Mengantri CD Single RIVER dari JKT48

Hari ini saya mencoba pengalaman baru. Sebelumnya setiap kali ada event khusus dari JKT48 di teater, saya cuma melihatnya dari jauh. Malas banget lihat antriannya. Apapun itu benefitnya.

Namun karena mengamati banyak event teaternya yang unik, kali ini saya ikutan mencoba deh, bergabung dengan para fans lainnya untuk ikut dalam antrian CD single terbaru JKT48 yang berjudul RIVER. Iming-iming yang diberikan kepada para fans yang melakukan pembelian CD di hari ini adalah tiket handshake individual untuk tanggal 1 Juni nanti.

Handshake individual? Apa itu handshake? Kenapa itu harus menjadi iming-iming yang menarik? Naaah… Ini yang luar biasa. Handshake individual pertama diadakan sekitar bulan lalu. Sebelumnya semua orang yang sudah pernah membeli CD album HEAVY ROTATION di teater (khusus di sana ya, bukan di toko-toko), juga mendapatkan form khusus. Form ini bisa ditukar dengan tiket  handshake individual pertama.

Di event handshake individual ini, setiap orang bisa mendapatkan kesempatan bersalaman dan ngobrol dengan member JKT48 selama 10 detik. HANYA 10 DETIK! Jadi kalau mau ngobrol lama, setiap fans ya harus beli CD album Heavy Rotation yang banyak. Di event yang hanya berlangsung sehari itu katanya ada 7.000 tiket handshake individual yang dipakai. Artinya, pembelian CD album HEAVY ROTATION melalui teater saja sudah mencapai 7.000 copy. Berita terakhir dari akun official JKT48, penjualan CD album di Jabodetabek saja melalui teater dan direct selling ke kota-kota mencapai 70.000 copy. Angka yang luar biasa ya?

Event hari ini sangat ramai, padat banget malahan, karena semua orang yang antri membeli CD single RIVER ini sangat berharap mendapatkan tiket handshake individual ini. Yang antri pun nggak mungkin hanya membeli 1 copy CD. Ada yang membeli 2-3 copy, atau ada teman saya yang membeli hingga 16 copy. Biasanya setelah ini, mereka akan menjual CD-nya lagi ke teman lainnya dengan lebih murah, tapi tiket handshake-nya mereka ambil sendiri.

Saking ramainya, mungkin pihak manajemen JKT48 dan pihak label HITS Record  yang menjadi penyelenggara event ini nggak menyangka antrian yang terjadi sampai separah ini. Seharusnya antrian dibuka jam 11, tapi sampai jam 12 penjualan CD tak juga dimulai. Antrian mengular sampai depan lift, depan eskalator, dan terus memanjang. Saya yakin sih orang-orang pemilik toko di depannya akan protes karena ini.

jkt48river08

jkt48river07

Fans yang datang untungnya tertib sendiri, tanpa perlu banyak diatur. Hanya sayangnya saat antrian masuk ke area luar ruang teater (depan merchandise dan depan loket), di situ area antrian yang dikasih pembatas kiri dan kanan tak menyeluruh sampai keluar. Akibatnya di sisi luar jadi berebut masuk ke dalam area yang berbatas.

Setelah agak lama, sekuriti akhirnya berteriak supaya yang anak-anak dan perempuan keluar dari antrian, dan membentuk antrian baru yang lebih manusiawi. Kebetulan saja tadi ada teman saya yang perempuan yang sudah megap-megap karena terdesak.

Saya sampai masuk persis di depan teater (tempat biasanya dilakukan pemeriksaan tiket teater) jam 14:30. Artinya saya sudah antri 3,5 jam hingga sampai titik itu.

Di dalam, setiap orang dibagikan form isian member mana yang akan ditemui untuk handshake di tanggal 1 Juni. Jadwal sudah tersedia rapih. Saya tinggal mengisi saja form-nya. Bahkan disiapkan backing board dan bolpen, supaya kami bisa mengisinya dengan mudah. Sangat membantu sekali.

Antrian pun ternyata masih berlanjut di dalam teater. Hahaha nggak berhenti-berhenti. Untungnya di dalam teater ada hiburan dari layar panggung yang memutar beragam video JKT48, termasuk yang nggak pernah diupload di YouTube-nya JKT48. Ada rekaman Mega Konser lagu Heavy Rotation satu video utuh. Ada pula teaser versi baru dari single RIVER.

