Roli Angel’s

IMG_8811

Nama grup idol ini adalah Roli Angel’s. Mereka katanya adalah idol indie dari Nagoya, Jepang. Kalau AKB48 di Jepang itu idol mainstream, maka grup-grup semacam ini berjuang secara indie di sana. Mereka sempat perform di Hellofest hari Minggu kemarin.

Musiknya kayak gimana? Jujur aja saya kurang terlalu suka. Suara mereka yang ber-pitch tinggi lalu jejingkrakan di atas stage memang bukan selera saya sih. Kalau misalnya kita mendengarkan musik metal, kan ada versi trash-nya (yang teriak-teriak dan buat saya pribadi nggak nyaman di kuping). Nah, Roli Angels ini semacam itu cuma untuk cewek-cewek Jepang dengan pitch suara tinggi.

Hehehe tapi itu kan saya ya. Buktinya yang datang untuk menonton mereka di Hellofest banyak juga ternyata. Galeri Roli Angel’s di Hellofest bisa dicek di album Flickr ini. Tulisan ini juga bisa ditemukan di Google Plus.

IMG_8850

IMG_8854

IMG_8873

IMG_8901

Gingham Check Handshake Festival

Postingan ini cuma untuk yang fans JKT48 aja ya. Yang lainnya nggak harus baca..

Biasanya sih gue gak pernah nulis tentang pengalaman handshake dengan dedek-dedek JKT48. Dulu HS selalu dengan banyak member Team KIII, lalu karena obrolannya biasanya agak sulit untuk diceritain ke umum, jadinya cuma jadi obrolan dalam kalangan terbatas aja. Namun kali ini gue HS dengan 7 orang trainee Gen 3 (gadis-gadis remaja tidak terkenal). Karena masih hangat-hangatnya, jadi kayaknya lucu aja kalo bisa ngobrol dengan mereka. Ada sih member Team KIII yang juga masih gue temui saat HS, tapi bagian itu gue skip aja di sini ya.

IMG_6809
Kei

Sesi 1: Kei

Catatan: di luar theater, sebelumnya gue sudah bertemu dengan Kei di event direct selling (2x) dan event OFC.

P: Halo Kei..
K: Halo kak.. ketemu lagi…
P: Btw, good luck ya, semoga semakin lancar perjalanannya di jeketi.
K: Makasih, kak. Kalo ada masukan boleh loh.
P: Paling lewat private post GPlus ya. Biasanya gue sih sering share-nya lewat sana.
K: Eh, kak cara ngecek private post gimana sih?
(waktu habis)
P: Wah.. coba nanti colek ke ***** aja ya. Dia pasti akan bantuin.
K: Oke deh, makasih kak.

IMG_6974
Nina

Sesi 2: Nina
Catatan: di luar theater, sebelumnya gue sudah bertemu dengan Nina di event direct selling.

N: Haloo kak Pitra! (sambil tangan digoyang-goyang terus kayak anak kecil)
P: Eh Nin gimana presentasinya waktu itu? Katanya keren ya?
N: Iya, presentasi waktu itu tentang **** dan *****. Keren dong.
P: Hahaha.. yakin bener..
N: Pokoknya kalo Nina yang buat pasti keren! Kakak dulu share foto tentang **** itu. Emang pernah ke sana?
P: Iya.. Awal tahun lalu jalan-jalan ke sana. Keren kok. Nina harus ke sana.
N: Waaah..
(waktu habis)
P: Oke deh, thanks ya. Eh, bajunya cantik loh..

IMG_6803
Chika

Sesi 2: Chika

P: Haloo Chika.. Nama gue Pitra.
C: Halo kak.. Kakak yang nulis komentar panjang banget di gplus itu kan.
P: Hihi iya..
C: Iya, aku pengin banget nanti jadi presenter. Pengin juga sih coba nulis pake bahasa Inggris.
P: Loh kan tinggal dimulai?
C: Iya, soalnya dulu pernah sekalinya nulis, salah, yang komentarin banyak.
P: Namanya kan juga belajar, gak apa-apa lagi.
C: Hmm.. iya..
(waktu habis)
C: Makasih kak (sambil ngasih stiker buatan Chika sendiri).

IMG_6978
Shani

Sesi 3: Shani

Catatan: di luar theater, sebelumnya gue sudah pernah bertemu dengan Shani di event OFC.

