisa berdecak kagum. Saya akan masih terus mengikuti perkembangan JKT48 dan strateginya. Bila ada temuan baru, pastinya akan saya tulis kembali di blog ini.

Baca juga tulisan Widi Asmoro yang membahas pemasaran JKT48 di blognya.

Mengantri CD Single RIVER dari JKT48

Hari ini saya mencoba pengalaman baru. Sebelumnya setiap kali ada event khusus dari JKT48 di teater, saya cuma melihatnya dari jauh. Malas banget lihat antriannya. Apapun itu benefitnya.

Namun karena mengamati banyak event teaternya yang unik, kali ini saya ikutan mencoba deh, bergabung dengan para fans lainnya untuk ikut dalam antrian CD single terbaru JKT48 yang berjudul RIVER. Iming-iming yang diberikan kepada para fans yang melakukan pembelian CD di hari ini adalah tiket handshake individual untuk tanggal 1 Juni nanti.

Handshake individual? Apa itu handshake? Kenapa itu harus menjadi iming-iming yang menarik? Naaah… Ini yang luar biasa. Handshake individual pertama diadakan sekitar bulan lalu. Sebelumnya semua orang yang sudah pernah membeli CD album HEAVY ROTATION di teater (khusus di sana ya, bukan di toko-toko), juga mendapatkan form khusus. Form ini bisa ditukar dengan tiket  handshake individual pertama.

Di event handshake individual ini, setiap orang bisa mendapatkan kesempatan bersalaman dan ngobrol dengan member JKT48 selama 10 detik. HANYA 10 DETIK! Jadi kalau mau ngobrol lama, setiap fans ya harus beli CD album Heavy Rotation yang banyak. Di event yang hanya berlangsung sehari itu katanya ada 7.000 tiket handshake individual yang dipakai. Artinya, pembelian CD album HEAVY ROTATION melalui teater saja sudah mencapai 7.000 copy. Berita terakhir dari akun official JKT48, penjualan CD album di Jabodetabek saja melalui teater dan direct selling ke kota-kota mencapai 70.000 copy. Angka yang luar biasa ya?

Event hari ini sangat ramai, padat banget malahan, karena semua orang yang antri membeli CD single RIVER ini sangat berharap mendapatkan tiket handshake individual ini. Yang antri pun nggak mungkin hanya membeli 1 copy CD. Ada yang membeli 2-3 copy, atau ada teman saya yang membeli hingga 16 copy. Biasanya setelah ini, mereka akan menjual CD-nya lagi ke teman lainnya dengan lebih murah, tapi tiket handshake-nya mereka ambil sendiri.

Saking ramainya, mungkin pihak manajemen JKT48 dan pihak label HITS Record  yang menjadi penyelenggara event ini nggak menyangka antrian yang terjadi sampai separah ini. Seharusnya antrian dibuka jam 11, tapi sampai jam 12 penjualan CD tak juga dimulai. Antrian mengular sampai depan lift, depan eskalator, dan terus memanjang. Saya yakin sih orang-orang pemilik toko di depannya akan protes karena ini.

jkt48river08

jkt48river07

Fans yang datang untungnya tertib sendiri, tanpa perlu banyak diatur. Hanya sayangnya saat antrian masuk ke area luar ruang teater (depan merchandise dan depan loket), di situ area antrian yang dikasih pembatas kiri dan kanan tak menyeluruh sampai keluar. Akibatnya di sisi luar jadi berebut masuk ke dalam area yang berbatas.

Setelah agak lama, sekuriti akhirnya berteriak supaya yang anak-anak dan perempuan keluar dari antrian, dan membentuk antrian baru yang lebih manusiawi. Kebetulan saja tadi ada teman saya yang perempuan yang sudah megap-megap karena terdesak.

Saya sampai masuk persis di depan teater (tempat biasanya dilakukan pemeriksaan tiket teater) jam 14:30. Artinya saya sudah antri 3,5 jam hingga sampai titik itu.