Yang tak terduga adalah, pada saat itu juga diputar video resmi single RIVER utuh. Satu ruangan teater yang sempat riuh, tiba-tiba diam dan menatap ke layar. Videonya diawali dengan cerita para member Team J bersiap memasuki ruang audisi. Di dalamnya ada beberapa juri yang menatap sinis ke mereka. Lalu terdengar teriakan Kinal, “JE KE TI..” dan masuk ke sesi dance yang dimunculkan di teaser. Videonya menarik. Editingnya bagus, meski menurut saya masih agak terang ya. Di tengah-tengah dance, disisipkan cerita para member yang berlatih demi audisi. Ada pula shot-shot individual dengan latar belakang putih. Video diakhiri dengan para juri yang tersenyum dan kagum dengan performa member Team J.

jkt48river06

Sesi penjualan CD single RIVER saat saya datang terbagi dalam 5 meja. Meja paling kiri ada Ghaida dan Gaby. Meja kedua dari kiri ada Sonia dan Ayana. Meja selanjutnya ada Rena dan Kinal. Meja kedua dari kanan ada Beby dan Shania. Lalu meja terakhir di paling kanan ada Frieska dan Sonya. Saya pas datang di meja Sonia dan Ayana.

Pembelian pun selesai, dan saya persis keluar di teater jam 15:40. Artinya total lebih dari 4,5 jam saya mengantri (sarap ya?).

Lalu bagaimana dengan isi CD single RIVER? Di dalamnya ada kartu remi (trump card). Berikut ini koleksi kartu yang saya foto dari punya fans saat saling bertukar kartu pasca acara.

jkt48river05

jkt48river04

jkt48river03

Saya suka desain CD single RIVER ini. Jauh lebih bagus dibanding album HEAVY ROTATION. Sampul depan dan interiornya bagus. Yang jelek (asli jelek) adalah sampul belakangnya. Entah kenapa si desainer pakai tekstur yang malah bikin kesan kertas jadi kotor. Yang lebih lucu lagi adalah ternyata tracklist 2 dan 3 terbalik, sampai perlu lampiran revisi. Track pertama: RIVER (Team J). Track kedua: SAKURA NO SHIORI (Team J & Trainee). Track ketiga: MIRAI NO KAJITSU (Trainee).

Track SAKURA NO SHIORI khusus baru pertama kali dimunculkan di single CD ini, Warna suaranya mirip dengan versi AKB48-nya, tetap bermain di nuansa vokal. Keren!

Mungkin itu saja cerita hari ini. Sudah panjang banget ini postingannya. Oh ya, ada info kalau hingga saat saya keluar dari teater tadi, CD single RIVER yang dirilis hari ini sudah langsung terjual 3.000 copy. Wow banget ya? Semoga saja bisa terus bertahan dan meningkat setiap harinya.

Btw untuk yang belum pernah baca survei yang pernah saya bagikan di Twitter tentang JKT48 & FANS, bisa menyimaknya di tulisan saya di blog satunya.

jkt48river01

jkt48river02

Teater JKT48

Semalam saya kembali lagi menonton teater JKT48. Kali ini teaternya (katanya) sudah tetap, dan tak akan berpindah lagi. Setelah dulu sempat berada di Pasar Festival, lalu pindah ke lantai atas Pasaraya Blok M, bulan ini pindah ke lantai 4 FX Lifestyle X’nter Sudirman. Sudah sempat nebak sih akan pindah ke sini, karena beberapa bulan lalu saat saya sedang berada di sana, sempat terdengar sayup-sayup single-single JKT48 diputar di tempat yang kini sudah berubah jadi teater. Nggak mungkin pihak pengelola FX yang memutarnya karena single-single mereka kan belum beredar umum di pasaran.

Saya nggak datang di acara pembukaan. Yang katanya sempat dihadiri oleh Harugon (Nakagawa Haruka) dan Akicha (Takajo Aki) dari AKB48 Team A. Mereka berdua memang nanti akan bergabung dengan JKT48, setelah diumumkan di konser raksasa terakhir mereka di Tokyo Dome beberapa minggu lalu. Bahkan mereka berdua katanya juga sempat muncul di pertunjukan teater JKT48 hari perdana.