P: Halo Shani..  (duh senyumnya)
S: Halo kakak yang duduknya di sebelahku pas event OFC.
P: Hayo, masih inget nama gue nggak?
S: … lupa…
P: Nggak apa-apa, nama gue Pitra.
S: hihi .. ok Pitra..
(waktu habis)
S: Nanti kalo ada event OFC, dateng lagi yaa..
P: Siaaap…

IMG_6996
Gracia

Sesi 3: Gracia

Catatan: di luar theater, sebelumnya gue sudah pernah bertemu Gracia di event direct selling.

P: Halo Gre..
G: Halooo kak Pitra.. (sambil tangan digoyang-goyang terus kayak anak kecil)
P: Eh presentasi waktu itu gimana? Keren nggak…
G: Aaahh.. nggak tau.. Nggak tau deh..
P: Ya semoga aja bagus yaa. Bajunya Gre keren euy.
G: Wah, makasih kak..
(waktu habis)
P: Ok thank you ya.. Eh itu ada kak “Rani” di belakang”
G: (berusaha melihat-lihat ke belakang mencari teman gue yang bernama Rina).

IMG_7097
Yukka

Sesi 5: Yukka
(agak aneh sih, si Yukka ngumpulin tiket HS-nya, nggak membiarkan disobek sama yang jaga).

P: Halo Yukka, nama gue Pitra.
Y: Halo kak.
**** ***** (sensor)
Y: Oh jadi dulu kakak yang dulu kirim foto itu yaa..
P: Betul.
Y: Tadi motret aku pas sesi di stage nggak?
P: Sempet sih tadi.
Y: Eh kak, nanti aku jaga di booth cokelat loh. Fotoin lagi yaa..
P: Emang jam berapa di sana?
Y: Mmm.. belum tau.
(waktu habis)
P: Ya udah, nanti coba gue lihat deh.

IMG_7086
Anggie

Sesi 7: Anggie

A: Halo kak..
P: Halo, gue Pitra.
A: Oh yang sering mention itu ya. Eh, kok gak pernah lihat sih di Pajama Drive?
P: Looh, kan kemarin jumat juga nonton. Pas high touch, gue bilang ‘HS ya!’
A: Oooh iya. Yang waktu itu aku langsung seneng banget.
P: Hahaha iya..
A: Sering-sering nonton lagi yaa.. (lalu ngasih setumpukan stiker – eh buset sampai 8 biji).
P: Baiklah.

 

Nggak seru-seru banget ya? Hahaha nggak apa-apa. Yang penting kan ada yang diobrolin. 🙂

Album Gingham Check Handshake Festival bisa dilihat di tautan Flickr ini.

Memotret JKT48

Di dunia fandom JKT48 ada yang suka disebut-sebut sebagai wotagrafer. Maksudnya, wota tapi suka motretin member saat perform. Setiap orang yang motret biasanya punya ciri khasnya sendiri-sendiri. Ada yang suka memotret fokus hanya ke oshi (member favorit)-nya. Biasanya mereka mencoba mencari momen ekspresi terbaik, meski ada juga yang tidak menuntut lebih. Sepanjang wajah oshi-nya bagus dan fokus, sudah puas. Nggak ada yang salah, kan semua tergantung preferensi dan selera masing-masing fotografer.

Saya sendiri punya preferensi sendiri saat memotret JKT48 di panggung. Saya mencoba men-treat proses pemotretan seperti saat saya memotret artis atau band umumnya di atas panggung. Saya lebih suka memotret mereka saat melakukan perform di atas panggung, mencoba menangkap momen pergerakan mereka saat dance. Sangat jarang saya memotret close up wajah member JKT48. Lebih suka merekam minimal setengah badan member yang sedang bergerak. Lebih suka lagi kalau berhasil menangkap gerakan sinkron yang dilakukan banyak member bersamaan di satu waktu.

Bila panggung yang dipakai menggunakan pencahayaan yang keren ala konser band umumnya, maka saya selalu mencoba merekam gambar saat cahaya warna-warni itu muncul lewat di belakang member. Dengan cara ini, foto terlihat lebih berwarna. Cara ini juga sangat membantu menambah pencahayaan, sehingga wajah atau badan member tidak terlalu terlihat noise.