Di dalam, setiap orang dibagikan form isian member mana yang akan ditemui untuk handshake di tanggal 1 Juni. Jadwal sudah tersedia rapih. Saya tinggal mengisi saja form-nya. Bahkan disiapkan backing board dan bolpen, supaya kami bisa mengisinya dengan mudah. Sangat membantu sekali.

Antrian pun ternyata masih berlanjut di dalam teater. Hahaha nggak berhenti-berhenti. Untungnya di dalam teater ada hiburan dari layar panggung yang memutar beragam video JKT48, termasuk yang nggak pernah diupload di YouTube-nya JKT48. Ada rekaman Mega Konser lagu Heavy Rotation satu video utuh. Ada pula teaser versi baru dari single RIVER.

Yang tak terduga adalah, pada saat itu juga diputar video resmi single RIVER utuh. Satu ruangan teater yang sempat riuh, tiba-tiba diam dan menatap ke layar. Videonya diawali dengan cerita para member Team J bersiap memasuki ruang audisi. Di dalamnya ada beberapa juri yang menatap sinis ke mereka. Lalu terdengar teriakan Kinal, “JE KE TI..” dan masuk ke sesi dance yang dimunculkan di teaser. Videonya menarik. Editingnya bagus, meski menurut saya masih agak terang ya. Di tengah-tengah dance, disisipkan cerita para member yang berlatih demi audisi. Ada pula shot-shot individual dengan latar belakang putih. Video diakhiri dengan para juri yang tersenyum dan kagum dengan performa member Team J.

jkt48river06

Sesi penjualan CD single RIVER saat saya datang terbagi dalam 5 meja. Meja paling kiri ada Ghaida dan Gaby. Meja kedua dari kiri ada Sonia dan Ayana. Meja selanjutnya ada Rena dan Kinal. Meja kedua dari kanan ada Beby dan Shania. Lalu meja terakhir di paling kanan ada Frieska dan Sonya. Saya pas datang di meja Sonia dan Ayana.

Pembelian pun selesai, dan saya persis keluar di teater jam 15:40. Artinya total lebih dari 4,5 jam saya mengantri (sarap ya?).

Lalu bagaimana dengan isi CD single RIVER? Di dalamnya ada kartu remi (trump card). Berikut ini koleksi kartu yang saya foto dari punya fans saat saling bertukar kartu pasca acara.

jkt48river05

jkt48river04

jkt48river03

Saya suka desain CD single RIVER ini. Jauh lebih bagus dibanding album HEAVY ROTATION. Sampul depan dan interiornya bagus. Yang jelek (asli jelek) adalah sampul belakangnya. Entah kenapa si desainer pakai tekstur yang malah bikin kesan kertas jadi kotor. Yang lebih lucu lagi adalah ternyata tracklist 2 dan 3 terbalik, sampai perlu lampiran revisi. Track pertama: RIVER (Team J). Track kedua: SAKURA NO SHIORI (Team J & Trainee). Track ketiga: MIRAI NO KAJITSU (Trainee).

Track SAKURA NO SHIORI khusus baru pertama kali dimunculkan di single CD ini, Warna suaranya mirip dengan versi AKB48-nya, tetap bermain di nuansa vokal. Keren!

Mungkin itu saja cerita hari ini. Sudah panjang banget ini postingannya. Oh ya, ada info kalau hingga saat saya keluar dari teater tadi, CD single RIVER yang dirilis hari ini sudah langsung terjual 3.000 copy. Wow banget ya? Semoga saja bisa terus bertahan dan meningkat setiap harinya.