Saat saya masuk pertama kali ke FX banyak banget karangan bunga dari komunitas pecinta JKT48 dan AKB48 berdatangan. Ada yang lucu, seperti karangan bunga dari fans Kaskus JKT48 dan dari Kakak-kakak Jomblo Permanen (entah harus merespon apa membaca ini).

Harugon dan Akicha di antara JKT48 saat pembukaan
Harugon dan Akicha di antara JKT48 saat pembukaan (via AKB48 Wrapup)
Harugon dan Akicha berpose di karangan bunga yang ...
Harugon dan Akicha berpose di karangan bunga yang … (via AKB48 Wrapup)

Sesampai di lantai 4, terlihat lantai itu penuh dengan ratusan cowok. Banyak yang menggelesor di sekitar teater JKT48. Ternyata show juga mendatangkan pendapatan tambahan bagi para fans. Seperti pedagang kaki lima, mereka menggelar koleksi foto-foto seri JKT48 di lantai. Pengunjung yang datang bisa bertukar foto atau membeli foto yang kurang dari koleksi mereka. Jumlahnya memenuhi setengah lantai 4 FX. Nggak tau deh nih apakah suatu waktu mereka akan ditertibkan juga, karena tentu akan mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang ke toko-toko di sekitar teater.

Teater JKT48 di FX lantai 4
Teater JKT48 di FX lantai 4
TV yang memutar rekaman dokumentasi JKT48
TV yang memutar rekaman dokumentasi JKT48
Tukaran swags yuk (atau dijual deh boleh)
Tukaran swags yuk (atau dijual deh boleh)
Antrian pembelian swags
Antrian pembelian swags

Tiket yang sekarang berharga Rp.100.000 tidak bisa dibeli langsung. Jadwal pembelian tiket JKT48 terlebih dulu diumumkan di Twitter dan Facebook. Kita harus melakukan booking terlebih dahulu. Masa booking pun dijadwalkan hanya untuk periode tertentu untuk menonton konser hari tertentu juga. Setelah itu penyelenggara akan melakukan pemilihan acak. Saya beruntung mendapatkan email konfirmasi perolehan tiket, sementara banyak teman saya yang mencoba tidak mendapatkannya sama sekali. Email konfirmasi ini yang ditunjukkan di lokasi untuk ditukar dengan tiket sebenarnya. Pembayaran kini juga langsung dilakukan di lokasi.

Saya mendapat tiket warna biru nomor 8. Jadi 3 warna tiket: kuning, merah, dan biru, yang masing-masing dikasih nomor 1 s/d 10. Sekitar setengah jam sebelum acara dimulai, penyelenggara akan memanggil masuk pengunjung berdasarkan warna tiket. Kalau semalam, yang dipanggil warna kuning, lalu merah, lalu biru. Warna biru terakhir dipanggil, lalu kami diminta untuk antri sesuai nomor. Kelompok 1 dan 2 di paling kiri. Kelompok 3 dan 4 di sebelah kanannya, dan seterusnya. Kelompok biru lalu diminta untuk masuk ke teater, dimulai dari nomor paling besar.

Tiket saya, biru nomor 8
Tiket saya, biru nomor 8
Generasi pertama JKT48
Generasi pertama JKT48

Saya lalu masuk melewati lorong dengan foto-foto anggota JKT48 dipajang di dinding, dan memasuki teater. Ternyata ukuran teater tidak terlalu besar. Bahkan jauh lebih kecil daripada teater di Pasaraya Blok M. Ternyata berdasarkan urutan panggilan masuk tadi, meski saya menukar tiket menjelang akhir, saya malah bisa duduk di barisan paling depan sebelah kiri. Benar-benar paling depan panggung.

Sambil menunggu show dimulai saya iseng menghitung kapasitas teater. Ternyata hanya ada 180 bangku, berjejer 9 baris dikali masing-masing baris sekitar 20 bangku. Sayangnya barisan bangku ini tidak dibuat berjenjang, sehingga yang duduk di belakang tentu agak kesulitan melihat panggung. Sebelum acara mulai, ruang sisa di belakang pun dijejali oleh pengunjung yang berdiri. Kurang lebih sekitar 30 orang terlihat berjejal berdiri di belakang.