Posisi menentukan prestasi. Sebisa mungkin sih bisa memotret di barisan terdepan. Lebih enak lagi kalau bisa memotret dari titik tengah depan panggung. Tergantung jarak, saya umumnya menggunakan lensa 24-105 mm. Namun kalau jarak saya ke panggung terlalu jauh, baru menggunakan lensa 70-300 mm. Sesekali untuk pemotretan panggung, saya suka bereksperimen memotret menggunakan lensa fisheye 8 mm. Lensa fisheye ini baru bisa saya pakai kalau posisi saya benar-benar menempel dengan panggung, demi mendapatkan foto semua member dengan sudut yang ekstrim.

Berikut saya share 6 jepretan foto dengan ulasannya.

IMG_4799

IMG_4800

Diambil saat launching Honda Jazz 2013. Para member JKT48 saat itu membawakan lagu River, dengan gerakan sinkron cepat dan penuh hentakan. Saya mengambil beberapa shot saat intro lagu, karena memang di sinilah momen terkeren saat lagu River dibawakan.

IMG_0685

Hampir semua member JKT48 berada di atas panggung saat membawakan salah satu lagu di acara Musim Panas Handshake Festival. Kebetulan saya berada di posisi paling depan. Saya mencoba merekam mereka dengan fisheye 8 mm dan memanfaatkan cahaya panggung sebagai backlight subjek pemotretan.

IMG_0646

Masih di event yang sama, saya kali ini mencoba sesuatu yang berbeda. Fokus foto kali ini adalah pada kostum Flower warna-warni yang dikenakan para member. Sesuatu yang mungkin sedikit orang lain lakukan saat memotret.

IMG_1254

IMG_1238

Foto Melody dan Nabilah ini diambil saat JKT48 perform di Java Jazz Festival 2014. Seperti layaknya sebuah event musik, tata cahaya yang ditampilkan di panggung ini sangat keren. Beberapa lampu berganti warna lewat di panggung. Saya selalu mencoba mengambil momen memotret saat lampu lewat di belakang objek pemotretan. Tujuannya supaya bisa mendapatkan gambar seperti contoh di atas.

Mungkin di lain waktu saya akan share pula contoh-contoh jepretan lainnya. Sementara ini dulu ya.

Berkeliling Akihabara

Stasiun Akihabara bisa dicapai dari Shinjuku dengan menggunakan Chuo Line. Sesampainya di Akihabara, saya tak menyangka kalau ini ternyata adalah stasiun lama. Terlihat dari cat bangunan yang mulai kusam. Meskipun demikian, stasiun ini termasuk salah satu yang teramai di Tokyo. Akihabara telah lama menjadi pusat elektronik. Kini tempat ini telah menjelma menjadi surga para otaku.

AKB48 Cafe & Shop
AKB48 Cafe & Shop

Masih di stasiun Akihabara, di sisi luar, terlihat AKB48 Café & Shop. Dua buah toko menghapit kafe yang berada di sisi tengah. Isi toko tak jauh berbeda sebetulnya dengan SKE48 Café & Shop di Sakae, Nagoya. Para penjaganya mengenakan seifuku yang bernada sama dengan yang biasa dipakai oleh AKB48. Beragam merchandise dengan foto para anggota AKB48 menjadi jualan utama. Gantungan kunci, kipas, holder, map, magnet, hanyalah sebagian dari isinya. Buat saya pribadi, isi toko ini tidak terlalu menarik. Bisa jadi karena saya sendiri bukan pengoleksi merchandise seperti ini.

Saat itu saya juga melihat cukup panjang juga antrian masuk ke dalam kafe. Sebenarnya kafe ini tak berbeda jauh dengan kafe-kafe lainnya. Seperti kafe di SKE48 Café & Shop, menu makanan dan minuman mendapat rekomendasi dari beberapa anggota AKB48.

Akihabara
Akihabara

Sementara Didut masih tetap di Shinjuku, saya dan Ipi menyusuri jalan utama Akihabara. Isi toko-toko di jalan ini sungguh kontras dengan daerah Tokyo lain yang sudah kami datangi. Sepanjang jalan bisa ditemukan toko-toko yang spesifik hanya menjual manga (baik umum maupun dewasa), JAV, mainan, suvenir, game, hingga yang khusus hanya berjualan photopack.