Btw untuk yang belum pernah baca survei yang pernah saya bagikan di Twitter tentang JKT48 & FANS, bisa menyimaknya di tulisan saya di blog satunya.

jkt48river01

jkt48river02

Teater JKT48

Semalam saya kembali lagi menonton teater JKT48. Kali ini teaternya (katanya) sudah tetap, dan tak akan berpindah lagi. Setelah dulu sempat berada di Pasar Festival, lalu pindah ke lantai atas Pasaraya Blok M, bulan ini pindah ke lantai 4 FX Lifestyle X’nter Sudirman. Sudah sempat nebak sih akan pindah ke sini, karena beberapa bulan lalu saat saya sedang berada di sana, sempat terdengar sayup-sayup single-single JKT48 diputar di tempat yang kini sudah berubah jadi teater. Nggak mungkin pihak pengelola FX yang memutarnya karena single-single mereka kan belum beredar umum di pasaran.

Saya nggak datang di acara pembukaan. Yang katanya sempat dihadiri oleh Harugon (Nakagawa Haruka) dan Akicha (Takajo Aki) dari AKB48 Team A. Mereka berdua memang nanti akan bergabung dengan JKT48, setelah diumumkan di konser raksasa terakhir mereka di Tokyo Dome beberapa minggu lalu. Bahkan mereka berdua katanya juga sempat muncul di pertunjukan teater JKT48 hari perdana.

Saat saya masuk pertama kali ke FX banyak banget karangan bunga dari komunitas pecinta JKT48 dan AKB48 berdatangan. Ada yang lucu, seperti karangan bunga dari fans Kaskus JKT48 dan dari Kakak-kakak Jomblo Permanen (entah harus merespon apa membaca ini).

Harugon dan Akicha di antara JKT48 saat pembukaan
Harugon dan Akicha di antara JKT48 saat pembukaan (via AKB48 Wrapup)
Harugon dan Akicha berpose di karangan bunga yang ...
Harugon dan Akicha berpose di karangan bunga yang … (via AKB48 Wrapup)

Sesampai di lantai 4, terlihat lantai itu penuh dengan ratusan cowok. Banyak yang menggelesor di sekitar teater JKT48. Ternyata show juga mendatangkan pendapatan tambahan bagi para fans. Seperti pedagang kaki lima, mereka menggelar koleksi foto-foto seri JKT48 di lantai. Pengunjung yang datang bisa bertukar foto atau membeli foto yang kurang dari koleksi mereka. Jumlahnya memenuhi setengah lantai 4 FX. Nggak tau deh nih apakah suatu waktu mereka akan ditertibkan juga, karena tentu akan mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang ke toko-toko di sekitar teater.

Teater JKT48 di FX lantai 4
Teater JKT48 di FX lantai 4
TV yang memutar rekaman dokumentasi JKT48
TV yang memutar rekaman dokumentasi JKT48
Tukaran swags yuk (atau dijual deh boleh)
Tukaran swags yuk (atau dijual deh boleh)
Antrian pembelian swags
Antrian pembelian swags

Tiket yang sekarang berharga Rp.100.000 tidak bisa dibeli langsung. Jadwal pembelian tiket JKT48 terlebih dulu diumumkan di Twitter dan Facebook. Kita harus melakukan booking terlebih dahulu. Masa booking pun dijadwalkan hanya untuk periode tertentu untuk menonton konser hari tertentu juga. Setelah itu penyelenggara akan melakukan pemilihan acak. Saya beruntung mendapatkan email konfirmasi perolehan tiket, sementara banyak teman saya yang mencoba tidak mendapatkannya sama sekali. Email konfirmasi ini yang ditunjukkan di lokasi untuk ditukar dengan tiket sebenarnya. Pembayaran kini juga langsung dilakukan di lokasi.

Saya mendapat tiket warna biru nomor 8. Jadi 3 warna tiket: kuning, merah, dan biru, yang masing-masing dikasih nomor 1 s/d 10. Sekitar setengah jam sebelum acara dimulai, penyelenggara akan memanggil masuk pengunjung berdasarkan warna tiket. Kalau semalam, yang dipanggil warna kuning, lalu merah, lalu biru. Warna biru terakhir dipanggil, lalu kami diminta untuk antri sesuai nomor. Kelompok 1 dan 2 di paling kiri. Kelompok 3 dan 4 di sebelah kanannya, dan seterusnya. Kelompok biru lalu diminta untuk masuk ke teater, dimulai dari nomor paling besar.