Aksi pertunjukan JKT48
Aksi pertunjukan JKT48 (via AKB48 Wrapup)
Aksi encore JKT48
Aksi encore JKT48 (via AKB48 Wrapup)

Saya sebenarnya berharap kalau show JKT48 bulan ini sudah berganti setlist, tidak lagi Pajama Drive. Apalagi beberapa lagu setlist ini sudah sempat ditayangkan di Mega Konser JKT48 di RCTI bulan lalu. Kebanyakan yang menonton show pun orang yang sama. Mereka sudah hapal urutan, chanting, dan wajah-wajah personilnya. Mungkin karena aroma teater baru, masih ada ketertarikan pengunjung untuk menontonnya. Buat saya pribadi sih, kalau bulan depan yang ditayangkan masih juga Pajama Drive, kemungkinan besar saya tidak akan menontonnya lagi. Namun itu saya loh ya. Para fans lain mungkin bisa berkata beda.

Baru kali ini saya benar-benar menatap personil JKT48 dari dekat. Melihat keringat mereka mengucur baru di 3 lagu pertama. Memperhatikan detil raut dan ekspresi wajah mereka satu persatu. Melihat personil yang mencoba mengatasi ketidaknyamanannya di atas panggung (padahal udah sering manggung ya) sambil tetap tersenyum. Mudah-mudahan sih nggak pegal ya mulutnya. Melihat saat sesi perkenalan, beberapa terlihat santai namun masih ada yang terlihat grogi. Bukan pada saat mereka saling memperkenalkan diri, namun grogi terlihat saat mereka menunggu giliran untuk mulai berkenalan.

Sesi perkenalan, Stella dan Cleo
Sesi perkenalan, Stella dan Cleo
Sesi perkenalan JKT48
Sesi perkenalan JKT48

Ini sudah keenam kalinya saya melihat sesi perkenalan JKT48 (1 kali di konser AKB48xJKT48, 3 kali di teater, 1 kali di event komik di JCC, dan 1 kali di Mega Konser RCTI), dan ternyata dialog pembuka personilnya tak juga berubah. Sesuatu yang dulu terlihat sangat lucu kini pun jadi membosankan. Mudah-mudahan saat konser berikutnya berganti setlist, ucapan perkenalan setiap personil pun juga ikut diganti biar punya variasi.

Di hari itu juga salah satu personil JKT48 berulang tahun ke-21 (iya iya muda banget). Sebelum encore, saat masa jeda, ada seorang fan yang menyeletuk memberi tahu pengunjung lainnya kalau Diasta ulang tahun. Ia mengajak pengunjung lainnya untuk memanggil nama Diasta. Kebetulan memang Diasta adalah 1 dari 6 yang hanya jadi tim pendukung di show kali ini, sehingga baru berkenalan setelah encore. Ia hanya berucap terima kasih, dan sukar berkata lebih lanjut saat ia mengenalkan dirinya.

Ulang tahun Diasta
Ulang tahun Diasta

Di akhir pertunjukan, personil JKT48 menyiapkan kue ulang tahun kejutan. Dengan diiringi lagu Namida Suprise-nya AKB48 (yang memang bertema ulang tahun), Diasta pun meniup kuenya diiringi sorakan para fans di dalam teater. Selanjutnya pengunjung pun keluar dengan tertib sambil high five dengan personil JKT48 di lorong yang menuju pintu keluar.

Kalau ada yang belum pernah lihat teater JKT48, coba mampir deh. Sepertinya jadwalnya akan lebih rutin, mengingat mereka sudah punya tempat sendiri. Mudah-mudahan pemilihan personil generasi kedua JKT48 segera dimulai, sehingga saat dibentuk tim kedua nanti, masing-masing tim bisa bergantian mengisi slot acara di teater. Meski memang belum bisa diketahui sih jadwal persisnya.

Baca juga tulisan terdahulu tentang JKT48 di sini dan sini.