Biasanya setiap beberapa minggu sekali, AKB48 akan merilis serial photopack dengan tema tertentu. Model rilis photopack ini yang juga diadaptasi oleh JKT48 di Jakarta. Hanya bedanya, skala fandom di Akihabara ini jauh berlipat lebih banyak. Banyak toko yang memajang koleksi photopack dari yang satuan, satu set, hingga yang serial terbatas. Harga bervariasi dari hanya 100 Yen hingga 3.000-an Yen. Kadang tidak semua photopack dipajang. Biasanya di dekat kasir bisa ditemukan folder berisikan koleksi photopack. Silakan pilih dan bayar.

Penjualan photopack
Penjualan photopack
Satu set photopack Haruka Nakagawa
Satu set photopack Haruka Nakagawa

 

Saya juga memasuki beberapa toko yang spesifik menjual manga. Di lantai satu dan dua biasanya yang dipajang hanyalah manga umum. Manga dewasa hingga yang kelas porn berat bisa ditemukan di lantai tiga ke atas. Saya sampai nggak menyangka, hingga sebanyak ini serial manga, baik itu berupa buku atau majalah, memenuhi setiap toko. Toko manga terbesar di Akihabara, yang saya lihat, adalah KBooks. Tokonya luas dan terdiri dari 2 lantai. Selain manga umum dan dewasa, toko ini juga menjual beragam manga artbook.

Toko manga
Toko manga

Itu baru manga. Saya bahkan sempat masuk ke sebuah toko yang isinya dari lantai dua ke atas hanya menjual koleksi JAV. Semua rak dengan jarak antaranya yang padat, dipenuhi koleksi DVD dan Bluray JAV. Layar televisi kecil menyempil di beberapa rak, memutar potongan iklan video JAV.

Hampir di setiap perempatan bisa ditemukan perempuan yang mengenakan kostum tertentu. Ia biasanya mempromosikan toko atau restoran yang berlokasi tak jauh dari situ.

Sudut Akihabara
Sudut Akihabara

Akhirnya saya dan Ipi menemukan gedung Don Quijote. Di lantai 8 gedung inilah, teater AKB48 dimulai. Sepanjang eskalator tertempel beragam poster raksasa AKB48. Terlihat beberapa poster lama dengan anggota yang kini sudah tidak lagi berada di AKB48.

Rupanya di lantai 2-4 gedung Don Quijote ini dijual beragam barang unik. Campuran antara pasar swalayan yang menyajikan segala jenis makanan, minuman, perlengkapan rumah tangga, sampai segala hal yang berhubungan dengan AKB48, cosplay, pakaian dalam, dan entah apa lagi. Mau cari lightstick murah, ada. Mau cari kupluk dengan beragam bentuk model binatang, ada. Mau cari kostum french maid, perawat, seifuku sekolah, hingga yang terlihat kinky pun ada. Tinggal pilih dari yang harga 3.000 Yen hingga 9.000 Yen. Aksesoris hiasan yang lucu pun tersedia. Terlihat beragam usia, laki-laki dan perempuan, berbelanja di 3 lantai ini. Hampir setiap pojok pasar swalayan ini diputar lagu-lagu AKB48.

Sebagian lantai 5 berisikan toko resmi AKB48. Yang jaga hanya satu orang, dengan setumpuk dus di belakang meja kasir. Kalau mau berbelanja, cukup amati dinding kiri dan kanan yang menampilkan foto-foto merchandise beserta kode masing-masing. Cukup sebutkan kode yang diinginkan ke penjaga kasir, dan ia akan mengambilkannya. Variasi merchandise memang jauh lebih beragam daripada toko JKT48, meski tidak bisa dibilang menarik juga. Toko ini juga menjual koleksi DVD lengkap AKB48. Caranya sama, tinggal sebutkan kode, lalu akan diambilkan oleh penjaga kasir.

AKB48 Shop
AKB48 Shop

Lantai 6 dan 7 berisikan game arcade. Eskalator menuju teater AKB48 di lantai 8 saat itu dijaga oleh petugas. Lucu juga, tali penghalang rupanya tak cukup untuk membatasi, sampai perlu ada petugas yang menunggu di depan eskalatornya.

Sebenarnya masih banyak keunikan lain di Akihabara, namun sayang saya tidak sempat menjelajah semua titiknya. Sekitar jam 17:00 kami pun meninggalkan Akihabara, untuk melihat nuansa daerah Harajuku.

(Tulisan ini merupakan potongan dari ebook perjalanan ke Jepang, yang kini masih dalam proses penyusunan. Tunggu tanggal rilisnya ya!)