Tiket saya, biru nomor 8
Tiket saya, biru nomor 8
Generasi pertama JKT48
Generasi pertama JKT48

Saya lalu masuk melewati lorong dengan foto-foto anggota JKT48 dipajang di dinding, dan memasuki teater. Ternyata ukuran teater tidak terlalu besar. Bahkan jauh lebih kecil daripada teater di Pasaraya Blok M. Ternyata berdasarkan urutan panggilan masuk tadi, meski saya menukar tiket menjelang akhir, saya malah bisa duduk di barisan paling depan sebelah kiri. Benar-benar paling depan panggung.

Sambil menunggu show dimulai saya iseng menghitung kapasitas teater. Ternyata hanya ada 180 bangku, berjejer 9 baris dikali masing-masing baris sekitar 20 bangku. Sayangnya barisan bangku ini tidak dibuat berjenjang, sehingga yang duduk di belakang tentu agak kesulitan melihat panggung. Sebelum acara mulai, ruang sisa di belakang pun dijejali oleh pengunjung yang berdiri. Kurang lebih sekitar 30 orang terlihat berjejal berdiri di belakang.

Aksi pertunjukan JKT48
Aksi pertunjukan JKT48 (via AKB48 Wrapup)
Aksi encore JKT48
Aksi encore JKT48 (via AKB48 Wrapup)

Saya sebenarnya berharap kalau show JKT48 bulan ini sudah berganti setlist, tidak lagi Pajama Drive. Apalagi beberapa lagu setlist ini sudah sempat ditayangkan di Mega Konser JKT48 di RCTI bulan lalu. Kebanyakan yang menonton show pun orang yang sama. Mereka sudah hapal urutan, chanting, dan wajah-wajah personilnya. Mungkin karena aroma teater baru, masih ada ketertarikan pengunjung untuk menontonnya. Buat saya pribadi sih, kalau bulan depan yang ditayangkan masih juga Pajama Drive, kemungkinan besar saya tidak akan menontonnya lagi. Namun itu saya loh ya. Para fans lain mungkin bisa berkata beda.

Baru kali ini saya benar-benar menatap personil JKT48 dari dekat. Melihat keringat mereka mengucur baru di 3 lagu pertama. Memperhatikan detil raut dan ekspresi wajah mereka satu persatu. Melihat personil yang mencoba mengatasi ketidaknyamanannya di atas panggung (padahal udah sering manggung ya) sambil tetap tersenyum. Mudah-mudahan sih nggak pegal ya mulutnya. Melihat saat sesi perkenalan, beberapa terlihat santai namun masih ada yang terlihat grogi. Bukan pada saat mereka saling memperkenalkan diri, namun grogi terlihat saat mereka menunggu giliran untuk mulai berkenalan.

Sesi perkenalan, Stella dan Cleo
Sesi perkenalan, Stella dan Cleo
Sesi perkenalan JKT48
Sesi perkenalan JKT48

Ini sudah keenam kalinya saya melihat sesi perkenalan JKT48 (1 kali di konser AKB48xJKT48, 3 kali di teater, 1 kali di event komik di JCC, dan 1 kali di Mega Konser RCTI), dan ternyata dialog pembuka personilnya tak juga berubah. Sesuatu yang dulu terlihat sangat lucu kini pun jadi membosankan. Mudah-mudahan saat konser berikutnya berganti setlist, ucapan perkenalan setiap personil pun juga ikut diganti biar punya variasi.