Bonus: liputan pembukaan teater JKT48 di Kabar-kabari dalam 2 video berikut ini:


JKT48 dan Nuansanya

JKT48 di Teater Pasaraya Grande

Beruntunglah saya dulu sekali pernah menyaksikan langsung konser AKB48 di Jakarta.  Meski dulu yang datang kebanyakan juga bukan anggota utama (Senbatsu), tapi setidaknya saya bisa mendapatkan gambaran aura yang diberikan saat menontonnya. Saat itu pertama kalinya juga saya melihat JKT48, grup adiknya yang di Jakarta ikutan mentas bareng di sana.

Bulan Mei kemarin pertama kalinya JKT48 melakukan pertunjukannya di teater. Dulu pertunjukan diadakan di gelanggang olah raga Nyi Ageng Serang di Pasar Festival. Saat itu saya nggak sempat menyaksikannya sama sekali. Bulan Juni kemarin JKT48 menggelar pertunjukannya lagi. Kali ini teater dipindah ke lantai 7 Pasaraya Grande Blok M. Nggak tau deh ini teater tetap atau akan pindah lagi. Saya juga nggak tahu, lantai ini dipakai apa sebelumnya. Sepertinya sih ruangan kosong yang disulap dijadikan teater pertunjukan. Entah kenapa dipilihnya di Blok M. Mungkinkah karena Blok M itu identik dengan Little Japan? Mengingat sejak tahun 1980-an di area Blok M bisa ditemukan banyak bar dan kafe Jepang.


Persiapan teater JKT48 di bulan Mei

Beruntunglah pada kesempatan ini, saya bisa menyaksikan pertunjukan teater JKT48. Hihihi dua kali malahan, di hari Jumat sore dan Sabtu sore. Kalau bisa tiga kali sih mau aja, tapi hmm.. jangan maksa kali yaa. Kesimpulan saya satu: kalau mau menikmati JKT48, jangan nonton versi live-nya di Dahsyat atau panggung lainnya, tapi mending rasakan sendiri nonton performa mereka di panggung yang mereka siapkan sendiri. Rasanya akan sangat berbeda sekali, sesuatu yang sangat unik, dan nggak akan kalian rasakan saat menonton di pertunjukan konser musik lainnya.


Sekilas cerita tentang JKT48

 

Apa yang membuatnya jadi berbeda? Beberapa poin ini mudah-mudahan bisa memberikan gambaran:

1. Teater milik sendiri

Grup kakaknya, AKB48, dikenal lebih dahulu dari aksi performa panggungnya di Akihabara, di teater yang dibuat sendiri khusus untuk performa mereka. Setelah aksi panggung, baru kemudian melebar ke rilis single dan video klip, iklan, dorama, hingga akhirnya ke konser-konser raksasa mereka. Namun soul-nya ya dari performa di panggung teater ini. Hal ini yang membuat mereka terkenal bukan sekedar girl band, tapi juga idol group. Kalau saya sih lebih cocok memadankan AKB48 (dan juga JKT48) dengan Kinarya GSP, daripada memadankannya dengan Cherrybelle dan sebangsanya.

Lightstick diayunkan

Sayangnya kasusnya sedikit berbeda dengan JKT48. Di sini, mereka lebih dahulu dikenal melalui TVC Pocari Sweat, manggung di Dahsyat dan semacamnya. Teater yang menjadi soul-nya terlambat diwujudkan. Nggak heran sih kenapa masih banyak media dan juga penonton umumnya (yang bukan fans) masih mempersepsikannya sebagai girl band ala Cherrybelle atau Princess. Saat ini teater yang dibangun pun masih bersifat temporer. Hanya 8 kali pertunjukan dalam sebulan, sementara di Akihabara sana bisa hampir setiap kali orang bisa melihat aksi performa AKB48. Semoga saja saat teater JKT48 makin terlihat permanen, persepsi seperti ini pun bisa semakin tergeser.

JKT48 di atas panggung

2. Lagu


Overture (prolog) teater JKT48

Bisa dibilang ada 2 jenis lagu yang biasa diperformakan oleh AKB48 (dan juga JKT48). Pertama, adalah setlist lagu tetap yang biasa diperformakan di dalam teater. Lalu kedua, adalah lagu yang mereka rilis dalam bentuk single dan video klip. Setiap lagu selalu dilengkapi dengan koreografinya masing-masing. Entah bagaimana caranya setiap personilnya bisa hapal ratusan koroegrafi yang melengkapi setiap lagu. Makanya saya pun yakin, setelah melihat atraksi panggung JKT48 yang sangat rapih kemarin, kerja keras yang mereka tempuh untuk mencapai itu pasti sangat luar biasa.

Di teater JKT48 kemarin, para personil yang berjumlah 18 orang (dari total 24) menggunakan setlist Pajama Drive, yang berisikan (kalau nggak salah) 16 lagu selama 2 jam penuh. Setlist ini mengadaptasi setlist yang dinyayikan Team B dari AKB48. Semua lagu versi aslinya diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia. Salah satu lagu anthem Team B, “Wasshoi B!” yang teks lagu aslinya memperkenalkan nama-nama personil Team B dari AKB48, diterjemahkan menjadi “Wasshoi J!” yang dipakai untuk memperkenalkan Team J dari JKT48.


Wasshoi B! versi AKB48


Wasshoi J! versi JKT48

Setelah setlist usai, untuk encore-nya, JKT48 menutup dengan lagu-lagu yang dirilis untuk iklan-iklan TVC lokal. Hari Jumat kemarin, yang menjadi encore adalah lagu Aitakatta! (yang dipakai untuk iklan Yamaha Mio) dan Ponytail no Shushu (yang dipakai untuk iklan terbaru Biore). Sementara hari Sabtu kemarin, ada 3 lagu yang menjadi encore, yakni lagu Kimi no Koto ga Suki Dakara (yang dipakai untuk iklan Laurier), lalu Heavy Rotation (yang pernah dibuat video klip dan dipakai juga di iklan Pocari Sweat), dan terakhir adalah lagu yang sama, Ponytail no Shushu.


TVC Jepang yang menggunakan JKT48

 

3. Gaya para personil

Sepertinya saat juragan utama grup 48 ini, Yasushi Akimoto membentuk AKB48 pertama kalinya, ia sangat tahu bagaimana memancing para penggemar baru untuk terus tertarik dengan setiap personil grupnya. Setiap individu harus punya karakternya masing-masing, yang dijelaskan dalam biografi setiap personilnya. Saat sesi perkenalan di panggung pun, dengan gaya cute-nya masing-masing, mereka mengenalkan diri mereka dan kesukaan mereka (sampai ke topik yang mungkin tidak penting sama sekali).

Saat performa JKT48 kemarin, di hari Jumat para personil bercerita tentang makanan kegemaran mereka. Di hari Sabtu, mereka bercerita tentang personil AKB48 favorit mereka. Setiap kali mereka bercerita, para penonton pun ikut bersorak menyemangati. Bahkan ada yang sudah hapal dengan kegemaran dan karakter masing-masing individu personil. Saya pas dengarnya cuma geleng-geleng heran saja sih.

Hal yang khas dengan performa AKB48 (dan juga JKT48) adalah “seragam sekolah”-nya. Kalau sudah pernah melihat video dan konser AKB48, kalian pasti bisa tahu betapa banyaknya “seragam sekolah” yang mereka punya. Setiap seragam khas dengan badge sekolah dan rok pendeknya. Nggak berbeda jauh, JKT48 pun menerapkan konsep serupa (meski dengan rok yang lebih panjang dibanding grup kakaknya).

Pasti punya seragam deh

 

4. Fans

Terkait dengan fans ini ada istilah yang dikenal dengan Wota. Duh, saya nggak terlalu bisa menceritakannya secara detil arti Wota, namun situs fan JKT48 ini bisa menjelaskannya secara historikal. Grup AKB48 hidup dengan penggemarnya. Konsep yang mereka usung adalah “idols you can meet.” Seorang artis hidup bersama penggemarnya, mendapat masukan dan kritikan dari para penggemarnya. Tujuannya, supaya mereka bisa menjadi lebih baik dan tidak mengecewakan penggemarnya.

Saat saya menonton pertunjukan JKT48 kemarin, aura para fans ini yang membuatnya berbeda sekali dibanding saya menonton pertunjukan musik lainnya. Kebanyakan memang (bisa dibilang 90%) yang datang ke pertunjukan ini cowok. Nggak beda juga sih dengan AKB48 di Jepang sana. Saat personil JKT48 menyanyi dan menari di panggung, para fans ini ikut menyahuti hampir di setiap baitnya sambil mengayunkan lightstick mereka bersamaan. Kadang menyebut nama personil yang maju menjadi center di panggung, kadang menyebut kata-kata tertentu.