Di hari itu juga salah satu personil JKT48 berulang tahun ke-21 (iya iya muda banget). Sebelum encore, saat masa jeda, ada seorang fan yang menyeletuk memberi tahu pengunjung lainnya kalau Diasta ulang tahun. Ia mengajak pengunjung lainnya untuk memanggil nama Diasta. Kebetulan memang Diasta adalah 1 dari 6 yang hanya jadi tim pendukung di show kali ini, sehingga baru berkenalan setelah encore. Ia hanya berucap terima kasih, dan sukar berkata lebih lanjut saat ia mengenalkan dirinya.

Ulang tahun Diasta
Ulang tahun Diasta

Di akhir pertunjukan, personil JKT48 menyiapkan kue ulang tahun kejutan. Dengan diiringi lagu Namida Suprise-nya AKB48 (yang memang bertema ulang tahun), Diasta pun meniup kuenya diiringi sorakan para fans di dalam teater. Selanjutnya pengunjung pun keluar dengan tertib sambil high five dengan personil JKT48 di lorong yang menuju pintu keluar.

Kalau ada yang belum pernah lihat teater JKT48, coba mampir deh. Sepertinya jadwalnya akan lebih rutin, mengingat mereka sudah punya tempat sendiri. Mudah-mudahan pemilihan personil generasi kedua JKT48 segera dimulai, sehingga saat dibentuk tim kedua nanti, masing-masing tim bisa bergantian mengisi slot acara di teater. Meski memang belum bisa diketahui sih jadwal persisnya.

Baca juga tulisan terdahulu tentang JKT48 di sini dan sini.

Bonus: liputan pembukaan teater JKT48 di Kabar-kabari dalam 2 video berikut ini:


5 Tempat Paling Menyenangkan di Jakarta

Saya tinggal di Jakarta sudah sejak lahir (mungkin dikurangi sekitar 10 tahun saat saya kuliah di Bandung). Kalau dibilang Jakarta kota yang menyenangkan sih nggak juga. Waktu saya masih kecil sih memang masih bisa dibilang menyenangkan. Nggak ada macet, udara masih enak, kalau ke luar rumah, masih bisa melihat langit Jakarta yang biru. Namun itu kan masa lalu. Sekarang, mau nggak mau saya harus mencoba menyukai kota ini, walau sebenarnya kota ini sudah nggak ramah lagi bagi warganya. Lagi pula, pendapatan saya sepenuhnya didapat dari kota ini. Keluarga saya pun juga di sini. Seharusnya itu menjadi alasan utama bagi saya untuk tetap menyenangi Jakarta.

Terkait dengan hal tersebut, sebagai bagian dari flashmob blogging #SemingguSatu, topik yang diangkat minggu ini adalah adakah tempat-tempat menyenangkan bagi saya di kota saya ini? Cuma diminta 5 tempat saja sih, tapi jujur saya susah banget mikirnya. Namun ini dia, 5 tempat, tanpa urutan prioritas mana yang paling menyenangkan dan mana yang tidak:

1. Pacific Place

Saat ini buat saya, tempat ini jadi semacam sentra bisnis. Paling sering ketemuan rapat ya di situ. Apalagi memang klien saya berkantor di gedung perkantoran di sebelahnya. Tempat ini paling ngelotok deh. Dari kafe ke kafe, dari restoran ke restoran, dari food court hingga kantin karyawan, kayaknya sudah hampir pernah dicoba semua. Lokasinya di tengah kota, kalau saya pulang, saya nggak perlu pusing juga. Tinggal jalan kaki ke Sudirman, naik bus yang menuju Poris Plawad atau pakai Kopaja AC. Atau pilihan lain, saya berjalan kaki menyusuri tepian Semanggi hingga Gatot Subroto, lalu naik bus ke arah Grogol dari sana.