Herannya, para fans yang berlatar belakang yang berbeda-beda ini bisa satu suara dalam melakukan teriakan chanting-nya. Jujur saja, saya masih nggak paham apa yang mereka ramai-ramai ucapkan dan kapan saat yang tepat harus diucapkan. Seorang teman memberikan tautan ini, kalau saya mau belajar tentang itu. Mungkin kalian mau belajar juga?

Para fans yang datang jauh-jauh dari Makassar. Perhatikan kaos mereka yang bertulisan personil JKT48 favorit mereka masing-masing.

5. Merchandize

Hal menarik dari karakter para fans adalah mereka juga kolektor. Umumnya mereka penyuka anime dan saat terlahir di dunia ini sudah langsung kenal dengan anime dan budaya Jepang. Kalau di Jepang sana, para fans penggemar AKB48 akan sangat rela mengoleksi semua merchandize dan semua varian single mereka, berapapun harganya. Meski di sini belum segila di Jepang sana, namun menarik juga kemarin melihat para fans ini membeli foto-foto dan poster personil JKT48 yang dijual resmi.

Fans yang bertukar koleksi merchandize

Tshirt resmi dijual Rp.100.000, lightstick Rp.50.000 (cuma bisa dipakai sekali), paket berisi acak 4 foto Rp.40.000, dan poster Rp.25.000. Belum lagi pin, stiker, dan merchandize resmi lainnya yang harganya lebih miring. Para fans ini lalu saling bertukar koleksi foto dengan teman-teman mereka, supaya bisa mendapatkan lengkap foto seluruh personil. Ada yang katanya habis lebih dari Rp.250.000 demi memborong merchandize resmi ini. Para fans ini juga merasa malu kalau mereka tidak membeli versi resminya. Sesuatu yang sangat jarang dijumpai pada para penggemar grup musik lainnya, yang cuek saja beli poster dan tshirt bajakan yang tidak mendatangkan keuntungan bagi personil band-nya.

Poster yang bisa dibeli dengan harga Rp.25.000

 

6. Handshake / high five

Jabat tangan atau kadang high five antara personil dan penonton adalah keunikan sendiri dari aksi teater atau konser yang selalu mereka lakukan. Konsep ini memang bertujuan untuk mendekatkan diri mereka dengan para penggemar. Saat performa JKT48 kemarin usai, setiap penonton sebelum bubar keluar teater, mereka bisa berjabat tangan langsung dengan total 24 personil JKT48.

Hihihi, cuma ya, jangan kaget loh ya kalau salaman dengan mereka. Mereka sepertinya sudah dilatih untuk menggenggam kedua tangan kita dengan erat, menatap mata kita langsung, lalu dengan pitch suara yang agak tinggi berucap, “terima kasih yaa. Besok datang lagi yaaa.” Apalagi untuk kalian yang beneran nerd dan nggak pernah menatap mata perempuan dekat-dekat (tanpa digampar), kalian pasti bisa shock mendadak setelah bersalaman dengan 24 perempuan imut-imut seperti personil JKT48.


Pusing nggak sih melihat mereka semua senyum seperti ini?

 

Wuih panjang juga ya tulisan blog ini. Ya semoga saja, dengan keterbatasan saya yang baru 3 bulan menyelami dunia AKB48 dan keluarganya, saya bisa menjelaskan sebaik-baiknya. Oh ya, jangan lupa follow board Pinterest saya ya terkait dengan AKB48 dan keluarganya! 

AKB48xJKT48

Waduh, ini postingan sebenarnya telat banget. Jadi 2 minggu lalu, 25 Februari 2012, saya sempat nonton gratisan konser AKB48xJKT48. Itu loh tim dari Akihabara, Jepang yang isinya puluhan gadis cantik yang menamakan grupnya AKB48 datang ke Jakarta. Di Kartika Expo, bersama dengan adik-adik terbarunya di Jakarta, JKT48, menyelenggarakan show perdananya di Indonesia.