2. Taman-taman kota

Jakarta memang nggak punya banyak taman kota, tapi bukan berarti nggak punya taman kota yang bagus. Biasanya tiap akhir minggu selalu ramai dengan warga yang entah datang dari mana saja. Saya sendiri tidak punya taman kota favorit. Namun saya suka mampir, apalagi sebulan sekali selalu ada kegiatan @piknikasik yang berpiknik di banyak taman kota secara bergantian, saya mencoba untuk selalu datang. Selain Taman Ayodya dan Taman Menteng yang memang populer, masih banyak taman-taman lain. Kalau yang sudah sempat saya datangi dan ulas, bisa cek Taman CattleyaTaman Honda TebetTaman Situ Lembang, dan yang berada di dalam mal, Central Park.

3. Kolam renang Simpruk

Saya suka berenang. Saya coba seminggu sekali untuk selalu mampir di kolam renang Simpruk. Kenapa di sini? Sejak kecil saya sudah berenang di sini. Pernah ikut pelatihan renang untuk kompetisi juga di sini. Bayar masuknya murah. Kolamnya pun bisa dibilang cukup bersih. Saya nggak terlalu suka berenang di hotel atau di tempat fitness atau semacamnya, karena nggak “nendang” akibat ukuran kolam renangnya biasanya kecil. Di Simpruk ini memang kolam renangnya berukuran olimpik, dan sering juga dipakai untuk kompetisi renang nasional. Makanya kalau saya mau berenang 800 – 1.000 meter setiap minggunya, enak banget.

4. JKT48 Theater

Sayangnya JKT48 Theater ini bisa dibilang belum permanen, namun bisa dipastikan sebulan sekali ada 3-4 kali pertunjukan grup idol JKT48. Menghibur banget, seketika bisa hilang semua beban pikiran selama menyaksikannya. Sayangnya memang agak sulit mendapatkan tiketnya setiap bulan. Butuh keberuntungan, atau kalau dalam kasus saya, butuh teman orang agency dan sponsor untuk bisa ikutan nonton di dalamnya. Tentang JKT48 Theater ini sudah pernah saya bahas di tulisan ini.

5. Bioskop

Bioskop yang manapun sebetulnya tidak masalah. Mau nonton dengan siapapun juga tidak masalah. Kalau bareng teman ramai-ramai mungkin menyenangkan kalau bisa menontonnya di FX atau Grand Indonesia. Kalau sendirian, saya lebih suka menontonnya di Hollywood KC, pada hari kerja, karena murah meriah. Biasanya saya lakukan kalau memang lagi nggak ada pekerjaan, tapi belum ingin pulang ke rumah.

Tulisan dari teman-teman blogger lainnya: SuprieAlya, dan Karmin,

Tentang JKT48

72 JKT48 1

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan menonton aksi mereka kembali di Popcon Asia. Kalau dulu nonton di teater JKT48, duduknya dibatasi dan nggak boleh motret, maka pada kesempatan kali ini saya bisa duduk langsung nggelesoran di depan panggung sambil motret-motret. Kali ini 21 personil JKT48 yang manggung menyanyikan 3 lagu andalannya (itu-itu lagi juga sih, bosan juga lama-lama). Sebenarnya saya motret semua wajah yang manggung, tapi yang akhirnya terlihat lebih layak ditayangin cuma ada 15 nih.

Untuk yang belum kenal dengan mereka, dari kiri ke kanan, atas ke bawah: Melody Nurramdhani Laksani, Cleopatra, Rena Nozawa, Cindy Gulla, Alissa Galliamova, Devi Kinal Putri, Nabilah Ratna Ayu Azalia, Beby Chaesara Anadila, Ayana Shahab, Delima Rizky, Shania Junianatha, Sendy Ariani, Frieska Anastasia Laksani, Rica Leyona, dan terakhir Gabriela Margareth Warouw. Semua dijepret dengan Nikon D7000 dan diedit dengan aplikasi Snapseed di iPad.

72 JKT48 2

Update: versi edit terbaru seri foto ini bisa dicek di album Flickr ini.