Sayangnya yang datang dari AKB48 kebanyakan bukan yang populernya (halah, sudah syukur datang dan bisa nonton gratisan, masih nggak puas juga). Di antara yang datang, yang saya kenal wajahnya cuma dua: si Minami Takahashi dan Ami Maeda. Lainnya nggak kenal. Haha, soalnya saya cuma familiar yang cakep-cakep dan populer saja sih.

Di show ini, AKB48 banyak membawakan lagu-lagu populer di 2010-2011. Plus, ada pula JKT48 yang ikut beraksi di panggung. Di akhir show, AKB48 dan JKT48 menutup show dengan lagu andalannya, Heavy Rotation.

Baru kali ini saya nonton konser yang beraroma Jepang, dan rasanya sungguh berbeda dibandingkan nonton konser artis Amerika (padahal ya nontonnya sama-sama juga di Indonesia). Kalau biasanya kita di konser itu mengikuti nyanyi si artis (sing a long), nah kalau konser Jepang itu beda. Yang ada malah si penonton (yang biasanya disebut dengan Wota) yang membalas dengan nada tertentu setelah sebaris kalimat diucapkan si artis. Agak-agak mengganggu sebetulnya, haha tapi ya ini ciri khas kok ya dinikmati saja. Apalagi yang namanya Wota ini kebanyakan cowok. Seperti konser AKB48 di Jepang yang isinya memang didominasi oleh penonton cowok, di konsernya di Jakarta ini ya serupa.

Saya lumayan mengikuti perkembangan AKB48 cukup lama, dan karena sudah menonton hampir semua video dan konsernya di YouTube, jadi tahu kalau setiap lagu mereka itu punya koreografinya masing-masing. Mau siapapun anggota tim yang terlibat dalam show (mau yang utama atau bukan), koreografinya tetap sama. Entah bagaimana caranya setiap anggota ini bisa mengingat semua gerakan ya. Lagunya banyak banget soalnya. Belum lagi kekompakan dalam koreografi itu juga kompak pula dalam hal vokal. Entah pelatihan dan gaya disiplin seperti apa yang membuat mereka semua bisa terlatih seperti itu ya.

Mengena show AKB48xJKT48 sendiri, saya sempat mengarsipkan live tweet dari berbagai sumber. Silakan baca saja berikut ini:

Untuk foto-fotonya, silakan cek di bawah ini (terima kasih Suprie untuk koleksinya).

Menikmati Musik Goose House

Gara-gara banyak memutar video AKB48 di YouTube, saya jadi menemukan band indie ini. Namanya Goose House. Mereka berdelapan, 4 cowok dan 4 cewek. Mereka suka bermain akustikan di depan webcam. Banyak banget videonya di YouTube. Umumnya mereka menyanyikan cover lagu-lagu lain, lagu Jepang dan Amerika. Tentunya setiap lagu itu dibawakan dengan kekhasan mereka sendiri.

Mereka juga suka menggelar pertunjukan live streaming. Untuk jadwalnya coba buka situs mereka. Pertunjukan berikutnya nanti pada tanggal 18 Februari 2012.

Saya belum sempat menonton semua pertunjukan mereka sih. Saya baru klik-klik video yang memang saya sudah familiar dengan lagunya. Untuk perbandingan, saya tampilkan di bawah ini, 10 lagu versi asli dan versi cover yang pernah mereka lakukan. Dengarkan deh, pasti kalian takjub karena Goose House bisa membawakannya dengan unik sesuai gaya mereka sendiri.

ポニーテールとシュシュ (versi AKB48)

ポニーテールとシュシュ (versi Goose House)

First Love (versi Utada Hikaru)

First Love (versi Goose House)

Prisoner of Love (versi Utada Hikaru)

Prisoner of Love (versi Goose House)

Chocolate Disco (versi Perfume)

Chocolate Disco (versi Goose House)

La La La Love Song (versi Toshinobu Kubota)

La La La Love Song (versi Goose House)

Go Go Summer! (versi Kara)

Go Go Summer! (versi Goose House)

Top of the World (versi The Carpenters)

Top of the World (versi Goose House)

歩いて帰ろう (versi Kazuyoshi Saito)

歩いて帰ろう (versi Goose House)

I Wish for You (versi Exile)

I Wish for You (versi Goose House)

車輪の唄 (versi Bump of Chicken)

車輪の唄 (versi Goose House)